Salam Kriteria kotanya yang seperti apa dulu. Apakah hanya terbatas urban 100%, atau termasuk sub-urban, atau definisi kota secara administratif.
Saya kira sudah beberapa yang menyentuh, seperti rekan-rekan Yogya yang memantau Peregrine Falcon. Alap-alap sapi juga banyak yang memantau. Di semarang cukup lama terdata, bersarang di pusat kota. Tahun 2006 kemarin masih teramati di pusat kota. Kalau sub-urban masuk, lebih banyak lagi. Di Semarang tak hanya Bido yang rutin ada, bahkan Brontok dan Hitam kadang di wilayah "kota" juga. Untuk raptor nokturnal, khususnya Serak Jawa / Tyto, rekan-rekan Haliaster di Semarang sudah cukup intens dan lama meneliti. Pemantauan dilakukan di kompleks kampus Undip. Sejak medio 2005 hingga akhir 2006 kemarin, masih secara rutin memonitor populasi, yang dilakukan tiap 2 minggu sekali. Untuk data populasi sudah ada lumayan lengkap selama 1 tahun ini. Disamping populasi, juga diamati juga aspek perilaku berbiaknya. Sudah lumayan koleksinya, foto, film, dan 2 spesimen.. Kang Bas --- mohamad fadli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ayo2 siapa mau join n konsep bersama pola konservasi > raptor di daerah perkotaan terlebih dengan adanya > jenih raptor malam, ituloh burung hantu di kota > belum > ada yang meneliti kan? kalau di eropa keberadaan > mereka sangat erat dengan populasi tikus, sehingga > mereka dapat menjadi pengendali hayati tikus (yg > bisa > jadi vektor penyakit). Selain itu burung hantu juga > memiliki suara yang khas seperti nyanyian "burung > hantu". > > salam ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
