Merapal Wahyu malam itu 
 
Selaksa senyuman yang engkau taburkan semalam
Menyelimuti tubuhku dari kedinginan yang menyulam
Aku mengkatupkan telapak tanganku didepan dada
Lalu terucapkan mantra-mantra liar yang menari
Deretan Kalimat Sakral
menggetarkan jiwa kita
 
Taburan taburan kemenyan yang mengepulkan asap 
Menebar aroma sacral dalam langit-langit rumah
Lalu heningnya hati terbias diatas kepala 
Sebuah lingkaran pelangi dari perisai untuk cinta kita
 
Engkau menari, aku menembang
Engkau terlelah., aku yang mengembang
Enkau merapal, aku mengeja
Kaki-kaki berjinjit diantara serpihan melati
Yang kau tabor sebelum ritual kita mulai
Secawan madu, hamparan kain sutra
Lalu engkau mulai melukis diri
Dan matamu terus saja menatap obyek itu
Kuasmu terhenti
Engkau mendesah, ketika kulminasi sudah kau dapati
 
Terucap rasa syukur kepada Dzat nan Agung
Atas segala rentetan peristiwa yang baru saja terjadi
Engkau memeluk, aku mendekap
Tersimpul sebuah senyum tulus darimu
 
Aku berucap, engkau mendengar 
Lalu kita mulai lagi membaca lembaran itu
Lembaran yang menyejukkan hati 
Lembaran yang menjadi nasehat kita
Lembaran yang menjadi hidayah
Lembaran yang menjadi kiblat kita
 
 
Jakarta, 28 July 2009









Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center

+622197424139/+622127136437+628569024880


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke