Salam

Laporan selayang pandang dari Semarang Bird Competition 2009. SBC berlangsung 
pada Jumat-Minggu,  23-25 Oktober 2009, bertempat di Dusun Banyu Windu, Desa 
Limbangan, Kab. Kendal. Kegiatan ini diusung oleh Himbio Univ. Neg. Semarang 
(UNNES), didukung oleh Pelatuk BSC Unnes, Green Community Unnes, P.A. Haliaster 
Bio Undip, dan Semarang Bird Community.

Diikuti oleh peserta dari penjuru Jawa; Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, 
Surabaya, Malang, Tulungagung. Terbagi atas kelompok umum-mahasiswa dan 
kelompok SMP-SMA, dengan total 18 kelompok. Kegiatan tidak hanya berupa lomba 
pengamatan burung saja, namun ada serangkaian acara lain yang berlangsung.

Peserta berkumpul di kampus Unnes pada hari Jum'at, untuk mendapatkan 
pengarahan dari panitia. Dilaksanakan juga pelatihan singkat teknik pengamatan 
dan sketsa burung, terutama untuk peserta SMP-SMA. Diikuti juga pemanasan 
sekaligus praktik di sekitar kebun biologi Unnes.

Sore menjelang petang, rombongan peserta dan panitia meluncur menuju Banyu 
Windu, Limbangan, Kendal. Sesampai dilokasi, setelah istirahat digelar welcome 
party. Acara disi dengan keakraban antar para peserta dan segenap panitia. 
Beberapa anggota SBC tampil menyemarakkan suasana. Sebelum istirahat malam, 
diberikan pengarahan teknis untuk lomba pengamatan untuk esok hari.

Pada sabtu pagi, peserta segera menyebar dipenjuru lokasi untuk memulai lomba 
pengamatan burung. Pada lomba kali ini, ditekankan juga kemampuan peserta untuk 
membuat sketsa dan karakterisasi burung yang teramati.
Para panitia yang mengawal lomba, menyempatkan diri juga untuk pengamatan 
burung. Demikian pula dengan warga, tidak mau melewatkan kesempatan untuk 
bergabung dengan peserta dan panitia. Nampak beberapa warga ikut memonitor 
raptor migran dan serius berdikusi mengenai fenomena tersebut.

Setelah istirahat siang, dilanjutkan dengan acara saresehan dengan tema 
Pengembangan Desa Wisata. Acara diikuti oleh peserta, warga dan aparat desa, 
aparat Kabupaten Kendal, Dinas Pariwisata Jawa Tengah. Pada saresehan singkat 
tersebut, sempat membuat pihak Dinas Pariwisata tercengang, karena tidak 
mengira bahwa sedemikian besar potensi birdwatching sebagai paket wisata minat 
khusus, yang berpeluang besar untuk dikembangkan.

Pada sore dan petang hari, acara lomba dilanjutkan dengan acara Bird Story 
Telling. Setiap kelompok diwajibkan untuk mendongeng mengenai satu jenis burung 
yang didapatkan saat pengamatan pada pagi harinya. Cukup menajkubkan, peserta 
dari kelompok SMP-SMA tidak mau kalah dari peserta mahasiswa. Beberapa 
diantaranya bahkan menyajikan dalam bahasa Inggris...

Setelah rangkaian lomba berakhir, pada malam hari digelar kesenian tradisional 
Kuda Lumping, dari pihak masyarakat setempat. para peserta cukup antusias 
menonton, bergabung bersama masyarakat sampai jam 01.00 dini hari..

Hari minggu peserta meninggalkan lokasi, menuju kota Semarang. Peserta 
mengikuti kegiatan kampanye lingkungan hidup di taman kota. Selanjutnya 
dilaksanakan juga Semarang Old City Tour, menyaksikan warisan bangunan cagar 
budaya yang ada di Kota Semarang..

Sekian laporan singkat, terimakasih untuk segenap panitia dan peserta. Sampai 
jumpa pada acara yang lain di Semarang...

Baskoro
Semarang Bird Community



      

Kirim email ke