reintro raptor di monas???

sebetulnya menarik mungkin ya, tapi kayanya kasihan juga kalo reintronya di 
monas, mana raptor pula.
ga bisa bredar jauh, bentar2 nabrak gedung sana, nabrak gedung sini...duh 
kasihan deh kayanya.
kan daerah jelajahnya luas...

tapi mungkin juga raptornya bakalan beradaptasi di kota metropolis ini, jadi 
gaul kali ya...hahahaa......
bakalan sering liat bertengger di puncak monas n pohon2 besi neh.
beuh...asyiiikkk.....

eh..emang muncul wacana ini karena emang beneran mw reintro raptor ya???
roptor mana yg siap release di monas????


salam,
nik




----- Pesan Asli ----
Dari: sunaring kurniandaru <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 31 Juli, 2008 12:39:51
Topik: Re: [SBI-InFo] Reintroduksi raptor yg telah punah, mungkinkah??


mas Hasto....
menarik tuh ide reintroduksi raptor di kota....mungkin aja bisa lha wong 
alap-alap kawah di jogja aja di tengah kota masih bisa bertahan.... ..tinggal 
syarat2 habitatnya kali ya.....atau bikin habitat buatan buat raptornya... 
...kalo pemburu..... ..nah ini PR panjang..kalo semua orang di indonesia dah 
layak pekerjaannya dan makmur semakmur-makmurnya pemburu yang ada paling para 
orang kaya yang hobinya nembak....he. .he...
salam
Naring

--- On Wed, 7/23/08, jihad jiji <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:

From: jihad jiji <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: Re: [SBI-InFo] Reintroduksi raptor yg telah punah, mungkinkah??
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Date: Wednesday, July 23, 2008, 2:56 PM


sebagai sesama yang awam ikutan nimbrung jg aah
kalo saya pengen juga siy kalo bisa ngeliatin si alap-alap capung 
di monas!
cuma ngenes juga kalo inget yang mbak irma bilang 
ntar malah pemburu burung yang lebih banyak nongkrong dimonas..hehehe
soalnya ngeliatin si Sikep Madu Asia terbang rendah di cibubur aja saya udah 
seneng bgt 
 


--- Pada Rab, 23/7/08, Irma Dana <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:

Dari: Irma Dana <[EMAIL PROTECTED] com>
Topik: Re: [SBI-InFo] Reintroduksi raptor yg telah punah, mungkinkah??
Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com
Tanggal: Rabu, 23 Juli, 2008, 2:45 PM


kalo raptor di lepad di Monas...pasti di uber2 sama pemburung burung deh Mas 
Hasto:)
di hutan aja abis di buru, apalagi di tengah kota ya....he...he. ..ini jawaban 
dari orang awam juga lho! 
Ayo teman-teman pencinta raptor...dijawab ya...

peace,
irma


2008/7/23 Hasto P Irawan <hpirawan2005@ yahoo.com>:

Mas2, Mbak2, dan Adik2 para aktivis n ahli perburungan di milis ini (kayaknya 
gw doang ya orang awam yg nyelonong jadi member milis ini?), gw mo nanya, 
mungkin gak sih melakukan reintroduksi (semacam pelepasliaran) spesies burung 
raptor yg telah punah di suatu daerah (dengan melepas burung yg berasal dari 
tempat lain) supaya populasi spesies itu kembali recover di tempat tersebut??

Selama ini gw udah liat berbagai daftar spesies2 burung yg hidup di monas, 
senayan, atau di kota bandung, tak pernah ada satu pun spesies raptor di 
dalamnya. Bahkan di pedesaan pun raptor adalah pemandangan yg sangat langka di 
indonesia, terutama raptor resident, bukan migrant. 

gw pikir para raptor itu tak dijumpai lagi di jakarta semata2 bukan karena daya 
dukung habitatnya tak lagi memadai untuk survival raptor, tapi terutama lagi 
karena campur tangan manusia (ditangkap untuk diperdagangkan, ditembak dll) yg 
menyebabkan kepunahannya. 

Jadi, menurut gw, populasi mereka sebenarnya bisa pulih seandainya ada uluran 
tangan/bantuan manusia. Misalnya dengan mereintroduksi spesies raptor yg 
dulunya ada tapi sekarang telah punah di tempat itu, dgn mendatangkan dari 
tempat lain kemudian dilepas di situ. 

Untuk di kota jakarta, terutama bisa dicoba untuk raptor2 kecil. Kalo raptor 
besar sih  kemungkinan habitatnya memang tak mampu lagi mendukung kelangsungan 
hidupnya, karena ketiadaan mangsa berupa burung2 yg berukuran besar yg tinggal 
di kota. 

(Aneh juga soal ini, padahal di tempat2 lain, raptor besar  semacam Falco 
peregrinus masih banyak bertahan hidup di kota2 besar, misal di kota2 Eropa 
sana. Juga di pedesaan Inggris, menurut video Return of the Eagle Owl keluaran 
BBC, di situ dikatakan rata-rata ada sepasang common buzzard tiap jarak 800 
meter di sana. berarti densitas raptor di sana cukup tinggi)

Memang gw awam dan belom pernah melakukan studi kelayakan apakah habitat 
semacam jakarta masih memungkinkah untuk hidupnya raptor kecil. Tapi saya 
memperkirakan, raptor2 kecil semacam alap2 capung (Microhierax fringilarius) 
pasti bisa bertahan hidup di jakarta, seandainya saja ia dihadirkan kembali. 
Sebab, mangsa yg merupakan makanan alap2 capung masih cukup banyak dan ada 
dimana2 dari kawasan permukiman sampai taman2 kota, misalnya burung gereja 
(Passer montanus) dan berbagai jenis bulbul (kutilang, cerukcuk dll) yg juga 
masih cukup banyak.

Coba bayangin, andai saja si alap2 capung berhasil direintroduksi di kawasan 
Monas or Senayan, maka sembari duduk2 di taman kita bisa menyaksikan atraksi yg 
menarik: alap2 capung mengejar2 atau berburu burung gereja dan bulbul. Asyik, 
kan? Selama ini gw cuma bisa ngeliat foto raptor mini yg imut tapi kekar itu 
memangsa burung2 kecil sembari perching di kabel listrik. tapi itu kayaknya di 
thailand atau malaysia. Gw yakin di jakarta habitatnya juga masih mampu 
mendukung survival si elang kerdil ini. 

Hasto P. Irawan




 



-- 
Irma Dana
http://dawala. wordpress. com [lagi belajar nulis]
http://www.friendst er.com/dawala  

________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers 
    


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke