Salam Sejahtera,

Habitat burung liar di alam terus menyusut dengan semakin maraknya
pembukaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Pengelolaan
lahan berbasis produk yang bermuara pada sistem monokultur menjadi
salah satu penyebab terus menyusutnya populasi bahkan keanekaragaman
jenis burung liar di alam.

Pada hutan rakyat, integrasi antara vegetasi bernilai ekonomi dan
vegetasi bernilai ekologis yang dapat mendukung pertumbuhan populasi
burung liar merupakan suatu keniscayaan. Dengan melimpahnya informasi
terkait sistem pengelolaan dan komposisi vegetasi penyusun hutan
rakyat akan memperingan langkah selanjutnya.

Yayasan Kutilang Indonesia bersama beberapa pemilik lahan sedang
mengembangkan Pengelolaan lahan berbasis pengembangan populasi burung
liar. Pengaturan jenis dan strata vegetasi yang mengakomodasi
kebutuhan bersarang dan pakan burung liar serta mampu memenuhi
kebutuhan ekonomi pemilik/pengelola lahan menjadi fokus gerak progam
ini.  Lahan yang akan dikelola diantaranya 100ha hutan rakyat di
Padang, 260ha Suaka Margasatwa di Playen Gunung Kidul, dan 1ha hutan
rakyat di Kulon Progo.

Kami mengharapkan tanggapan dari rekan-rekan pemerhati burung liar
sekalian terkait integrasi antara pengelolaan satwa liar dan vegetasi
komoditas di hutan rakyat. Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk
bergabung dalam program ini, kami juga membuka kesempatan
seluas-luasnya.

Arif Faisal
Yayasan Kutilang Indonesia

Kirim email ke