Satu Maaf untuk Sejuta Sehat

Jakarta, Ingin hidup sehat, jangan berat hati memaafkan kesalahan
orang lain. Penelitian menunjukkan, orang yang sulit memberi maaf
lebih berisiko terkena serangan jantung dan penyakit berbahaya
lainnya. Maaf ya.

Dalam kondisi yang tidak mendukung, misalnya jalanan macet, cuaca
yang panas, atau belum gajian, kemarahan orang lebih mudah tersulut.
Hal-hal kecil bisa bikin kesal setengah mati bahkan sampai dendam
berhari-hari.

Marah atau kekesalan emosi yang melonjak tinggi dijamin nggak sehat
buat tubuh. Jika seulas senyum kecil saja melibatkan kontraksi
ratusan jaringan otot dan syaraf, apalagi marah yang jelas-jelas
menggunakan ekstra energi. Tubuh kita pastinya lelah banget!

Dilansir Findaticle, Universitas Tennesse Amerika
mengadakan penelitian tentang efek memaafkan dari sisi psikologis dan
fisik. Objek penelitiannya adalah orang-orang yang pernah dikhianati
oleh orang tua, teman, atau pacar.

Mereka diminta bercerita tentang pengkhianatan yang pernah
dialaminya. Selama bercerita peneliti mengukur tekanan darah, detak
jantung, ketegangan di otot dahi, dan respon ketegangan di kulit.

Hasilnya, orang yang mudah memaafkan memiliki tekanan darah yang
lebih rendah. Sedangkan sebaliknya, orang yang sulit memaafkan atau
masih menyimpan dendam, tekanan darahnya cenderung tinggi.

Ketika membicarakan sesuatu yang mengesalkan, tekanan darah seseorang
cenderung meningkat. Tapi memaafkan kesalahan membuat orang marah
jauh lebih sehat.

"Memaafkan bisa meningkatkan kesehatan karena mengurangi beban
psikologis yang berat. Beban tersebut berasal dari stress tersimpan
yang bersumber dari perasaan terluka atau tersinggung," jelas
Kathleen Lawler Ph.D kepala peneliti di Universitas Tennesse.

Memaafkan memang bukan hal yang mudah dan butuh latihan yang cukup
sering. Tapi setelah anda menjadi orang yang pemaaf, dijamin pasti
banyak perubahan hidup yang anda alami.

Orang yang pemaaf biasanya lebih berempati, hangat, dan menunjukkan
banyak perilaku-perilaku positif. Mereka juga biasanya lebih rukun
dalam berhubungan dengan orang-orang sekitarnya dan bisa
mengkomunikasikan perasaannya lebih baik.

Sulit memaafkan orang? Kathleen Lawler menyarankan beberapa langkah
berikut:
1. Hadapi kenyataan. Sakit hati atau kenyataan pahit memang sulit
diterima. Tapi menerima dan berani menghadapi dengan ikhlas akan
membuat anda lebih mudah memaafkan ketimbang menghidari atau
menyangkalnya.

2. Berpikir dari sisi lain. Wajar saja ketika marah yang kita
pikirkan hanya diri kita sendiri. Tenangkan diri sebentar, lalu coba
bawa diri anda ke pikiran orang yang berbuat salah kepada anda. Coba
pahami sebab dan apa yang membuat ia melakukan kesalahan pada anda.
Latihan ini akan membuat anda mudah berempati kepada orang lain.
Dengan berusaha memahami isi kepala si pembuat kesalahan, biasanya
kita akan lebih mudah memaafkan.

3. Singkirkan dendam dan maafkan kesalahan. Siapa saja punya pilihan
dalam hidup. Jika seseorang punya kesalahan, anda bisa memilih untuk
memaafkan atau tidak memaafkan. Dari uraian di atas pastinya anda
sudah semakin tahu mana yang anda pilih. Jika dengan memaafkan hidup
lebih tenang dan badan lebih sehat, kenapa tidak dicoba saja?

Maaf adalah kata singkat yang kadang sulit diucapkan. Tapi sekalinya
anda memberi maaf dengan ikhlas dan tulus anda akan mengurangi risiko
terkena penyakit jantung, stroke, ginjal, darah tinggi, atau kematian
karena marah yang berlebihan.

Selain itu, memberi maaf bisa membebaskan anda dari rasa marah,
depresi, kesal, dan bahkan bisa mendongkrak rasa percaya diri.
Sedikit fakta, sebuah studi lain dari Universitas Michigan Amerika
menemukan, orang berusia 18-40 tahun lebih sulit memaafkan ketimbang
orang yang lebih tua dari usia tersebut.

Well, maaf lahir batin ya. (fta)

Sumber: Satu Maaf untuk Sejuta Sehat, Puteri Fatia


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke