Membentengi Diri dari Perselingkuhan


Anda dan pasangan menjalani hubungan yang manis dan harmonis. Tapi apakah
itu menjadi jaminan tidak akan ada perselingkuhan?


Kenyataannya, ada banyak sekali kesempatan untuk kita ataupun pasangan
berselingkuh. Rekan-rekan kerja di kantor, kolega dan relasi bisnis, dan
teman-teman di lingkungan pergaulan, potensial mengganggu mulusnya hubungan
kita dan pasangan yang sudah terbangun sejak lama.


Cara terbaik menghindari perselingkuhan adalah dengan menutup barikade.
Bukan dengan jalan menutup diri tentunya, tapi dengan membatasi dan
mengontrol segala sesuatu.


*1. Kerja tetap kerja*


Anda memang harus menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan kerja dan kolega.
Untuk membangun kedekatan personal dengan mereka, Anda sebaiknya memberikan
perhatian terhadap hal-hal yang pribadi, seperti menanyakan kabar ibunya
yang sedang dirawat di rumah sakit, atau menanyakan perkembangan pertumbuhan
anaknya yang masih balita.


Memberikan perhatian personal, bukan berarti asyik terlibat dalam obrolan
panjang penuh canda tawa. Obrolan yang terlalu cair bisa membuka kemungkinan
kedekatan hubungan yang lebih jauh, tak sekadar hubungan bisnis. Anda perlu
hati-hati.


*2. Hindari rapat di luar kantor*


Restoran memberikan kesempatan Anda dan rekan kerja atau kolega untuk
memberikan banyak hal di luar pekerjaan. Bila rapat atau diskusi proyek baru
diperkirakan melewati jam makan siang atau makan malam, usahakan tetap
berada di kantor dan memesan makanan. Demikian pula, saat sebuah proyek
besar usai, jangan selalu merayakannya di kafe atau resto, sisakan energi
Anda untuk merayakannya bersama pasangan. Bukankah dia yang selama ini
mendukung pekerjaan Anda?


*3. Diskusi berkelompok*


Dalam rapat atau diskusi tentang pekerjaan, usahakan jangan hanya berdua.
Ajaklah rekan kerja yang lain untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya
'kedekatan' yang tidak perlu. Semakin banyak orang terlibat dalam diskusi,
akan semakin tampak bahwa segala rapat-rapat panjang ini adalah semata-mata
soal pekerjaan.


*4. Akhiri pembicaraan yang terlalu pribadi*


Basa-basi memang diperlukan untuk membangun kedekatan. Tapi bila Anda merasa
pembicaraan sudah terlalu berlebihan, seperti saat rekan kerja Anda mulai
curhat soal pertengkarannya dengan istri, sebaiknya segera akhiri
pembicaraan. Pilih kalimat yang bagus dan sopan untuk keluar dari 'jeratan',
misalnya, "maaf, saya rasa itu urusan pribadi rumah tangga Anda. Saya tidak
berhak ikut campur."


*5. Hindari rutinitas*


Kedekatan bisa timbul melalui kebiasaan. Bila Anda terbiasa mengobrol dengan
rekan kerja di waktu istirahat makan siang, setiap hari, jangan terkejut
bila kedekatan mulai timbul. Akibatnya bisa diduga, Anda jadi ingin selalu
menghabiskan waktu istirahat siang dengan dia.


*6. Jangan curhat*


Apapun yang terjadi dengan hubungan Anda dan pasangan, jangan ceritakan
kepada orang lain--kecuali ke teman wanita yang Anda percaya. Menceritakan
masalah kepada teman pria, bisa jadi memperburuk masalah, karena saat
hubungan Anda dan pasangan memburuk, celah-celah untuk orang lain masuk
semakin terbuka.



(ivillage/dila)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke