SEMANGAT KEMANUSIAAN DALAM BUKU PADANG 7,6 SKALA RICHTER Oleh: Antoni Erik Seroh & Clarensia Febi Maengkom
Judul : Himpunan Puisi Padang 7,6 SR Oleh: Solidaritas 25 sastrawan dari Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk gempa Padang. ISBN : 9786028543309 Rilis : 2009 Halaman: 208p Penerbit: Bisnis2030 Bahasa: Indonesia Rp.50.250 Suasana duka yang menyelimuti ingatan dan batin karena musibah gempa di Padang pada tanggal 30 September 2009 silam, terekam dalam setiap bait puisi dari penulis-penulis yang memiliki solidaritas untuk ikut serta dalam sebuah proyek buku yang memang dibuat untuk tindakan kemanusiaan pasca gempa di ranah Minang. Penulis-penulis yang datang oleh berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan dari 3 negara serumpun di Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, dan Singapura; menuangkan karyanya dalam buku Himpunan Puisi Padang 7,6 Skala Richter. Pada buku pertama ini terdapat 25 penulis, di dalamnya terdapat seorang sastrawan senior Indonesia yang dikenal luas dan disegani dengan gelaran sastrawan empat generasi dan sastrawan sepanjang masa, bapak H. Dinullah Rayes yang turut ambil bagian sebagai penulis tamu. Dalam buku ini bapak Dinullah Rayes mengikutsertakan 5 puisi karyanya, salah satunya berjudul: Gempa 7,6 Skala Richter. Gempa 7,6 Skala Richter bumi sumatera gemetar gedung-gedung, harta milik dalam ayunan alam ranah minang terbelah tanah labil terbang ratusan anak-anak negeri tertimbun sekejap roh pun dicabut maut bau mayat menyebar berita duka pun menyebar menyapa warga lima benua warga dunia tunduk runduk tiada tahan menatap atap rumah terpendam dalam lumpur bercak darah di mana-mana para balita, anak-anak ingusan ayah, bunda, ahli kerabat pergi tiada kembali lagi uluran tangan warga nusantara warga anak-anak benua turun dari langit tangan di atas pun keluar dari lekuk bumi yang menyimpan materi hapus air matamu kawan mari bangkit melawan gempa yang menggempakan sendi hidup kita kita lawan api, tanah, air, udara asal muasal diri yang menggergaji batang tubuh ini apa salahnya kita gorok nafsu yang ego dalam diri secara sendiri-sendiri mari kita perangi diri kita setiap hari sembari menegakkan pilar alif-Mu Tentu saja, puisi tersebut sangat mewakili apa yang menjadi tujuan inti dari buku ini. Tak lupa, penulis-penulis lain juga menuangkan berbagai perasaan yang hampir sama atas terjadinya musibah tersebut. Semuanya menunjukkan rasa kebersamaan dan saling bertoleransi yang baik antar sesama penulis. Setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi ini, sudah semestinya membuat kita semakin percaya bahwa kita sebagai manusia yang lemah adanya. Dan Tuhan yang punya kekuasaan pada alam semesta beserta isinya. Sudah sewajarnya sebagai masyarakat Indonesia yang sangat heterogen karena terdapat suku, agama, ras, dan antar golongan yang berbeda; mestinya sanggup untuk bisa bersatu mengatasi kesulitan yang terjadi atau musibah yang ada. Persatuan dan solidaritas yang tergambar dari buku ini tampak jelas, karena memang dalam menghimpun kekuatan untuk membantu musibah ini, tidak ada perbedaan-perbedaan yang menjadi tolak ukur. Demikian juga dengan beberapa penulis dari negara tetangga yang turut serta dalam proyek buku ini. Pada dasarnya, setiap penulis yang turut terlibat, kesemuanya tidak ada perbedaan apapun. Karena semua diawali dari niat baik untuk membantu tanpa pamrih. Indonesia, Malaysia, dan Singapura; seolah lebur menjadi satu bagian yang saling bahu membahu dalam proyek buku kemanusiaan di bawah kepemimpinan (dikoordinatori) seorang sastrawan berkelas dunia dan masih muda, Leonowens SP. Dibantu oleh 2 orang yang terpercaya sebagai pemegang kas keuangan: Rita Nauli dan Dechy Sastradipura (Dessy NR). Turut juga beberapa sastrawan senior nasional lainnya turut menjadi pemerhati dan penasehat dalam perjalanan penerbitan buku kemanusiaan ini, salah satu yang utama adalah bapak H. Dinullah Rayes. Editor dari pihak penerbit Bisnis2030, Evi Widi beserta dengan jajaran personalia penerbitan; turut berkonsentrasi agar proses penerbitan buku dapat terlaksana dengan cepat sesuai jadwal yang padat, sistem pelaporan keuangan (royalti penjualan buku) yang terotomatisasi secara akurat dan terkirim langsung kepada pemegang kas keuangan, setiap terjadinya proses transaksi buku. Dan sistem pencatatan elektronis ini baru pertama kalinya dilakukan oleh satu penerbit di Indonesia. Musibah yang telah terjadi, sepertinya tidak membuat kita tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi hikmah agar kita semakin sadar untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Buku untuk kemanusiaan yang digagasi dan diprakarsai oleh Leonowens SP ini, nantinya juga berlanjut dengan penerbitan buku-buku yang lain. Merupakan bukti antusiasme dari penulis-penulis di seluruh tanah air yang memiliki kepedulian tinggi atas terjadinya bencana tersebut. Meskipun antara penulis yang satu dengan yang lain saling tidak bertatap muka, karena dipisahkan oleh jarak dan waktu, namun mereka dipersatukan dalam aksara dan karya. Sungguh sebuah niatan mulia yang patut dihargai sebagai suatu karya bersama untuk membantu sesama umat manusia. Tidak lupa, kami sebagai pimpinan salah satu paguyuban sastra budaya yang mewadahi puluhan komunitas sastra budaya lainnya di Indonesia, menyampaikan rasa bangga kami atas terbitnya buku kemanusiaan ini. Tuhan Memberkati!*** -------------------- http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-30046/himpunan-puisi-padang-7-6-sr.html
