SUARA-SUARA NURANI DAN KALBU
Oleh: Solidaritas Sastrawan dari Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk Bencana Alam Gempa di Sumatera Barat 2009 ISBN :9786028543446 Rilis :2010 Halaman :216p Penerbit:Bisnis2030 Bahasa :Indonesia Rp.51.600 Oleh: Bernard M Siahaya (Penikmat sastra, saat ini bekerja di salah satu lembaga sosial internasional untuk korban bencana dan perang) Ketika bencana datang melanda; banjir, gempa bumi, tanah longsor, tak urung membuat kita selalu terhenyak akan kuasa Tuhan, dan manusia begitu tak berdaya dibuatnya. Silih berganti negeri ini ditimpa bencana dan salah satu yang masih terekam kuat dalam ingatan adalah musibah gempa yang terjadi di Padang, 30 September 2009 lalu. Gempa yang sontak menjadi berita utama media-media yang ada di Indonesia, mengantarkan kita pada gerbang duka yang mendalam. Bantuan dari berbagai daerah bahkan luar negeri mengalir untuk membantu para korban bencana tersebut. Dan salah satu usaha yang juga turut membantu dan tergerak adalah penulis-penulis dengan kekuatan penanya, menulis dan menyuarakan kepeduliannya. Buku kedua setelah Himpunan Puisi Padang 7,6 Skala Richter; Suara-Suara Nurani dan Kalbu, menyatukan 25 penulis dalam kebersamaan untuk membantu para korban gempa di provinsi Sumatera Barat. 25 penulis yang datang dari berbagai latar belakang suku, agama, serta ras yang berbeda-beda, bahkan asal negara yang berbeda. Karena buku ini ditulis oleh penulis yang datang dari 3 negara rumpun melayu, Indonesia, Malaysia, Singapura; mereka menyatu menyuarakan kepedulian. Niatan yang sungguh mulia untuk menyumbangkan dengan karya tulis dalam sebuah proyek sastra yang dipimpin oleh seorang sastrawan besar dan terhormat, Leonowens SP. Beliau telah menegakkan kembali tiang sejarah sastra modern untuk kemanusiaan di dunia, khususnya dalam bidang sastra puisi. Puisi-puisi yang menyuarakan rasa kepedulian itu menyadarkan kita akan arti pentingnya rasa solidaritas dan kebersamaan dalam membantu para korban gempa bisa dengan apa saja, utamanya dengan kemampuan yang kita miliki, sekecil apapun itu. Hal-hal yang besar, selalu akan dimulai dengan hal-hal yang kecil. Dan kekuatan yang tak terkira tentu saja kita tidak bisa sangka bahwa langkah kecil yang kita sumbangkan begitu berarti nantinya dan menjadi bagian langkah besar yang ada. Pembangunan kembali paska gempa, memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, proyek jangka panjang seperti halnya pembuatan buku yang punya masa terbit lebih dari setahun, diharapkan akan menjadi salah satu yang nantinya bisa membantu secara berkesinambungan, meskipun saat ini mungkin nilai nominal yang disumbangkan belum bisa dibilang besar. Namun semangat untuk membantu tentu tidak menutup kemungkinan akan membuka langkah-langkah lain yang nantinya bisa berarti kelak di kemudian hari, entah apapun itu. Yang terpenting, kita memiliki dasar untuk selalu mau berbagi pada sesama yang membutuhkan. Karena tanpa dasar itu, tentu kita tidak akan pernah bisa sepenuhnya rela membantu orang lain yang sedang kesusahan. Semangat berbagi itu, dapat kita rasakan dalam buku Suara-Suara Nurani dan Kalbu. Goresan-goresan pena yang begitu menyentuh, ada dalam setiap bait-bait puisi dalam buku ini. Mengajak kita untuk selalu ingat akan cinta kasih dan peduli terhadap sesama yang membutuhkan. Sebagaimana kita ketahui pembangunan paska gempa tidak hanya membutuhkan materil akan tetapi juga moril. Mari bagikan semangat untuk orang-orang terdekat kita, agar mereka bisa merasakan bahwa dalam hidup ini ada orang-orang yang peduli akan nasib orang lain yang memang tengah membutuhkan.*** http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-30078/suara-suara-nurani-dan-kalbu.html
