Salam

Manusia yang meneliti pusing berdebat puluhan tahun,
Yang Menciptakan senyum-senyum menyaksikannya...

Burung Bisa Melihat Medan Magnet Bumi

Kamis, 1 Mei 2008 | 22:26 WIB

JAKARTA, KAMIS - Perdebatan panjang selama empat
dekade mengenai kemampuan burung mendeteksi medan
magnet Bumi mulai terkuak sedikit demi sedikit. Para
ilmuwan telah membuktikan rahasianya pada kedua mata
burung yang selama ini dicari-cari.

Penjelasan tentang kemampuan burung mendeteksi medan
magnet memicu perdebatan saat Klaus Schulten dari
Universitas Illinois, AS mengungkapkan pendapatnya
bahwa burung-burung migran pasti memiliki
molekul-molekul di mata atau otak yang peka terhadap
medan magnetik Bumi. Teori ini sudah dipelajari
sekitar empat puluh tahunan, namun tak satu pun
ilmuwan yang berhasil membuktikan adanya molekul
tersebut.

Seperti dilansir jurnal ilmiah Nature, baru-baru ini
para peneliti berhasil menemukan bahwa molekul
tersebut mungkin cryptochrome. Henrik Mouritsen dari
Universitas Oldenburg, Jerman menemukan bahwa protein
tersebut terkandung dalam retina burung migran.
Sel-sel protein juga diketahui aktif setiap petang
menjelang saat burung tersebut tidak dapat
mengandalkan cahaya untuk melihat benda-benda di
sekitarnya.

Selama ini, cryptochrome banyak diketahui sebagai
jenis protein yang sensitif terhadap cahaya. Protein
ini diketahui berperan dalam mengatur jam biologi,
seperti pengaturan tahap pertumbuhan pada tanaman dan
waktu kawin.

Membuat tiruan bahkan menemukan protein cryptochrome
tergolong sulit. Jadi, untuk mempelajarinya, digunakan
senyawa yang memiliki sifat mirip yakni CPF
(carrotenoid-porphyrin-fullerene). Jika diberi medan
magnet, meskipun sangat kecil, senyawa ini bereaksi
dengan melepaskan dua jenis radikal bebas.

Kolega Mouritsen, Peter Hore dari Universitas Oxford
dapat mengatur konsentrasi radikal bebas sesuai medan
magnet yang dipaparkan. Ia berpendapat, cryptochrome 
pada burung mungkin diaktifkan cahaya biru yang muncul
saat senja dan mulai bekerja dengan mekanisme
pelepasan radikal bebas tersebut untuk melihat medan
magnet Bumi.

Namun, bagaimana burung mendeteksi medan magnet Bumi
masih menjadi bahan perdebatan baru. Mouritsen yakin
mata burung memiliki lapisan penglihatan ganda. Saat
protein diaktifkan, layar visual akan berubah menjadi
semacam panel radar yang akan melihat garis-garis
medan magnet Bumi seperti pada pesawat.

Sumber : NewScientist


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke