Mas Bas yang baik, saya sudah lama sekali tidak pernah memberi komentar di milis ini, tetapi sekarang setelah membaca milismu ini, gak tahan aku! Mereka itu(developer +pemda dan sekutunya) memang bajingan semua!! Masih beruntung mas Bas dapat cerita dari orang orang tua sekitar, lha cucu sampean?? Saya melihat dengan mata kepala bagaimana Redjo tangan sekarang!! Kasiaaaan dech cucuku!!
----- Original Message ----- From: Karyadi Baskoro To: [email protected] Sent: Monday, April 02, 2007 4:07 PM Subject: Re: [SBI-InFo] si merak air Salam Saya berharap Rawa Jombor masih akan bertahan terus, dengan tanaman airnya. Sayang kalau sampai rawa ini punah (karamba, rumah makan, eutrofikasi, pendangkalan) Sebenarnya di semarang juga ada spot menarik, di tengah kampung, dekat kampus. Berupa rawa persawahan, yang banyak dihuni burung air, termasuk dikunjungi Sepatu teratai ini. jaraknya yang sangat dekat (hanya 10 menit dari rumah), menjadikan tempat istimewa (ngirit). Namun sayang, gelombang kapitalisme sedikit demi sedikit menggempur rawa ini, menuju ambang kepunahan. Saat ini reklamasi kembali dilanjutkan, untuk real estate mewah. Mandar yang biasanya banyak bersarang mulai berkurang jumlahnya. Sepatu teratai juga tak singgah lagi, tak seperti tahun kemarin.... Sungguh sayang, disamping faunanya, secara geologi sebenarnya rawa ini menarik. Kalau melihat di Google Earth, nampak dahulunya ini adalah danau purba (7.03.53.46 S - 110.26.01.47 E), dengan outlet berupa sungai besar (7.06.00.20 S - 110.27.54.81 E), yang berujung masuk ke danau lain yang jauh lebih besar (sekarang sudah kering). Nampaknya dulu danau ini disumbat, dikurangi airnya, dijadikan rawa persawahan. Menurut cerita orang2 tua di kampung, dahulu orang biasa berperahu menyeberang danau untuk ke desa seberang. Sekarang sudah tidak ada satu pun budaya perahu di "dataran tinggi" tembalang. Sudah punah. Yang akan disusul punahnya lahan basah itu.... Nasibnya seperti Redjo Tangan....... Kang Bas --- imam rahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Masih melalui teknik meng-capture. > > Si merak air ini terbilang eksotis. Pak MacKinon > bilang, dia pengunjung tetap yang jarang ke Sumatera > serta Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Bali > cuma > tercatat sekali. Di Rawa Jombor ini, tiap musim > migrasi kita bisa ketemu burung ini (insya allah)... __________________________________________________________ Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.24/741 - Release Date: 3/31/2007 8:54 PM
