Salam
Lama juga nih tidak posting..
Dimana-mana milis sepi, pada punya mainan baru ya.... :p
Bulan kemarin berkesempatan ke Sulawesi Selatan. Kesampaian juga akhirnya
melihat bumi Wallacea yang indah. Disela-sela tugas dan kegiatan lain,
menyempatkan diri jalan-jalan sambil birdwatching tentunya.
Ditemani beberapa rekan dari Makassar, yang pada akhirnya mereka dapat
diprovokasi, hehehe. Mereka berminat membentuk kelompok pengamat burung
Makassar. Mudah-mudahan kedepan semakin banyak laporan dari wilayah sana.
Beberapa lokasi yang sempat kami dikunjungi:
1. Takalar. pantai paling selatan berjarak sekitar 50 km dari Makassar. Akses
cukup mudah dengan kendaraan bermotor, jalan beraspal sampai tepi pantai.
Kawasan berupa pantai, tambak, rawa nipah, mangrove. Susana cukup sepi dan
tenang, enak untuk pengamatan burung air - pantai.
2. Bandara, Maros. Diujung landasan bandara, 1 km dari poros jalan raya. Akses
jalan aspal cukup mudah. Kawasan berupa persawahan dan rawa. Potensial
pengamatan burung air.
3. Ds. Nisombalia, Maros. Pesisir timur, sekitar 4 km dari poros jalan raya.
Akses jalan aspal dan tanah. Kawasan berupa sawah, tambak, pantai, mangrove.
Potensial untuk pengamatan burung pantai migran.
4. Ds. Untia, Biringkanaya, Makassar. Kampung nelayan pesisir timur 3 km dari
Makassar. Akses jalan aspal dan tanah. Kawasan berupa sawah, rawa, tambak,
mangrove dan mudflat. Potensial untuk pengamatan burung pantai migran.
5. Patunuang, Maros. Sebagian masuk kawasan TN Babul. Kawasan berupa karst,
hutan pamah, hutan perbukitan dan kebun. Akses cukup sulit, jalan kaki 2-3 jam
di perbukitan terjal. Banyak peluang untuk menyaksikan jenis endemik Sulawesi.
6. TN. Babul, Maros. Kawasan wisata yang populer. Akses jalan dan kendaraan
sangat mudah. Kawasan berupa karst, hutan perbukitan dan sungai. Pengamatan
disini baiknya diluar hari libur, soalnya banyak gangguan pengunjung yang
berisik :D
7. Leang-Leang, Maros. Kawasan wisata purbakala. Akses agak jauh, 5 km dari
jalan poros Maros, jalan aspal dan tanah kurang baik. Kawasan berupa karst,
hutan perbukitan dan sungai.
Sebenarnya masih banyak lokasi yang bisa untuk pengamatan. Termasuk cukup mudah
untuk sekadar melihat burung. Bahkan kawasan sub-urban cukup banyak jenis
burungnya. Kawasan lahan basahnya sangat potensial untuk monitoring burung
pantai migran.
Bang Ferry, kapan diadakan workshop AWC untuk wilayah Sulawesi? Sudah ditunggu
rekan-rekan sana nih, hehehehe.
Untuk list burung, dilanjut pada posting berikutnya...
KB