Halo Bal dan rekan2 Baru bales, sori baru ngeh kalau ada diskusi panjang lebar mengenai spesies ini. Pertama-tama dalam pengembangan DBI no. 2 adalah mengacu pada penamaan spesies oleh Peters. Peters itu memulai untuk membuat penamaan spesies mutakhir pada waktu itu sekitar tahun 1930 kemudian penamaan spesies tersebut diacu pula oleh buku checklist Indonesia yang pertama oleh Andrew tahun 1992.
DBI no. 2 ini memang mengacu pada penamaan spesies Peters dimana pada saat awal proses pembuatannya, kami menggali dan mendeskripsikan kembali spesies - spesies Indonesia dari buku asli Peters yang kemudian dicocokkan dengan buku checklist yang pertama oleh Andrew 1992 terutama dalam penamaan spesies. Tahun 1992-2007 banyak perubahan yang terjadi pada penamaan spesies dan masuknya beberapa puluh spesies yang masuk ke dalam list burung Indonesia, termasuk pula beberapa spesies yang berubah pasca buku checklist yang pertama disebabkan oleh analisa taksonomi terbaru dan semuanya terdeskripsi di dalam publikasi ilmiah dimana publikasi ilmiah itu kami sepakati untuk menerima perubahan tersebut. Tahun 2004, buku penamaan spesies H & M (Howard and Moore) waktu itu sudah terbit dan cukup dibicarakan oleh orang-orang burung waktu itu. Pada saat yang sama pula beberapa pakar burung Indonesia merekomendasikan untuk melihat (pmempelajari) buku penamaan spesies untuk burung seluruh dunia tersebut dan kebetulan kami tim dikirimi satu buku tersebut oleh kolega dan kami mempelajarinya. Sungguh luar biasa ternyata H & M pun juga menggunakan penamaan spesies Peters sebagai landasannya dan lebih mengarahkan pada konsep biologi (morfological concept) dalam memberikan penamaan spesies atau mendeskripsikan spesies, sehingga ide atau pemikiran kami dengan buku tersebut sedikit banyak "klop" atau sepaham. Buku DBI no. 2 memang lebih mengarahkan atau menerima "morfological concept" dalam penamaan spesies meskipun era saat ini sudah mengarahkan pada sistem cladistic dalam penentuan spesies karena memasukkan perbedaan genetik atau DNA untuk membedakan spesies. Buku DBI no. 2 juga mendukung adanya analisa DNA atau genetik dalam membedakan spesies asalkan ada landasan dari ciri morfologi (biologi) yang membedakan tersebut.\ atau analisa DNA sebagai penunjang untuk memperkuat perbedaan morfologi tersebut. Saya lihat bahwa buku MacKinnon juga memasukkan penamaan spesies dari Sibley Monroe yang seringkali melihat faktor DNA sebagai kekuatan utama sehingga sangat mungkin spesies di Indonesia lebih dari 1598 spesies yang tercantum di DBI no. 2 (catatan terakhir 1616 spesies dari Sibley Monroe tahun 2005). dan inipun juga berpengaruh pada penamaan beberapa spesies. Himantopus himantopus, didalam buku Andrew 1992 sudah melakukan "split" antara Sub spesies Himantopus himantopus himantous dengan Himantopus himantopus leucocephalus kedalam Himantopus himantopus dan Himantopus leucocephalus sehingga di Indonesia hanya ada distribusi dari Himantopus leucocephalus saja. sepengetahuan saya (saya belum check di HBW karena da di kantor), jenis Himantopus himantopus terdistribusi di wilayah Eropa dan Afrika dan asia lainnya. H. h. himantopus Linnaeus, 1758, France and Iberia south to sub-Saharan Africa and Madagascar, east to central Asia and northern central China, Indochina, Taiwan, and Indian subcontinent. H. h. leucocephalus Gould 1837, Java east to New Guinea, south to Australia and New Zealand; winters north to Philippines, Greater Sundas, and Sulawesi. White-headed Stilt is a monotypic species known from Indonesia to Australia to New Zealand. cek di http://elibrary.unm.edu/sora/IWSGB/n076/p00040-p00042.pdf http://www.answers.com/topic/black-winged-stilt-1 --- On Thu, 6/5/08, muhammad iqbal muhammad iqbal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: muhammad iqbal muhammad iqbal <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [SBI-InFo] tentang gagang bayem To: [email protected] Date: Thursday, June 5, 2008, 10:28 AM Dear Naring, Diskusi yang menarik....! !!, Mas Londo pernah bilang ke saya ini burung seksi, dan saya setuju itu....., Seperti Mas Indra sy juga dulu skripsinya gara2 Gagang-Bayem Timur/GBT (Himantopus leucocephalus) , yg pernah buat beberapa teman2 saya bingung mengapa skripsi Bayem yang nguji dosen2 Zoologi.... Dalam diskusi seperti ini, betul apa yang dibilang Mas Arnold, ujung2nya "tergantung dasar Referensi" kita, dan akhirnya kita sepakat untuk tidak sepakat. Tapi mungkin Naring ingin tahu apa latar belakangnya sehingga bisa terjadi perbedaan ini.....(Betul tidak....!?! ?!?)... Kemarin ada email Mas Ige yang minta pendapat Mas Wishnu & Bang Feri sebagai penyusun DBI 2, saya juga nunggu nih apa alasannya (kebetulan belum sempat cek DBI 2 karena bukunya tinggal di rumah mertua)..... , tapi saya cek DBI 1 (Andrew 1992) pake nama Himantopus leucocephalus. Dan saya lebih setuju untuk pake nama Himantopus leucocephalus, karena skripsi saya pake H. leucocephalus (mazhab Mackinnon... .:). Saya kira sebagai orang Wetland Bang Feri juga setuju !?!?!?....., karena di Waterbird Population Estimate 2006 (149) yang dipakai nama H.leucocephalus (Australian Black-winged Stilt). Birdlife International 2008 juga pake nama H. leucocephalus (White-headed Stilt) lihat http://www.birdlife .org/datazone/ species/index. html?action= SpcHTMDetails. asp&sid=3102&m=0 Jadi, Selamat memilih ...........! ?!?!? Salam dari Palembang, Iqbal --- On Wed, 6/4/08, sunaring kurniandaru <naring_bobo@ yahoo.com> wrote: From: sunaring kurniandaru <naring_bobo@ yahoo.com> Subject: Re: [SBI-InFo] tentang gagang bayem To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Wednesday, June 4, 2008, 7:29 PM Thanks kawan... emang banyak penamaan yang berbeda antara Mickinon dan DBI no2 okay, kita coba ikut DBI no 2.......atau cheklist no.2 he..he...yang terbaru dan made in Indonesia sepakat sama mas Indra, bisa didiskusikan bareng penyusunnya. .....dan kayaknya banyak yang perlu di diskusikan.. ... thanks Salam Naring Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
