kawan-kawan semua, terima kasih atas responya. dan masukannya dari mas OKA,
akan saya coba perbaiki lagi foto2 saya lagi mas.
mungkin sekalian share pengalaman aja.sekalian menjawab beberapa pertanyaan
temen2.

1. kamera yang saya pake adalah Nikon D200 (discontinued) dengan lensa Sigma
APO 170-500 mm f/5.6-6.
170-500mm mungkin kawan2 sudah pada tahu ya, itu adalah focal length.
sedangkan f/5.6-6 itu menunjukkan bukaan diafragma terbesar yang bisa
disuguhkan sama si lensa. untuk nilai segitu, lensa ini akan optiamal untuk
cuaca dengan cahaya matahari ideal (cerah atau mendung tapi gak kebangeten),
baluran adalah lokasi yang ideal, karena hutannya rata2 bertajuk ringan.
mungkin untuk hutan hujan dengan tajuk cukup berat, lensa ini kurang pas
karena nilai f/xxx sangat berhubungan dengan kecepatan shutter speed. tajuk
berat tapi hari cerah banget mungkin masih oke-lah... :D. so untuk
mengurangi resiko blur karena kurang cahaya yang berakibat pada rendahnya
shutter speed maka tidak ada pilihan lain kecuali pake tripod sukur kalo ada
cable release. masalahnya saya gak pernah motret pake tripod apalagi cable
release.

2. caranya ngakali motret lensa panjang, cahaya rendah tanpa tripod atau
cable release adalah: pertama: sabar, karena resiko blur lumayan besar
(dilarang misuh hehehe). kedua: cari sesuatu yang stable buat menyanggah
kamera anda, bisa batu, pohon, motor, punggung temen, antena tivi, atau
apalah, jika memungkinkan tiarap (asal gak sampek ketiduran), dan yang
penting, pastikan setting release exposure-nya (eh bener gak ya istilahnya)
adalah *continous*! jadi sekali tekan tombol release bisa sampe beberapa
frame. segoyang-goyangnya tangan anda, pasti ada satu atau dua frame yang
tidak blur. tapi ini sangat tergantung pada seri kamera anda. kalo di D200
ada pilihan continous low dan continous high. kemampuan buffering kamera
anda juga sangat menentukan, seberapa banyak-kah frame yang bisa direkam di
memory temporary sampai jari telunjuk anda melepaskan tombol release, lalu
menyimpannya di memory card. D200 memiliki kemampuan buffering sampai
belasan frame format JPG, kalo RAW lebih sedikit lagi.

3. exposure mode, ada Appeture Priority (AP), Shutter Priority (SP), program
(P) atau Manual (M), biasa saya pake AP. dan kayaknya itu yang paling baik.
jadi kita seting pilihan bukaan diafragma yang diinginkan, biar shutter
speed yang menyesuaikan. shutter speed pada kamera digital mempunyai range
yang sangat lebar, antara 30 detik sampai 1/3000 dtk. jadi cukup aman kalau
terjadi lonjakan cahaya yang berlebihan atau kekurangan sehingga kita bisa
lebih fokus pada obyek. kalo pake SP, masalahnya range apperture sangat
kecil antara (standar) 5.6 sampai 32. kalo pake program, semua setingnya
jadi serba otomatis, ini juga membawa masalah yaitu kita tidak bisa
menyeting kamera sesuai dengan keinginan, so biasanya memperoleh hasil yang
kurang pas susunya hehehee...sedangkan untuk mode Manual, mungkin kalo belum
terbiasa, akan memakan banyak waktu dan mengurangi konsentrasi pada obyek
karena anda dituntut selalu memperhatikan meteran2 yang ada di view finder,
kecuali kalo udah bisa pake feeling. padahal yang namanya burung itu susah
ditebak perilakunya. kadang2 mereka bisa sangat bersahabat, kadang
menjengkelkan.

4. Focusing. biasanya saya pake auto focus. kenapa? karena mata saya sudah
agak karatan hehehee..., pemakaian auto focus akan memudahkan anda dalam
bekerja, meskipun ada beberapa catatan:
a. posisi burung terlihat jelas, tidak terganggu obyek lain seperti daun,
ranting atau pesawat terbang (ngaco!). karena kalo target anda sebangsa
burung semak, tidak ada pilihan lain harus pake manual focus. karena pasti
mereka hanya bergerak di rerimbunan semak.
b. warna obyek (burung) yang anda incar memiliki warna yang kontras dengan
obyek lainnya. meskipun ini sangat tergantung dengan sensifitas auto-focus
sensor kamera anda (kalo gak salah namanya CCD).
jadi gini. prinsip sederhana tentang cara kerja auto-focus adalah dia
sebenarnya tidak mengidentifikasi bentuk atau jarak obyek, tapi warna (yang
kemudian ditangkap oleh strip CCD). jadi kalo umpama anda membidik burung
yang kebetulan warna hampir flat, sama dengan background atau foreground,
maka auto focus kamera anda hanya akan berputar2 mulu, gak cepet2 ambil
focus. padahal bisa jadi si burung akan segera terbang (mungkin karena lagi
kebelet pipis). atau pada kasus yang lain, sebenarnya warna obyek sudah
kontras tapi kalao tidak didukung oleh pencahayaan yang optimal (mendung
berat misalnya) sehingga level brightness-nya jadi sangat kecil, mekanisme
auto fokus juga akan mengalami hal yang sama: krak..kruk..krak..krukk mulu.
lalu bagaimana jika obyeknya udah cukup kontras, terlihat sangat jelas tanpa
terhalang apa2 tapi sangat mobile dan kecil, seperti walet? hehehehe selamat
mencoba, karena saya juga belum ketemu rumusnya.

apa lagi ya?hmmmm...
ohya
5. kenali obyek anda. dan kayaknya ini yang paling membutuhkan kesabaran.
pada intinya, proses observasi dan eksplorasi sangat penting sebelum anda
betul2 berniat berburu foto. mengenali behaviour, habitat preference,
habitat use, bahkan sampe hubungannya dengan musim sangat diperlukan.
ujung2nya, melalui proses ini, cara berburu foto yang baik adalah dengan
memilih tempat paling strategis lalu biarkan burung2 yang mendatangi anda,
bukan kebalikannya: "mengejar" burung.
sebagai contoh: Raja udang biru, hampir dipastikan dia punya tempat tengger
favorit, bahkan sampai pohon apa, tonggak yang mana atau akar apa di bawah
pohon apa. pasti dia punya itu. nah, informasi seperti itu yang harus
dipahami betul.

6. dan yang terakhir. masih ada banyak cara untuk medapatkan foto2 terbaik.
5 point di atas yang pasti jauh dari sempurna. mungkin para fotografer
senior yang ikut di milist ini bisa menambahi informasi2 yang jauh lebih
terukur dan *cespleng*. semoga saya sedang tidak bermaksud menggurui, tapi
mari kita belajar bersama2.

semoga berguna.

eh...kok panjang amat ya? hehehehe...copy-paste di blog ah... :D

Pada 19 Januari 2010 16:02, dimas haryo pradana <
[email protected]> menulis:

>
>
> edan tenan... mata kayak kecolok...gambarnya tajem banget...pake kamera apa
> nih Swiss...?
>
> Dimas
>
>  ------------------------------
> *From:* swiss win <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Tue, January 19, 2010 7:54:56 PM
> *Subject:* [SBI-InFo] ikut-ikutan share foto ahh... [6 Attachments]
>
>
>
> udah lama gak share foto ne. mohon ijin. semoga berguna.
>
> merianggara- garamasihFOBIaha rdiskkenaformat
> --
> swiss
> www.pratapapa81. wordpress. com <http://www.pratapapa81.wordpress.com/>
> www.balurannational park.web. id <http://www.balurannationalpark.web.id/>
>
>  
>



-- 
swiss
www.pratapapa81.wordpress.com
www.balurannationalpark.web.id

Kirim email ke