Salam semua..... wah kalau setiap satu minggu ada 3 komentar baru.....bagus juga nih...kira-kira nanti setelah satu tahun bakalan ada 144 anggota milist yang cerita tentang burung yang ada disekitar rumahnya......
atau jangan-jangan tragedi yang dialami mas Hasto itu juga terjadi pada semua anggota milist ya.....? jangan-jangan saat ini burung lebih nyaman di kota daripada di desa....atau paling tidak kota yang agak di desa (sub urban) kali ya...??......walah semengerikan inikah ? mendingan ngeri malem-malem dengerin suara "kukuk beluk" atau dengerin suara motor dan mobil yang setiap saat melintas....?. Bang Iqbal....wah...nice pick nih....trimakasih....disekitar rumah bang Iqbal masih ada layang-layang asia, bentet, caladi ulam, sama bondol ya..... wuih...asyik bener nih rumahnya..... Bang Ferry...makasih info teknik pemeliharaannya.... mas Hasto trimakasih cerita masa kecilnya.....bagus banget !!.... masih ada yang lain ? monggo silahkan terus berbagi...... ige 2008/7/5 Hasto P Irawan <[EMAIL PROTECTED]>: > Sebelomnya gw mo komentar soal foto bango tongtong kang bas, kayaknya > itu bango di kebun binatang kaleee.. soalnya sekelilingnya rumput rapi, > seperti bukan habitat bangau:) > > > > Burung2 yg ada di sekitar rumah?? Oke deh gw mo cerita burung2 di sekitar > rumah gw (tepatnya rumah ortu gw) di kampung di pinggiran sebuah kota kecil > di Jateng, secara gw sekarang tinggal di jakarta. Rumah kuno dengan delapan > kamar yg dulu pernah ditinggali seluruh anggota keluarga yg berjumlah 14 > orang (bapak-ibu, sembilan anak, dua pembantu, dan satu orang adik ibu yg > tinggal bersama kami) > > > > Gw mulai dari burung2 yg kecil yaa.. > > Di kebun samping rumah, ada pohon kelapa genjah, di situ banyak > bergelantungan sarang manyar (*Ploceus manyar*), yg dibuat dari anyaman > rumput bulat seperti bola yg tertutup di atas, dengan corong tempat keluar > masuk yg memanjang ke bawah. Satu pohon kelapa itu biasanya ada 4-5 sarang. > Trocokan (*Pycnonotus goiavier*) sesekali singgah, tapi tak bersarang di > kebun itu. > > > > Di halaman depan, ada cemara hias kerdil. Kalau pagi, burung2 bondol > (*Lonchura > maja*) riuh datang dan pergi karena bersarang di situ, dengan ketinggian > cuma 3 meteran dari tanah. Juga pipit jawa (*Lonchura leicogastroides*). > > > > DI pekarangan belakang, yg penuh dgn rumpun bambu dan pepohonan buah dan > selalu teduh sepanjang siang, dimana juga terdapat kandang2 sapi dan kerbau, > pohon sawo tua raksasa, anak2 seringkali bercanda memanggil si kepodang > (*Oriolus > chinensis*) yg dalam lidah lokal disebut "pudang". Anak2 akan berseru > "*pudang-pudang > utange piro*? (pudang utangnya berapa?)" Yg segera dijawab oleh si pudang > dengan "pitungpuluh" (tujuh puluh), karena siulan si kepodang memang mirip > ucapan "pitungpuluh" he he he...Kreatif juga si anak anak:). Seringkali > juga, salah satu Kakak saya "mengunduh" anakan perkutut dari sarangnya di > pucuk2 bambu yg tinggi untuk dilatih bersuara bagus, tapi selalu gagal. > > > > Ketika lewat tengah hari, suara panggilan kedasih (*Cacomantis merulinus*) > dengan nadanya yg memilukan dan menyiratkan kesedihan itu, sering terdengar > dari pekarangan belakang. Suara panggilannya yg khas itu memang bikin > ngelangut dan sedih hati yg mendengarnya. itu sebabnya orang inggris > menamakan si kedasih sebagai *plaintive cuckoo* alias si cuckoo yang > sedih-murung (*plaintive*). > > > > DI tepi kolam ikan gurame persis di belakang rumah, ada pohon nangka besar. > pohon nangka itu hanya beberapa meter dari jendela kamar biasa aku tidur. > Kalo malam, hampir selalu ada suara burung hantu (dalam lidah lokal disebut > "kokok beluk"), yg bikin suasana malam jadi *eerie* dan sedikit > sereem...hiiiiii. Sementara itu, dederuk jawa sering bertengger dikala siang > di pelepah kelapa tinggi menjulang yg tumbuh di ujung timur kolam ikan. Di > waktu2 tertentu yg jarang terjadi, beberapa burung gagak (*Corvus > macrorhynchos*) yang nyaris sebesar elang juga berkelepakan di pelepahnya, > berkaok2 riuh dengan suaranya yg serak dan buruk. Dan orang2 tua pun bilang > bahwa itu pertanda akan datang berita buruk/kematian. > > > > Sepelemparan batu dari rumah, di kebun yg luas di sebelah timur rumah milik > kakekku, dimana terdapat kuburan kuda milik keluarga, ada beberapa pokok > bayur tinggi menjulang. di waktu2 tertentu yg jarang juga terjadi, elang > hitam melayang2 rendah nyaris menyentuh pucuk2 bayur, mengintai ayam2 > kampung piaraan penduduk. begitu rendahnya sehingga keliatan betapa besar > dan gagahnya si elang, begitu mayestik, membuat kagum dan terpesona siapa > pun yg memandangnya. sayapun sering terkesima memandangnya dar bawah. > > > > Kalau sudah begitu, biasanya ayam2 akan segera mengeluarkan teriakan2 aneh > (*alarming call*) tanda ada bahaya dan segera berlarian berlindung ke > bawah semak2 begitu terliat kelebat bayangan besar melayang di atas pucuk2 > pepohonan. induk ayam riuh memanggil anak2nya berkumpul. > > > > Hmm betapa indahnya hidup di rumah berbagi tempat dengan burung2, apalagi > burung2 sebesar gagak dan elang... dan kita tak perlu ke hutan atau daerah > terpencil untuk melihatnya... > > > > TAPIIIII, cerita di atas yg gw tulis itu bukan terjadi sekarang. itu semua > terjadi waktu gw masih anak SD, puluhan tahun yg lalu, hiks! > > > > SEKARANG sudah begitu lama sejak terakhir kali burung2 itu hidup bersama > kami. Puluhan tahun yang lalu mereka sudah lenyap. yg tersisa di kampung > kami sekarang cuma beberapa burung gereja kurus jelek yg sesekali terlihat. > bahkan pipit pun yg kecil sulit dijumpai. Apalagi gagak dan elang, keduanya > sudah menjadi bagian dari sejarah yg tak mungkin kembali. Takkan ada > keajaiban yg bisa mengembalikan mereka ke kampung kami, kecuali kalau ada > mesin waktu untuk membawa kami kembali ke masa silam yg jauh dan nglangut > itu. Hiks! > > > > Sekarang bahkan jauh lebih mudah menemukan burung di metropolitan jakarta > dibanding di kampung kami, bahkan trocokan sekalipun susah ditemui. padahal > di jakarta, ketilang bisa dijumpai dengan mudah. > > > > Kebun di samping rumah tempat manyar dulu biasa bersarang, sekarang sudah > jadi rumah. rumpun2 bambu yg teduh di pekarang belakang sudah lenyap, > berganti dengan rumah2 yg terbuat dari tembok tapi jelek dan tidak estetis, > khas negara dunia ketiga yg *dishevelled* dan *rustic*. Kolam ikan di > belakang rumah sudah lama kering karena sumber air dari sawah di pinggir > desa juga mengering seiring dengan hilangnya sawah. pohon nangka itu sudah > tua dan mati. pucuk2 bayur berganti dengan antena TV dan parabola, sementara > hamparan teduh oleh pepohonan di bawahnya sekarang sudah tertutup rumah2 > sepupu gw. Tak ada lagi tempat untuk burung. dan tak ada lagi pohon2. di > mana2 tembok dan genteng. Kalopun ada pohon, cuma pohon2 jambu ato rambutan > cangkokan yg rendah dan pendek. burung pun tak mungkin mau bersarang di > situ. > > > > Sementara itu, jauh di pinggiran desa, sawah2 yg dulu hijau sudah jadi > kompleks perumahan kelas bawah. Tak seperti kompleks perumahan mewah di > jakarta yg biasanya menyisakan jalur untuk ditanami pohon di pinggiran > jalan2nya, di kompleks perumahan kelas bawah kampung kami tak ada > tempat tersisa untuk menanam pohon. > > > > Kalopun ada pohon, pohon2 itu selalu tumbuh kurus-kerdil dan jelek, dengan > daun2 yg tumbuh jauh lebih kecil dari yg seharusnya karena kekurangan > nutrisi. warnanya pun kusam pucat. Sebabnya, tanah tempat mereka tumbuh > dulunya adalah bekas sawah, yg sudah berabad2 "dieksploitasi", sehingga > sudah kehabisan unsur haranya. Tak seperti di jakarta, dimana pohon2 > cenderung tumbuh besar dan subur meskipun akar2 mereka terkungkung, kepentok > sana-sini oleh pondasi jalan, pondasi bangunan, terpotong oleh proyek > selokan dan got, karena tanahnya bukan bekas sawah. Dan burung2 justru lebih > banyak di metropolitan jakarta ketimbang di kampung kami. Sebuah ironi???? > Mungkin. > > > > Anak2 yg sekarang tumbuh di kampung kami tak lagi bisa bercanda dengan > kepodang, mengunduh sarang bondol dari pohon untuk diberi makan anaknya yg > masih cindil (walo biasanya akhirnya mati karena kurang gizi lantaran cuma > dikasih makan tepung beras dicampur air), atau melihat gagak dan gagahnya > elang. Sekarang anak2 itu cuma bisa dengar cerita tentang mereka, atau > melihat gambar-gambar mereka di buku cerita dan televisi. Hiks. > > > > Hasto P. Irawan > > > > > > > > > > --- On *Wed, 7/2/08, Kutilang Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>*wrote: > > From: Kutilang Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [SBI-InFo] Re: foto rumah > To: [email protected] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Date: Wednesday, July 2, 2008, 9:53 AM > > Setelah hampir lebih dari satu minggu ternyata baru 3 orang yang punya > cerita tentang burung disekitar rumah, Kang Dwi malah nyaranin > riset....bagus juga nih temanya....trimakas ih ya buat kawan-kawan yang > sudah berbagi cerita.... > > > buat Nonie...itu rumah di jakarte' ye ? buat mbak Wulan...wah pasti mess > nya di deket hutan ya....? > > nah, menarik ini dari pak Bas...bayangin kalau jaman dulu, dimana bangau > tong-tong sama (mungkin) jalak uren berkeliaran disekitar rumah ini dapat > terulang kembali sekarang.... .kelihatan kan dari jenis-jenis yang sekarang > berkeliaran disekitar rumah, adalah jenis yang kecil-kecil. ...apa mengkeret > ya ? karna global warming ? halah...wagu. ....hipotesanya. ...!! > > monggo-monggo dilanjut kalau masih ada yang mau urun cerita dan foto > pastinya.... > > trimankasih. ... > ige > > > > 2008/6/25 Kang Bas <[EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]>>: > >> Sampurasun.. . >> >> Ada Pak Lik... Tapi foto jadul (lagi) ki, piye? Laku nggak? Tapi lumayan >> untuk referensi to, bahwa jaman dulu sangat biasa bagi burung untuk >> berkeliaran di rumah orang. >> >> Tidak terbayang bagaimana dahsyatnya jaman dulu, si mbah botak Tongtong >> sangat umum jalan2 di halaman rumah, di Jakarta lho, dulu tapi.... Kalau >> jaman sekarang mimpi kali yee... >> >> Yang foto baru.... bongkar-bongkar gudang dulu ya Pak Lik... >> >> Kang Bas >> --- On *Wed, 6/25/08, Yayasan Kutilang Indonesia <kutilangindonesia@ >> yahoo.com <[EMAIL PROTECTED]>>* wrote: >> >> request for help nih..... >> ada yang punya rumah dan disekitarnya masih bisa kita temui burung ? >> misalnya kutilang atau jenis yang lain..... >> >> nah, kalau ada yang punya rumah dan masih ada burung disekitar rumah nya, >> tolong di kirim foto nya lewat milist ini ya....syukur bisa kelihatan >> landscape rumahnya.... >> >> trims ya.... >> ige >> >> >> > > >
