Siippp.....wah sori Kang...teryata udah dijawab disini.....ya..ya..sudah cukup menjelaskan....thanks ya....
Buat Bang Iqbal...wah..keluarga besar pengamat burung nih...sampai buku DBI di tempat mertua hehehehe......sukses selalu Bang.... ige On 6/6/08, Wishnu Sukmantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Halo Bal dan rekan2 > > Baru bales, sori baru ngeh kalau ada diskusi panjang lebar mengenai spesies > ini. Pertama-tama dalam pengembangan DBI no. 2 adalah mengacu pada penamaan > spesies oleh Peters. Peters itu memulai untuk membuat penamaan spesies > mutakhir pada waktu itu sekitar tahun 1930 kemudian penamaan spesies > tersebut diacu pula oleh buku checklist Indonesia yang pertama oleh Andrew > tahun 1992. > > DBI no. 2 ini memang mengacu pada penamaan spesies Peters dimana pada saat > awal proses pembuatannya, kami menggali dan mendeskripsikan kembali spesies > - spesies Indonesia dari buku asli Peters yang kemudian dicocokkan dengan > buku checklist yang pertama oleh Andrew 1992 terutama dalam penamaan > spesies. Tahun 1992-2007 banyak perubahan yang terjadi pada penamaan spesies > dan masuknya beberapa puluh spesies yang masuk ke dalam list burung > Indonesia, termasuk pula beberapa spesies yang berubah pasca buku checklist > yang pertama disebabkan oleh analisa taksonomi terbaru dan semuanya > terdeskripsi di dalam publikasi ilmiah dimana publikasi ilmiah itu kami > sepakati untuk menerima perubahan tersebut. > > Tahun 2004, buku penamaan spesies H & M (Howard and Moore) waktu itu sudah > terbit dan cukup dibicarakan oleh orang-orang burung waktu itu. Pada saat > yang sama pula beberapa pakar burung Indonesia merekomendasikan untuk > melihat (pmempelajari) buku penamaan spesies untuk burung seluruh dunia > tersebut dan kebetulan kami tim dikirimi satu buku tersebut oleh kolega dan > kami mempelajarinya. Sungguh luar biasa ternyata H & M pun juga menggunakan > penamaan spesies Peters sebagai landasannya dan lebih mengarahkan pada > konsep biologi (morfological concept) dalam memberikan penamaan spesies atau > mendeskripsikan spesies, sehingga ide atau pemikiran kami dengan buku > tersebut sedikit banyak "klop" atau sepaham. Buku DBI no. 2 memang lebih > mengarahkan atau menerima "morfological concept" dalam penamaan spesies > meskipun era saat ini sudah mengarahkan pada sistem cladistic dalam > penentuan spesies karena memasukkan perbedaan genetik atau DNA untuk > membedakan spesies. Buku DBI no. 2 juga mendukung adanya analisa DNA atau > genetik dalam membedakan spesies asalkan ada landasan dari ciri morfologi > (biologi) yang membedakan tersebut.\ atau analisa DNA sebagai penunjang > untuk memperkuat perbedaan morfologi tersebut. > > Saya lihat bahwa buku MacKinnon juga memasukkan penamaan spesies dari > Sibley Monroe yang seringkali melihat faktor DNA sebagai kekuatan utama > sehingga sangat mungkin spesies di Indonesia lebih dari 1598 spesies yang > tercantum di DBI no. 2 (catatan terakhir 1616 spesies dari Sibley Monroe > tahun 2005). dan inipun juga berpengaruh pada penamaan beberapa spesies. > > Himantopus himantopus, didalam buku Andrew 1992 sudah melakukan "split" > antara Sub spesies Himantopus himantopus himantous dengan Himantopus > himantopus leucocephalus kedalam Himantopus himantopus dan Himantopus > leucocephalus sehingga di Indonesia hanya ada distribusi dari Himantopus > leucocephalus saja. sepengetahuan saya (saya belum check di HBW karena da di > kantor), jenis Himantopus himantopus terdistribusi di wilayah Eropa dan > Afrika dan asia lainnya. > > *H. h. himantopus* Linnaeus, 1758, France and > Iberia<http://www.answers.com/topic/iberian-peninsula>south to sub-Saharan > Africa <http://www.answers.com/topic/sub-saharan-africa> and > Madagascar<http://www.answers.com/topic/madagascar>, > east to central Asia <http://www.answers.com/topic/asia> and northern > central China, Indochina, Taiwan, and Indian > subcontinent<http://www.answers.com/topic/subcontinent>. > *H. h. leucocephalus* Gould 1837, > Java<http://www.answers.com/topic/java-programming-language>east to New > Guinea <http://www.answers.com/topic/papua-new-guinea>, south to Australia > and New > Zealand<http://www.answers.com/topic/australia-and-new-zealand-relations-with>; > winters north to Philippines, Greater Sundas, and > Sulawesi<http://www.answers.com/topic/sulawesi> > . > > White-headed Stilt is a monotypic species known from > Indonesia<http://www.birdforum.net/opus/Indonesia?bird_birdforum_o__session=39cba66362d5efe023ccce44d4d2e795>to > Australia<http://www.birdforum.net/opus/Australia?bird_birdforum_o__session=39cba66362d5efe023ccce44d4d2e795>to > New > Zealand<http://www.birdforum.net/opus/New_Zealand?bird_birdforum_o__session=39cba66362d5efe023ccce44d4d2e795> > . > > > cek di http://elibrary.unm.edu/sora/IWSGB/n076/p00040-p00042.pdf > http://www.answers.com/topic/black-winged-stilt-1 > > > > > > --- On *Thu, 6/5/08, muhammad iqbal muhammad iqbal <[EMAIL PROTECTED]>*wrote: > > From: muhammad iqbal muhammad iqbal <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [SBI-InFo] tentang gagang bayem > To: [email protected] > Date: Thursday, June 5, 2008, 10:28 AM > > Dear Naring, > > > > Diskusi yang menarik....! !!, Mas Londo pernah bilang ke saya ini burung > seksi, dan saya setuju itu....., Seperti Mas Indra sy juga dulu skripsinya > gara2 Gagang-Bayem Timur/GBT (Himantopus leucocephalus) , yg pernah buat > beberapa teman2 saya bingung mengapa skripsi Bayem yang nguji dosen2 > Zoologi.... > > > > Dalam diskusi seperti ini, betul apa yang dibilang Mas Arnold, ujung2nya > "tergantung dasar Referensi" kita, dan akhirnya kita sepakat untuk tidak > sepakat. Tapi mungkin Naring ingin tahu apa latar belakangnya sehingga bisa > terjadi perbedaan ini.....(Betul tidak....!?! ?!?)... > > > > Kemarin ada email Mas Ige yang minta pendapat Mas Wishnu & Bang Feri > sebagai penyusun DBI 2, saya juga nunggu nih apa alasannya (kebetulan belum > sempat cek DBI 2 karena bukunya tinggal di rumah mertua)..... , tapi saya > cek DBI 1 (Andrew 1992) pake nama Himantopus leucocephalus. Dan saya lebih > setuju untuk pake nama Himantopus leucocephalus, karena skripsi saya pake H. > leucocephalus (mazhab Mackinnon... .:). Saya kira sebagai orang Wetland Bang > Feri juga setuju !?!?!?....., karena di Waterbird Population Estimate 2006 > (149) yang dipakai nama H.leucocephalus (Australian Black-winged Stilt). > Birdlife International 2008 juga pake nama H. leucocephalus (White-headed > Stilt) lihat http://www.birdlife .org/datazone/ species/index. > html?action= SpcHTMDetails. > asp&sid=3102&m=0<http://www.birdlife.org/datazone/species/index.html?action=SpcHTMDetails.asp&sid=3102&m=0> > > > > Jadi, Selamat memilih ...........! ?!?!? > > > > Salam dari Palembang, > > Iqbal > --- On *Wed, 6/4/08, sunaring kurniandaru <naring_bobo@ yahoo.com>* wrote: > > From: sunaring kurniandaru <naring_bobo@ yahoo.com> > Subject: Re: [SBI-InFo] tentang gagang bayem > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Date: Wednesday, June 4, 2008, 7:29 PM > > > Thanks kawan... > emang banyak penamaan yang berbeda antara Mickinon dan DBI no2 > okay, kita coba ikut DBI no 2.......atau cheklist no.2 he..he...yang > terbaru dan made in Indonesia > sepakat sama mas Indra, bisa didiskusikan bareng penyusunnya. .....dan > kayaknya banyak yang perlu di diskusikan.. ... > thanks > Salam > Naring > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger . > yahoo.com > > > > > >
