Weleh-weleh,
Bisik-bisik tetangga nih ya kang Ijo, yang punya license
katanya di Indonesia cuman dua. Tapi yang mau melakukan
pencincinanya ternyata banyak.
Gimana yah,
he-he
wilson
--- Rudyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hayaaaah,
>
> begini saja kok rame ya?
> oh ya numpang tanya .... ada yang punya banding license?
>
> Rudy
>
> On Wednesday ,19 Sep 2007, at 2:46 PM, yus wrote:
>
> >
> > Teman-teman,
> >
> >
> >
> > Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang sudah
> mulai berdiskusi
> > mengenai penandaan burung migran di Indonesia. Ini
> semakin membuka
> > mata kita bahwa kita di Indonesia memerlukan otoritas
> tertentu yang
> > bisa memfasilitasi sekaligus mendistribusikan informasi
> mengenai
> > penggunaan penanda pada burung migran. Sejauh ini,
> rasanya kita
> > sepakat untuk menggunakan IBBS sebagai otoritas
> tersebut.
> >
> >
> >
> > Apa yang disampaikan oleh Iwan Londo memang betul bahwa
> warna yang
> > dipakai untuk Sumatra sudah diterima untuk dipakai
> secara
> > internasional, sementara yang di Jawa juga sudah
> disetujui karena
> > pernah digunakan untuk menandai lebih dari 1000 ekor
> burung migran
> > di Indramayu/Cirebon. Saya dan Bung Didi terlibat
> didalamnya,
> > sekitar awal tahun 1990an. Hanya saja, apa yang
> disampaikan oleh
> > Mas Iwan itu adalah mengikuti apa yang saat ini berlaku
> dan dipakai
> > oleh East Asia - Australasian Flyway comittee yang
> merupakan
> > kesepakatan dengan Scheme yang ada di negara
> masing-masing. Jadi,
> > nantinya, kalau IBBS sudah jadi dan fungsional, maka
> yang akan
> > menggunakan tanda tersebut di Indonesia (bisa peneliti
> lokal maupun
> > dari luar) daftar ke IBBS, untuk kemudian IBBS
> mengalokasikan warna
> > tertentu setelah berkomunikasi dengan EAAF comittee
> tersebut.
> > Saya menduga, GAINS menghubungi langsung ke pihak ABBBS
> karena
> > memang belum ada otoritas yang terbentuk di Indonesia.
> Untuk
> > penggunaan warna di Jawa, sementara ini ABBBS
> mempercayakan
> > Wetlands International Indonesia Programme sebagai
> pangkalan
> > untuk memperoleh penandanya. Pihak yang berminat untuk
> memperoleh
> > penanda bisa memperolehnya melalui WI-IP dengan mengisi
> formulir
> > yang disediakan dan kemudian membuat laporan
> penggunaannya.
> > Kedepan, fungsi ini harus diambil alih oleh IBBS.
> >
> >
> >
> > Saya memahami kekhawatiran Bung Wishnu mengenai
> kepusingan yang
> > akan terjadi karena banyaknya peminat yang akan
> menggunakan warna.
> > Saya kira ini tantangan yang harus dijawab oleh kita
> semua, melalui
> > IBBS. Saya kira, selama IBBS belum bisa mengeluarkan
> cincin dan
> > tanda sendiri, maka salah satu fungsi yang bisa
> dijalankan adalah
> > sebagai media fasilitator untuk menyebarkan informasi
> SEMUA
> > kegiatan penandaan burung di Indonesia (burung air &
> non-burung
> > air; migran maupun residen), darimanapun sumber cincin
> dan penandanya.
> >
> >
> >
> > Saya sangat menghargai upaya Mas Iwan untuk
> menginformasikan
> > rencana penandaan mereka. Demikian juga untuk Mas Ige
> (YKI) dkk.
> > yang kalau tidak salah juga akan menggunakan warna Jawa
> untuk
> > kegiatan NAMRU tahap 2. Apakah sudah dapat Darvic-nya
> Mas? Maaf
> > kemarin saya tidak terlalu fokus, karena Ferry yang
> menangani
> > urusan distribusi darvic tersebut.
> >
> >
> >
> > Nampaknya kita sudah menuju jalan yang benar, dan
> mudah-mudahan
> > mimpi Bung Wilson untuk punya IBBS yang efektif dan
> fungsional bisa
> > segera terwujud. Rasanya tidak ada lasan untuk tidak
> mendukung
> > gagasan tersebut.
> >
> >
> >
> > Salam,
> >
> > Yus
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Proyek Kombinasi Baru Pemasangan Bendera Berukir di
> Chongming Dongtan
> >
> >
Selama pelaksanaan program pencincinan ini kami
> telah mencincin
> > sebanyak 10.060 burung pantai, dan beberapa burung
> Camar, dimana 9.700
> >
> > ekor diantaranya diberi bendera hitam diatas putih.
> Meskipun burung
> > yang berbendera dapat memperlihatkan dimana mereka
> ditangkap dan
> > diberi cincin, tetapi tidak
> >
> > bisa menunjukan individu yang mana dan kapan diberi
> tandanya. Untuk
> > mengatasi hal tersebut, belakangan ini telah
> dikembangkan pemberian
> > hurup-nomor yang
> >
> > ditambahkan dengan gabungan huruf dan nomor yang diukir
> pada
> > bendera tersebut, sehingga kemudian bisa diidentifi
> kasi hanya
> > dengan menggunakan teropong atau
> >
> > teleskop. Metoda baru ini telah terbukti cukup efektif
> dijalankan
> > oleh Australasian Wader Study Group, Taiwan Wader Study
> Group dan
> > Alaska Shorebird Group, dan
> >
> > banyak diantara jenis burung tersebut terlihat di
> daratan Cina.
> >
> >
> >
> > <image002.gif>
> > Kami memutuskan untuk menggunakan bendera berukir huruf
> nomor di
> > Cagar Alam Chongming Dongtan dengan menggunakan huruf
> nomor
> > berwarna hitam diatas
> >
> > bendera warna putih. Meskipun demikian, kadang-kadang
> bendera
> > tersebut tersamar oleh warna bulu. Oleh karena itu,
> kami sedang
> > mengusulkan untuk membalik warnanya
> >
> > dimana warna putih diletakan dibawah warna hitam. Pada
> bulan April
> > tahun ini kami mulai menggunakan kombinasi bendera baru
> tersebut
> > dan pada tanggal 11
> >
> > April 2006 dimana kami memberikan tanda pada burung
> pantai pertama
> > dengan tanda A1. Burung Kedidi besar ini merupakan
> individu
> > pertama yang ditandai dengan metoda
> >
> > baru ini di daratan Cina. Kami merencanakan untuk
> memanfaatkan
> > metoda baru ini pada setidaknya lima jenis burung
> pantai yang bisa
> > kami tangkap pada musim ini, dan
> >
> > diharapkan metoda yang efi sien ini dapat digalakan
> untuk digunakan
> > pada lebih banyak jenis dimasa mendatang. Kami berharap
> bahwa lebih
> > banyak orang yang bisa melihat
>
=== message truncated ===
Wilson Novarino
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas
Kampus Limau Manis Padang,Sumatera Barat
Indonesia. 25163.
P.O. BOX 093 Padang
phone : 062 0751 777425/ 0751 497952
fax : 062 0751 71343
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/