Terima kasih mas Ige, ucapan selamat datangnya...
saya pingin gabung di milis ini biar dapat banyak info dari temen yang udah
banyak pengalaman lapangan....(kulakan informasi).
menambahi komentar mas Satriya...
memang ada korelasi antara iklim dengan kepadatan (tepatnya mungkin kelimpahan
dan distribusi) burung. Karakter iklim sebenarnya hanya merupakan konsekuensi
dari posisi geografis terhadap matahari sebagai sumber energi. Semakin jauh
dari matahari, semakin sedikit radiasi energi matahari. Negara2 4 musim
biasanya menerima energi matahari lebih sedikit dari tropis, sehingga lebih
sedikit jenis organisme yang bisa survive di negara 4 musim daripada di tropis.
Akibatnya resources (pakan, shelter, breeding site dll) yang tersedia bagi
animal juga lebih sedikit ragamnya drpd tropis (namun bisa jadi kuantitas per
jenisnya lebih banyak). Satwa yang bisa memanfaatkan resources itu juga
terbatas. Sehingga jenis organisme (tidak hanya satwa) di negara 4 musim lebih
sedikit drpd tropis.
Tropis melimpah energi mataharinya, demikian juga resourcesnya, sehingga
organisme yang survive juga lebih banyak. Namun karena faktor kompetisi dan
predasi, organisme harus 'struggle' dengan membentuk niche-nya masing-masing.
Sehingga jumlah jenis tetap banyak namun jumlah individu per jenis lebih
sedikit. Itu mungkin sebabnya mengapa kepadatan populasi di tropis relatif
lebih rendah daripada di negara 4 musim.
Sedangkan korelasi antara ukuran tubuh dengan iklim, saya belum pernah
mengetahui secara jelas. Mungkin karena organisme yang bertubuh besar lebih
mampu beradaptasi.
Itu saja tambahan komentarnya
terima kasih.....
seno
---------------------------------
Lesen Sie Ihre E-Mails jetzt einfach von unterwegs mit Yahoo! Go.