BENCANA DI PADANG, MENGETUK KESADARAN Peresensi: Moh. Rizlan Harahap, S.Ag
Judul : Himpunan Puisi Padang 7,6 SR Oleh: Solidaritas 25 sastrawan dari Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk gempa Padang. ISBN : 9786028543309 Rilis : 2009 Halaman: 208p Penerbit: Bisnis2030 Bahasa: Indonesia Rp.50.250 Tiada yang dapat kuasa mencegah, bahwa tanggal 30 September 2009, terjadi bencana yang begitu dahsyat di Ranah Minang. Meluluh lantakkan segala yang telah dibangun di propinsi Sumatera Barat. Hanya tangisan pilu dan kesedihan menyayat hati yang pada akhirnya mengiringi, setelah terjadinya musibah gempa di sana. Kini, sekian bulan sudah kejadian itu begitu membekas di sanubari kita. Dan kita harus mampu untuk segera bangkit dan berdiri agar membenahi serta memulihkan apa yang terjadi di sana. Tentunya dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Dan semangat solidaritas yang akhirnya menyatukan para penulis-penulis di Asia Tenggara. Mereka membuat buku yang ditujukan untuk korban musibah gempa di Padang dan di daerah Sumatera Barat lain. Buku tersebut telah lahir di tengah-tengah kita. Sudah sepantasnya, kita bisa berbagi kasih dan membantu memulihkan apa yang telah terjadi di sana dengan kemampuan yang kita punya. Setiap kita, pada akhirnya akan merenungkan apa yang telah terjadi, untuk peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Selalu ada hikmah di balik musibah. Dan kita memang harus segera bangkit dari kepedihan. Bagaimanapun musibah akan membuat kita dapat memetik pelajaran berharga. Untuk saling membantu, bahu-membahu membantu sesama yang sedang tertimpa bencana. Meringankan beban berat yang tidak disangka-sangka. Dan semakin memahami arti kehidupan yang fana ini. Di mana kita begitu kecil dan tak berdaya, ditengah kepongahan yang sering begitu mudahnya kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Mari membuka hati dan mata. Saat kesedihan dan bencana melanda, di mana kepongahan dan kesombongan itu? Semua tidak ada artinya. Saat Allah Subhanahuwata`ala. berkehendak, kita sebagai manusia hanya bisa pasrah, tak kuasa untuk mencegah kehendak Allah. “Kehidupan kerap mengatakan kisahnya dengan cara tersendiri. Kita adalah susunan dari setiap huruf dalam kalimatnya.” Kata bijak itu ditulis Leonowens SP seorang sastrawan dunia dan penggagas utama kelahiran buku solidaritas untuk korban bencana di propinsi Sumatera Barat. Sudah saatnya kita perbesar rasa persatuan dan persaudaraan agar terjalin rasa saling membantu, karena kita tidak pernah tahu bencana yang akan datang pada setiap diri manusia. Allah sudah berkali-kali menunjukkan kuasanya, dengan bencana yang begitu sering melanda di negeri kita tercinta ini. Sudah sewajarnya kita memahami akan arti kebesaran Allah, dan kita menunjukkan bahwasanya bencana adalah sesuatu yang harusnya membuat kita makin kuat. Makin sadar kita sebagai manusia yang tiada daya di hadapan-Nya. Terkadang, manusia begitu angkuh hanya dengan kekuatan harta dan tahta yang dimiliki di dunia. Dan sering berlaku seolah-olah sebagai tuhan kecil bagi orang lain. Adalah fenomena yang banyak terjadi. Begitu saat bencana tiba, manusia baru tersadar betapa kecil dirinya. Dengan semangat solidaritas ini, marilah kita saling mengingatkan kepada sesama, bahwa diluar sana begitu banyak yang kehidupannya kurang dari kita, dan berharap terketuk hati kita untuk membantu dengan apa yang dapat kita lakukan untuk mereka. Semoga buku ini bisa membuat kita tergerak untuk membantu sesama korban bencana yang telah terjadi di Padang dan propinsi Sumatera Barat, dan merenungkan keberadaan kita lagi sebagai manusia yang serba lemah ini. Wallahualam bissawab. http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-30046/himpunan-puisi-padang-7-6-sr.html
