Bung Ady, Saya setuju dengan pendapat Pak Didi (Presiden IdOU) kita, bahwa namanya Tomisi Warta Ornitologi Indonesia. Saya belum melihat ada pengambilan suara untuk nama tersebut di milis. Seperti saya sampaikan sebelumnya untuk menghilangkan kata 'Kala', selain artinya tidak baik/bagus juga agar tidak ada yang keliru dengan 'kalajengking' atau kala-kala lainnya. Terimakasih. Dewi
2009/1/23 Ady Kristanto <[email protected]> > Rekan-rekan. > > Setelah beberapa hari bersemedi he he he dan pemikiran yang panjang. dan > juga beberapa saran serta tanggapan dari rekan-rekan semua tentang nama > kalawarta ini. walaupun hasilnya yang didapatkan seri antara yang memilih > Tomisi > - Kalawarta Ornitholog Indonesia dengan Tomisi - Kalawarta Ornithologi > Indonesia. dari pertimbangan dan diskusi dengan beberapa teman-teman. > > mengingat media yang baru ini bertujuan untuk menyambungkan antara pengamat > burung senior dengan pengamat pemula, dan menjadi media informasi untuk > semua rekan-rekan pengamat burung di Indonesia. Saya memutuskan untuk > menggunakan judul Tomisi - Kalawarta Ornithologi Indonesia > > Hal ini dikarenakan ada beberapa rekan-rekan yang lebih enak dengan kata > Ornithologi terutama mereka-mereka yang baru belajar untuk mendalami ilmu > perburungan dan para pengamat yang mengamati burung untuk kesenangan. > Dibandingkan dengan kata ornitholog yang menurut mereka lebih berat karena > lebih ke arah para peneliti. hal ini yang menjadi pertimbangan saya. > > Untuk kedepannya media ini sedang dalam proses pembuatan, dimana kami > menunggu partisipasi rekan-rekan semua untuk menyumbangan tulisan, ide, > pikiran serta gagasan demi majunya dunia perburungan Indonesia. ditargetkan > bulan Februari besok akan keluar edisi perdana Tomisi - Kalawarta > Ornithologi Indonesia > > Salam > > Ady Kristanto > > > > >
