Salam Selamat dan sukses untuk panitia yang telah melaksanakan event ini. Bertambah lagi pembuktian kalo Semarang punya pengamat-pengamat burung yang tidak hanya handal, tapi solid. Mungkin teman-teman Semarang tertarik untuk mewujudkan idenya Pak Yus? Hehehe...
Selamat juga untuk peserta yang menjadi juara. Imam T --- On Sun, 10/25/09, Kang Bas <[email protected]> wrote: From: Kang Bas <[email protected]> Subject: [SBI-InFo] Sekilas Semarang Bird Competition [10 Attachments] To: "Milist SBI" <[email protected]> Date: Sunday, October 25, 2009, 8:27 PM [Attachment(s) from Kang Bas included below] Salam Laporan selayang pandang dari Semarang Bird Competition 2009. SBC berlangsung pada Jumat-Minggu, 23-25 Oktober 2009, bertempat di Dusun Banyu Windu, Desa Limbangan, Kab. Kendal. Kegiatan ini diusung oleh Himbio Univ. Neg. Semarang (UNNES), didukung oleh Pelatuk BSC Unnes, Green Community Unnes, P.A. Haliaster Bio Undip, dan Semarang Bird Community. Diikuti oleh peserta dari penjuru Jawa; Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Tulungagung. Terbagi atas kelompok umum-mahasiswa dan kelompok SMP-SMA, dengan total 18 kelompok. Kegiatan tidak hanya berupa lomba pengamatan burung saja, namun ada serangkaian acara lain yang berlangsung. Peserta berkumpul di kampus Unnes pada hari Jum'at, untuk mendapatkan pengarahan dari panitia. Dilaksanakan juga pelatihan singkat teknik pengamatan dan sketsa burung, terutama untuk peserta SMP-SMA. Diikuti juga pemanasan sekaligus praktik di sekitar kebun biologi Unnes. Sore menjelang petang, rombongan peserta dan panitia meluncur menuju Banyu Windu, Limbangan, Kendal. Sesampai dilokasi, setelah istirahat digelar welcome party. Acara disi dengan keakraban antar para peserta dan segenap panitia. Beberapa anggota SBC tampil menyemarakkan suasana. Sebelum istirahat malam, diberikan pengarahan teknis untuk lomba pengamatan untuk esok hari. Pada sabtu pagi, peserta segera menyebar dipenjuru lokasi untuk memulai lomba pengamatan burung. Pada lomba kali ini, ditekankan juga kemampuan peserta untuk membuat sketsa dan karakterisasi burung yang teramati. Para panitia yang mengawal lomba, menyempatkan diri juga untuk pengamatan burung. Demikian pula dengan warga, tidak mau melewatkan kesempatan untuk bergabung dengan peserta dan panitia. Nampak beberapa warga ikut memonitor raptor migran dan serius berdikusi mengenai fenomena tersebut. Setelah istirahat siang, dilanjutkan dengan acara saresehan dengan tema Pengembangan Desa Wisata. Acara diikuti oleh peserta, warga dan aparat desa, aparat Kabupaten Kendal, Dinas Pariwisata Jawa Tengah. Pada saresehan singkat tersebut, sempat membuat pihak Dinas Pariwisata tercengang, karena tidak mengira bahwa sedemikian besar potensi birdwatching sebagai paket wisata minat khusus, yang berpeluang besar untuk dikembangkan. Pada sore dan petang hari, acara lomba dilanjutkan dengan acara Bird Story Telling. Setiap kelompok diwajibkan untuk mendongeng mengenai satu jenis burung yang didapatkan saat pengamatan pada pagi harinya. Cukup menajkubkan, peserta dari kelompok SMP-SMA tidak mau kalah dari peserta mahasiswa. Beberapa diantaranya bahkan menyajikan dalam bahasa Inggris... Setelah rangkaian lomba berakhir, pada malam hari digelar kesenian tradisional Kuda Lumping, dari pihak masyarakat setempat. para peserta cukup antusias menonton, bergabung bersama masyarakat sampai jam 01.00 dini hari.. Hari minggu peserta meninggalkan lokasi, menuju kota Semarang. Peserta mengikuti kegiatan kampanye lingkungan hidup di taman kota. Selanjutnya dilaksanakan juga Semarang Old City Tour, menyaksikan warisan bangunan cagar budaya yang ada di Kota Semarang.. Sekian laporan singkat, terimakasih untuk segenap panitia dan peserta. Sampai jumpa pada acara yang lain di Semarang... Baskoro Semarang Bird Community
