Atau lebih tepatnya pernah punya, karena kalau nggak dipake katanya hangus . Jadi, ayo kita bikin SIM (Surat Ijin Mencincin) sendiri. Ayoooo . mencincin Yus _____
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of wilson novarino Sent: Thursday, September 20, 2007 4:08 PM To: [email protected] Subject: Re: [SBI-InFo] Bendera warna Weleh-weleh, Bisik-bisik tetangga nih ya kang Ijo, yang punya license katanya di Indonesia cuman dua. Tapi yang mau melakukan pencincinanya ternyata banyak. Gimana yah, he-he wilson --- Rudyanto <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rudyanto%40sbi-info.org> info.org> wrote: > Hayaaaah, > > begini saja kok rame ya? > oh ya numpang tanya .... ada yang punya banding license? > > Rudy > > On Wednesday ,19 Sep 2007, at 2:46 PM, yus wrote: > > > > > Teman-teman, > > > > > > > > Saya ucapkan selamat kepada teman-teman yang sudah > mulai berdiskusi > > mengenai penandaan burung migran di Indonesia. Ini > semakin membuka > > mata kita bahwa kita di Indonesia memerlukan otoritas > tertentu yang > > bisa memfasilitasi sekaligus mendistribusikan informasi > mengenai > > penggunaan penanda pada burung migran. Sejauh ini, > rasanya kita > > sepakat untuk menggunakan IBBS sebagai otoritas > tersebut. > > > > > > > > Apa yang disampaikan oleh Iwan Londo memang betul bahwa > warna yang > > dipakai untuk Sumatra sudah diterima untuk dipakai > secara > > internasional, sementara yang di Jawa juga sudah > disetujui karena > > pernah digunakan untuk menandai lebih dari 1000 ekor > burung migran > > di Indramayu/Cirebon. Saya dan Bung Didi terlibat > didalamnya, > > sekitar awal tahun 1990an. Hanya saja, apa yang > disampaikan oleh > > Mas Iwan itu adalah mengikuti apa yang saat ini berlaku > dan dipakai > > oleh East Asia - Australasian Flyway comittee yang > merupakan > > kesepakatan dengan Scheme yang ada di negara > masing-masing. Jadi, > > nantinya, kalau IBBS sudah jadi dan fungsional, maka > yang akan > > menggunakan tanda tersebut di Indonesia (bisa peneliti > lokal maupun > > dari luar) daftar ke IBBS, untuk kemudian IBBS > mengalokasikan warna > > tertentu setelah berkomunikasi dengan EAAF comittee > tersebut. > > Saya menduga, GAINS menghubungi langsung ke pihak ABBBS > karena > > memang belum ada otoritas yang terbentuk di Indonesia. > Untuk > > penggunaan warna di Jawa, sementara ini ABBBS > mempercayakan > > Wetlands International Indonesia Programme sebagai > pangkalan > > untuk memperoleh penandanya. Pihak yang berminat untuk > memperoleh > > penanda bisa memperolehnya melalui WI-IP dengan mengisi > formulir > > yang disediakan dan kemudian membuat laporan > penggunaannya. > > Kedepan, fungsi ini harus diambil alih oleh IBBS. > > > > > > > > Saya memahami kekhawatiran Bung Wishnu mengenai > kepusingan yang > > akan terjadi karena banyaknya peminat yang akan > menggunakan warna. > > Saya kira ini tantangan yang harus dijawab oleh kita > semua, melalui > > IBBS. Saya kira, selama IBBS belum bisa mengeluarkan > cincin dan > > tanda sendiri, maka salah satu fungsi yang bisa > dijalankan adalah > > sebagai media fasilitator untuk menyebarkan informasi > SEMUA > > kegiatan penandaan burung di Indonesia (burung air & > non-burung > > air; migran maupun residen), darimanapun sumber cincin > dan penandanya. > > > > > > > > Saya sangat menghargai upaya Mas Iwan untuk > menginformasikan > > rencana penandaan mereka. Demikian juga untuk Mas Ige > (YKI) dkk. > > yang kalau tidak salah juga akan menggunakan warna Jawa > untuk > > kegiatan NAMRU tahap 2. Apakah sudah dapat Darvic-nya > Mas? Maaf > > kemarin saya tidak terlalu fokus, karena Ferry yang > menangani > > urusan distribusi darvic tersebut. > > > > > > > > Nampaknya kita sudah menuju jalan yang benar, dan > mudah-mudahan > > mimpi Bung Wilson untuk punya IBBS yang efektif dan > fungsional bisa > > segera terwujud. Rasanya tidak ada lasan untuk tidak > mendukung > > gagasan tersebut. > > > > > > > > Salam, > > > > Yus > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Proyek Kombinasi Baru Pemasangan Bendera Berukir di > Chongming Dongtan > > > > Selama pelaksanaan program pencincinan ini kami > telah mencincin > > sebanyak 10.060 burung pantai, dan beberapa burung > Camar, dimana 9.700 > > > > ekor diantaranya diberi bendera hitam diatas putih. > Meskipun burung > > yang berbendera dapat memperlihatkan dimana mereka > ditangkap dan > > diberi cincin, tetapi tidak > > > > bisa menunjukan individu yang mana dan kapan diberi > tandanya. Untuk > > mengatasi hal tersebut, belakangan ini telah > dikembangkan pemberian > > hurup-nomor yang > > > > ditambahkan dengan gabungan huruf dan nomor yang diukir > pada > > bendera tersebut, sehingga kemudian bisa diidentifi > kasi hanya > > dengan menggunakan teropong atau > > > > teleskop. Metoda baru ini telah terbukti cukup efektif > dijalankan > > oleh Australasian Wader Study Group, Taiwan Wader Study > Group dan > > Alaska Shorebird Group, dan > > > > banyak diantara jenis burung tersebut terlihat di > daratan Cina. > > > > > > > > <image002.gif> > > Kami memutuskan untuk menggunakan bendera berukir huruf > nomor di > > Cagar Alam Chongming Dongtan dengan menggunakan huruf > nomor > > berwarna hitam diatas > > > > bendera warna putih. Meskipun demikian, kadang-kadang > bendera > > tersebut tersamar oleh warna bulu. Oleh karena itu, > kami sedang > > mengusulkan untuk membalik warnanya > > > > dimana warna putih diletakan dibawah warna hitam. Pada > bulan April > > tahun ini kami mulai menggunakan kombinasi bendera baru > tersebut > > dan pada tanggal 11 > > > > April 2006 dimana kami memberikan tanda pada burung > pantai pertama > > dengan tanda A1. Burung Kedidi besar ini merupakan > individu > > pertama yang ditandai dengan metoda > > > > baru ini di daratan Cina. Kami merencanakan untuk > memanfaatkan > > metoda baru ini pada setidaknya lima jenis burung > pantai yang bisa > > kami tangkap pada musim ini, dan > > > > diharapkan metoda yang efi sien ini dapat digalakan > untuk digunakan > > pada lebih banyak jenis dimasa mendatang. Kami berharap > bahwa lebih > > banyak orang yang bisa melihat > === message truncated === Wilson Novarino Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas Kampus Limau Manis Padang,Sumatera Barat Indonesia. 25163. P.O. BOX 093 Padang phone : 062 0751 777425/ 0751 497952 fax : 062 0751 71343 __________________________________________________________ Pinpoint customers who are looking for what you sell. http://searchmarket <http://searchmarketing.yahoo.com/> ing.yahoo.com/
