Hingga hari ini baru sedikit saran dan tanggapan dari rekan-rekan semua tentang
penamaan Kalawarta ini.
Kesimpulannya : beberapa rekan seperti Jarot Bionic Jogja menyarankan
menggunakan nama Kalawarta IdOU, karena menurut dia lebih mudah dimengerti
siapa yang menerbitkan dan kira-kira isinya tentang apa. begitu juga dengan
bungSuer.
Untuk penggunaan Tomisi baru kang Adam dan Pak Didi yang menyetujui. kata
Tomisi sendiri berasal dari bahasa Saluan Sulawesi Tengah yang berarti burung.
kemudian kata Tomisi sudah saya search di Google sesuai saran Pak Darjono.
memang ada beberapa orang yang mempunyai nama Tomisi seperti Tomisi
Marijanovic, Tomisi Riberi, Tomisi Kikama’s atau David Tomisi namun saya belum
menemukan nama Tomisi dalam sebuah media.
Berarti masih sama kuat antara Kalawarta IdOU dengan Tomisi. ayo ditunggu
partisipasinya
Salam
Ady Kristanto