salam benarkah penyusutan lahan menjadi penyebab utama kelangkaan satwa burung? adakah faktor penyebab lainnya yang menjadi penyebab masalah ini. adakah hal yang lebih kuat menjadi penyebab? siapa yang di untungkan dan siapa yang di rugikan? siapa menguntungkan siapa, siapa merugikan siapa? peningkatan ekonomi seperti apa yang akan di buat? apakah dengan meningkatnya burung liar di alam tidak berakibat pada keseimbangan ekosistem atau oerubahan ekologis yang mungkin terjadi? apakah meningkatnya ekonomi yang dimaksudkan adalah dengan menjadikan satwa burung di alam sebagai komponen penghasil uang dengan di jual, di pertontonkan, atau bentuk lainnya? bagaimana historisitas antara sistem monokultur vs kelangkaan satwa burung? adakah kebijakan-kebijakan terkait yang membuatnya menjadi seperti itu? adakah perencanaan pembangunan dalam sistem kehutanan kita yang memasukan atau menjadikan masalah keberlanjutan satwa burung sebagai salah satu hal yang wajib? menarik yang gagasan yang di inisiasi oleh kawan arif faisal kutilang untuk program ini, yang mungkin di awali dari proses-proses lokal di masyarakat. lalu bagaimana sistem monitoring dan kontrolnya yang kelak akan di jalankan untuk tetep mengimbangi gagasan ini sebagai proses keberlanjutan satwa liar di alam bebas. salam Naring PPBJ
--- Pada Rab, 23/12/09, swiss win <[email protected]> menulis: Dari: swiss win <[email protected]> Judul: Re: [SBI-InFo] Pengembangan populasi burung liar di hutan rakyat Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 23 Desember, 2009, 7:22 PM kok saya mencium seperti ada aroma "teler" nan merdu ya om? hehehehe... kalo boleh tahu jenis tanaman yang dipilih apa saja om? sehingga bisa diperkirakan burung2 liar yang akan "dipelihara" di alam apa saja? sapa tahu saya bisa nyetok bibit...la malah bakulan hehehehe.... Playen, Gunung Kidul kan kondisi biofisiknya gak jauh2 amat sama di baluran yang kering dan berbatu2, mungkin gak konsepnya sampeyan ini bisa diadopsi di baluran? suwun om.... wes suwe gak ketemu sampeyan, sajake kok tambah bagus hehehheee... salamdaribaluranyan gmulaihujan2anti aphari Pada 13 Desember 2009 19:14, Kutilang Indonesia <kutilang.indonesia@ gmail.com> menulis: Salam Sejahtera, Habitat burung liar di alam terus menyusut dengan semakin maraknya pembukaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Pengelolaan lahan berbasis produk yang bermuara pada sistem monokultur menjadi salah satu penyebab terus menyusutnya populasi bahkan keanekaragaman jenis burung liar di alam. Pada hutan rakyat, integrasi antara vegetasi bernilai ekonomi dan vegetasi bernilai ekologis yang dapat mendukung pertumbuhan populasi burung liar merupakan suatu keniscayaan. Dengan melimpahnya informasi terkait sistem pengelolaan dan komposisi vegetasi penyusun hutan rakyat akan memperingan langkah selanjutnya. Yayasan Kutilang Indonesia bersama beberapa pemilik lahan sedang mengembangkan Pengelolaan lahan berbasis pengembangan populasi burung liar. Pengaturan jenis dan strata vegetasi yang mengakomodasi kebutuhan bersarang dan pakan burung liar serta mampu memenuhi kebutuhan ekonomi pemilik/pengelola lahan menjadi fokus gerak progam ini. Lahan yang akan dikelola diantaranya 100ha hutan rakyat di Padang, 260ha Suaka Margasatwa di Playen Gunung Kidul, dan 1ha hutan rakyat di Kulon Progo. Kami mengharapkan tanggapan dari rekan-rekan pemerhati burung liar sekalian terkait integrasi antara pengelolaan satwa liar dan vegetasi komoditas di hutan rakyat. Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk bergabung dalam program ini, kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya. Arif Faisal Yayasan Kutilang Indonesia -- swiss www.pratapapa81. wordpress. com www.balurannational park.web. id Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
