Salam kang Bas and rekans Apa kabarnya nih kang, selamat ya akhirnya sampai juga ke wilayah Indonesia Timur sana, mudah-mudahan aku bisa nyusul nih, melihat keindahan alam (terutama burung-burung) disana, yang katanya burung-burungnya endemik dan sangat indah. Lengkap banget kang info lokasi utk BW di Sulawesi sana...pokoke kang Bas mantap lah..!!!
Btw, emailku dulu itu kok ga dijawab kang,,hehehe, ato kang Bas udah lupua neh. Ya nih kang, sekarang ini milis kita sudah sepi, kayaknya teman-teman sudah pada "bermigrasi" juga ke FB itu..hehehe. Aku turut mensupport bang Ferry lah, biar buat acara AWC Workshop lagi di SUlawesi (tapi jangan lupa ngundang aku lagi ya bang..hahaha). Salam Hasri (SRI) ________________________________ From: Kang Bas <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, June 12, 2009 1:45:16 AM Subject: [SBI-InFo] Burung Sulawesi Selatan 1 Salam Lama juga nih tidak posting.. Dimana-mana milis sepi, pada punya mainan baru ya.... :p Bulan kemarin berkesempatan ke Sulawesi Selatan. Kesampaian juga akhirnya melihat bumi Wallacea yang indah. Disela-sela tugas dan kegiatan lain, menyempatkan diri jalan-jalan sambil birdwatching tentunya. Ditemani beberapa rekan dari Makassar, yang pada akhirnya mereka dapat diprovokasi, hehehe. Mereka berminat membentuk kelompok pengamat burung Makassar. Mudah-mudahan kedepan semakin banyak laporan dari wilayah sana. Beberapa lokasi yang sempat kami dikunjungi: 1. Takalar. pantai paling selatan berjarak sekitar 50 km dari Makassar. Akses cukup mudah dengan kendaraan bermotor, jalan beraspal sampai tepi pantai. Kawasan berupa pantai, tambak, rawa nipah, mangrove. Susana cukup sepi dan tenang, enak untuk pengamatan burung air - pantai. 2. Bandara, Maros. Diujung landasan bandara, 1 km dari poros jalan raya. Akses jalan aspal cukup mudah. Kawasan berupa persawahan dan rawa. Potensial pengamatan burung air. 3. Ds. Nisombalia, Maros. Pesisir timur, sekitar 4 km dari poros jalan raya. Akses jalan aspal dan tanah. Kawasan berupa sawah, tambak, pantai, mangrove. Potensial untuk pengamatan burung pantai migran. 4. Ds. Untia, Biringkanaya, Makassar. Kampung nelayan pesisir timur 3 km dari Makassar. Akses jalan aspal dan tanah. Kawasan berupa sawah, rawa, tambak, mangrove dan mudflat. Potensial untuk pengamatan burung pantai migran. 5. Patunuang, Maros. Sebagian masuk kawasan TN Babul. Kawasan berupa karst, hutan pamah, hutan perbukitan dan kebun. Akses cukup sulit, jalan kaki 2-3 jam di perbukitan terjal. Banyak peluang untuk menyaksikan jenis endemik Sulawesi. 6. TN. Babul, Maros. Kawasan wisata yang populer. Akses jalan dan kendaraan sangat mudah. Kawasan berupa karst, hutan perbukitan dan sungai. Pengamatan disini baiknya diluar hari libur, soalnya banyak gangguan pengunjung yang berisik :D 7. Leang-Leang, Maros. Kawasan wisata purbakala. Akses agak jauh, 5 km dari jalan poros Maros, jalan aspal dan tanah kurang baik. Kawasan berupa karst, hutan perbukitan dan sungai. Sebenarnya masih banyak lokasi yang bisa untuk pengamatan. Termasuk cukup mudah untuk sekadar melihat burung. Bahkan kawasan sub-urban cukup banyak jenis burungnya. Kawasan lahan basahnya sangat potensial untuk monitoring burung pantai migran. Bang Ferry, kapan diadakan workshop AWC untuk wilayah Sulawesi? Sudah ditunggu rekan-rekan sana nih, hehehehe. Untuk list burung, dilanjut pada posting berikutnya.. . KB
