Salam

Betul Mas, ini adalah Himalayan Griffon, masih agak remaja. Betul juga, 
distribusi utamanya di dataran tinggi, antara 1500-4000 m dpl, khususnya 
wilayah pegunungan Himalaya. Sebelumnya jenis ini diketahui tidak bermigrasi ke 
belahan selatan.

Namun dalam dekade terakhir terjadi proses migrasi / expansion range, yang 
bahkan mencapai dataran rendah. Telah tercatat di Singapura / Semenanjung 
Malaysia sejak 1989. Perjumpaan terbaru pada Januari 2008 ini.

Individu yang di Bintan ini juga sudah diketahui dan dipublikasi. Memang sampai 
saat dipublikasikannya Daftar Burung Indonesia No. 2, Gyps spp belum masuk 
dalam daftar burung di Indonesia. Sehingga keberadaan di Indonesia menjadi 
catatan baru.

Beruntung bagi kita untuk sekali lagi menyaksikan sejarah, berupa evolusi 
distibusi burung. Kalau yang sebelumnya Accipiter badius di Aceh, sekarang 
ditambah G. himalayensis.

Tulisan mengenai G. himalayensis dapat dibaca di:
http://besgroup.talfrynature.com/2008/05/30/sightings-of-himalayan-griffon-in-singapore/
http://besgroup.talfrynature.com/2008/02/27/himalayan-vulture-captured-and-displayed/

KB

--- On Wed, 11/12/08, Dwi Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:




Dear all,
 
Agak confuse nih, smoga para pakar burung bisa jawab. Di Indonesia ada nggak 
sih burung kondor,?
Saya punya teman yang menemukan Himalayan Griffon Vulture di Pulau Bulan tengah 
bertarung dengan elang dan akhirnya jatuh. Burung itu akhirnya dijual.  Aku cek 
di literatur, burung ini hidupnya di pegunungan tinggi Himalaya dan Tibet. Koq 
bisa nyasar sampai di pulau dekat Bintan. Kupikir ada yang lepasin tapi temenku 
pernah lihat tidak cuma sekali. Menurut IUCN, burung ini memang ditemukan juga 
di semenanjung Malaysia. Tapi koq di ditemukannya di daerah pantai ya? Foto 
saya lampirkan.
 
salam,
 
dwi



      

Kirim email ke