ikut nimbrung juga ah...topik daging punai...hmm enak gak iya??boleh gak ya??
Punai goreng..kalo ditanya enak apa nggak.....hmmm yg pasti uenak mbak2 n mas2...apalagi setelah ku searching di internet tentang restoran yg menyajikan menu daging khusus dari berbagai kelas burung....semuanya rata-rata menjadikan menu daging punai adalah menu paling banyak digemari, karena kata konsumen yg sudah menyantap Treron spp ini "muantap tenan, gurih saat disajikan dalam bentuk goreng, n 1 porsi gak cukup (abis kecil sih)...dll loh kebanyakan", hasil penelusuran juga rata-rata spesies Treron ini juga dijadikan sbg salah satu satwa yg sering dijadikan bahan buruan untuk tambahan lauk, dijual, dll. menanggapi topik ini....hm akupun gak ahli dalam kelas Aves, namun aku setuju dengan pendapat mas asman Adi si pengamat raptor ini, so menurutku masyarakat perkotaan n desa hutan sudah terbiasa menjadikan si Treron imut ini sebagai penambah lauk, penambah citra rasa kelezatan makanan ataupun lainnya.... namun yg jadi pertanyaan sederhana namun perlu dana yg cukup lumayan untuk menjawab pertanyaan ini adalah jenis Treron apakah yg paling sering dikonsumsi masyarakat perkotaan?apa penyebabnya?dan bagaimanakah status konservasinya (apakah masuk PP No.7 Tahun 1999, tercatat tidak dalam Red List of Threatened Species IUCN, serta terdaftar tidak dalam Lampiran CITES (APPENDIX) ). Dijadikan bahan skripsi ajja kali ya??sembari wisata kuliner kali?? Sedikit diskusi n rekomendasi sederhana, Mungkin kita bisa mulai dari yg kecil, yaitu dari diri kita dan kawan2 terdekat ataupun keluarga kita untuk mengurangi ataupun tidak menjadikan satwa liar sebagai bahan makanan kita/lauk tambahan/penghias keegoisan kita untuk menjadikan satwa liar yg seharusnya mereka dapat hidup bebas di alam namun justru terperangkap dlm ruang sempit di sangkar ataupun kerangkeng T_T. Maaf terlalu bersemangat ngomongnya ^_^ Best A.S. ----- Original Message ---- From: Asman Adi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, May 17, 2008 1:14:16 PM Subject: Re: [SBI-InFo] Punai Ikut nimbrung untuk menanggapi tentang Punai goreng,... Kalau bilang boleh atau enggak dan enak atau enggak dimakan, bagi para penggemar burung goreng, si penikmat itu pastri akan langsung menjawab dengan lantang" Enak mbak! mak nyos! bumbunya terasa banget"( kayak di wisata kuliner gitu deh).... Tapi bagi para pecinta satwa khususnya burung, itu jelas2 tidak boleh. dan menurut saya pribadi itu juga tidak boleh. Emang se, jaman sekarang apa saja bisa dijadikan uang. salah satunya ya itu. PUNAI GORENG. tanpa kita sadari nantinya punai itu juga bisa hilang kalau terus2an ditangkap untuk dijadikan menu santapan sehari-hari. BUkan cuma punai goreng yang di tawarkan di jakarta. Dulu, mungkin sekitar dua tahun yang lalu, di daerah JL. Benda Raya, Jakarta barat yang menuju bandara hampir tiap malam ada yang jualan Kowak malam abu goreng. kadang juga ada jenis burung air lainya. Kalau saya ngelihatnya lebih ke hak hidup si burung itu sendiri. Mereka yang diciptakan tuhan itu gak semuanya harus di konsumsi oleh masyarakat. kesejahteraan hidup bukan cuma milik manusia, tapi seperti punai dan burung2 lain juga mempunyai hak hidup. Jadi kalau pertanyaannya boleh atau enggak dan enak atau enggak, itu seperti orang yang penasaran dan pengen mencoba( Maaf ya mbak...)... Salam, A. Adi ----- Original Message ---- From: euis damarwati <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Thursday, May 15, 2008 11:53:55 AM Subject: [SBI-InFo] Punai Teman-teman, Di kawasan Jl.Pemuda, Rawamangun, Jaktim ada sebuah Restoran Padang menyediakan punai goreng panas...apakah burung tsb boleh dan enak dimakan? Rasanya kayak apa seh? Kayaknya kasihan bener... Bagaimana komentar teman-teman? Salam, ed
