Monolog untukmu sayang 
 
Aku hanya ingin mengajakmu bercanda
Lewat alunan emosi yang melanca
Terlontar dari mulut bau aroma tembakau
 
Aku hanya ingin membelaimu penuh manja
Lewat cubitan-cubitan nakal dari jari-jemari yang penuh dosa
Lalu membekas merah darah dikedua pipimu, sayang
 
 
Aku ingin mengamatimu dengan sempurna
Lewat pelototan mata yang terasa menakutkan
Biar aku temukan taburan bedak yang belum rata,
Diwajahmu
 
Lalu aku poles dengan tabir cintaku yang berkilauan
 
Aku hanya ingin bertanya kepadamu
Dengan nada interogasi yang kadang menakutimu
Aku hanya ingin makan dari sajianmu
Yang memiliki citrarasa yang tak pernah ada,
Diwarteg, nasi padang, kedai, atau bahkan restoran manapun
Sebab kau meracik bumbu dengan kekhusyukan jiwamu
 
 
Jakarta, 25 Juni 2009 









Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center

+622197424139/+622127136437+628569024880


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke