Ibundamu Oleh: Emha Ainun Nadjib
Ibumu adalah Ibunda darah dagingmu Tundukkan mukamu Bungkukkan badanmu Raih punggung tangan beliau Ciumlah dalam-dalam Hiruplah wewangian cintanya Dan rasukkan ke dalam kalbumu Agar menjadi jimat bagi rizki dan kebahagiaanmu Tanah air adalah Ibunda alammu Lepaskan alas kaki keangkuhanmu Agar setiap pori-pori kulitmu menghirup zat kimia kasih sayangnya Sentuhkan keningmu pada hamparan debu Reguklah air murni dari kandungan kalbunya Karena Ibunda tanah airmu itulah pasal pertama setiap kata ilmu dan lembar pembangunan hidupmu Rakyat adalah Ibunda sejarahmu Rakyat bukan bawahanmu, melainkan atasanmu Jangan kau tengok mereka ke bawah kakimu, karena justru engkau adalah alas kaki mereka yang bertugas melindungi kaki mereka dari luka-luka Rakyat bukan anak buahmu yang engkau berhak menyuruh-nyuruh dan mengawasi Rakyat adalah Tuanmu, yang di genggaman tangannya terletak hitam putih nasibmu di hadapan mata Tuhan Rakyat adalah Ibunda yang menyayangimu Takutlah kepada air matanya, karena jika Ibunda menangis karena engkau tusuk perasaannya, Tuhan akan mengubah peranNya dari Sang Penabur Kasih Sayang menjadi Sang Pengancam, Sang Penyiksa yang maha dahsyat Ibunda darahmu Ibunda tanah airmu Ibunda rakyatmu Adalah sumber nafkahmu, kunci kesejahteraanmu serta mata air kebahagiaan hidupmu Pejamkanlah mata, rasakan kedekatan cintanya Sebab ketika itu Tuhan sendiri yang mengalir dalam kehangatan darahnya Kalau Ibunda membelai rambutmu Kalau Ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu Nikmatilah dengan syukur dan batin yang bersujud Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau, dendangkanlah nyanyian puji-puji untuk Tuhanmu Karena setiap bunyi kerinduan hatimu adalah Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya Kalau engkau menangis Ibundamu yang meneteskan air mata Dan Tuhan yang akan mengusapnya Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu Dan jangan bikin satu kalipun Ibumu menangis karenamu Kecuali engkau punya keberanian untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu kalau ibundamu menangis, para Malaikat menjelma jadi butiranbutiran air matanya Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala menutup pintu sorga bagimu Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu Jangan sakiti hatinya, karena ibundamu akan senantiasa memaafkanmu Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu akan digenggam erat-erat oleh para malaikat untuk mereka usulkan kepada Tuhan agar dijadikan kayu bakar nerakamu Rakyat negerimu adalah ibunda sejarahmu Demi nasibmu sendiri jangan pernah injak kepala mereka Demi keselamatanmu sendiri jangan curi makanan mereka Demi kemashlahatan anak cucumu sendiri jangan pernah hisap darah mereka Jangan pernah rampok tanah mereka Sebab engkau tidak bisa menang atas Ibundamu sendiri Dan ibundamu tidak pernah ingin mengalahkanmu Sebab pemerintahmu tidak akan bisa menang atas rakyatmu Sebab rakyatmulah ibunda yang melahirkanmu Serta ia pulalah yang nanti akan menguburkanmu sambil menangis, karena ia tidak menjadi bahagia oleh deritamu, karena ibu sejarahmu itu tidak bergembira oleh kejatuhanmu Ibundamu, tanah airmu, rakyatmu Tak akan pernah bisa engkau kalahkan Engkau merasa menang sehari semalam Esok pagi engkau tumbang Sementara Ibundamu, tanah airmu, rakyatmu Tetap tegak di singgasana kemuliaan Senin, 15.12.1992 Emha Ainun Nadjib, Dari buku "Ibu, Tamparlah Mulut Anakmu, Sekelumit Catatan Harian", 2000, Zaituna. [Non-text portions of this message have been removed]
