mantaps..menerima kursus gak? atau ada pelatihan fotografi?
________________________________ Dari: swiss win <[email protected]> Kepada: [email protected]; [email protected] Terkirim: Rab, 20 Januari, 2010 22:36:12 Judul: Re: [SBI-InFo] ikut-ikutan share foto ahh... kawan-kawan semua, terima kasih atas responya. dan masukannya dari mas OKA, akan saya coba perbaiki lagi foto2 saya lagi mas. mungkin sekalian share pengalaman aja.sekalian menjawab beberapa pertanyaan temen2. 1. kamera yang saya pake adalah Nikon D200 (discontinued) dengan lensa Sigma APO 170-500 mm f/5.6-6. 170-500mm mungkin kawan2 sudah pada tahu ya, itu adalah focal length. sedangkan f/5.6-6 itu menunjukkan bukaan diafragma terbesar yang bisa disuguhkan sama si lensa. untuk nilai segitu, lensa ini akan optiamal untuk cuaca dengan cahaya matahari ideal (cerah atau mendung tapi gak kebangeten), baluran adalah lokasi yang ideal, karena hutannya rata2 bertajuk ringan. mungkin untuk hutan hujan dengan tajuk cukup berat, lensa ini kurang pas karena nilai f/xxx sangat berhubungan dengan kecepatan shutter speed. tajuk berat tapi hari cerah banget mungkin masih oke-lah... :D. so untuk mengurangi resiko blur karena kurang cahaya yang berakibat pada rendahnya shutter speed maka tidak ada pilihan lain kecuali pake tripod sukur kalo ada cable release. masalahnya saya gak pernah motret pake tripod apalagi cable release. 2. caranya ngakali motret lensa panjang, cahaya rendah tanpa tripod atau cable release adalah: pertama: sabar, karena resiko blur lumayan besar (dilarang misuh hehehe). kedua: cari sesuatu yang stable buat menyanggah kamera anda, bisa batu, pohon, motor, punggung temen, antena tivi, atau apalah, jika memungkinkan tiarap (asal gak sampek ketiduran), dan yang penting, pastikan setting release exposure-nya (eh bener gak ya istilahnya) adalah continous! jadi sekali tekan tombol release bisa sampe beberapa frame. segoyang-goyangnya tangan anda, pasti ada satu atau dua frame yang tidak blur. tapi ini sangat tergantung pada seri kamera anda. kalo di D200 ada pilihan continous low dan continous high. kemampuan buffering kamera anda juga sangat menentukan, seberapa banyak-kah frame yang bisa direkam di memory temporary sampai jari telunjuk anda melepaskan tombol release, lalu menyimpannya di memory card. D200 memiliki kemampuan buffering sampai belasan frame format JPG, kalo RAW lebih sedikit lagi. 3. exposure mode, ada Appeture Priority (AP), Shutter Priority (SP), program (P) atau Manual (M), biasa saya pake AP. dan kayaknya itu yang paling baik. jadi kita seting pilihan bukaan diafragma yang diinginkan, biar shutter speed yang menyesuaikan. shutter speed pada kamera digital mempunyai range yang sangat lebar, antara 30 detik sampai 1/3000 dtk. jadi cukup aman kalau terjadi lonjakan cahaya yang berlebihan atau kekurangan sehingga kita bisa lebih fokus pada obyek. kalo pake SP, masalahnya range apperture sangat kecil antara (standar) 5.6 sampai 32. kalo pake program, semua setingnya jadi serba otomatis, ini juga membawa masalah yaitu kita tidak bisa menyeting kamera sesuai dengan keinginan, so biasanya memperoleh hasil yang kurang pas susunya hehehee...sedangkan untuk mode Manual, mungkin kalo belum terbiasa, akan memakan banyak waktu dan mengurangi konsentrasi pada obyek karena anda dituntut selalu memperhatikan meteran2 yang ada di view finder, kecuali kalo udah bisa pake feeling. padahal yang namanya burung itu susah ditebak perilakunya. kadang2 mereka bisa sangat bersahabat, kadang menjengkelkan. 4. Focusing. biasanya saya pake auto focus. kenapa? karena mata saya sudah agak karatan hehehee..., pemakaian auto focus akan memudahkan anda dalam bekerja, meskipun ada beberapa catatan: a. posisi burung terlihat jelas, tidak terganggu obyek lain seperti daun, ranting atau pesawat terbang (ngaco!). karena kalo target anda sebangsa burung semak, tidak ada pilihan lain harus pake manual focus. karena pasti mereka hanya bergerak di rerimbunan semak. b. warna obyek (burung) yang anda incar memiliki warna yang kontras dengan obyek lainnya. meskipun ini sangat tergantung dengan sensifitas auto-focus sensor kamera anda (kalo gak salah namanya CCD). jadi gini. prinsip sederhana tentang cara kerja auto-focus adalah dia sebenarnya tidak mengidentifikasi bentuk atau jarak obyek, tapi warna (yang kemudian ditangkap oleh strip CCD). jadi kalo umpama anda membidik burung yang kebetulan warna hampir flat, sama dengan background atau foreground, maka auto focus kamera anda hanya akan berputar2 mulu, gak cepet2 ambil focus. padahal bisa jadi si burung akan segera terbang (mungkin karena lagi kebelet pipis). atau pada kasus yang lain, sebenarnya warna obyek sudah kontras tapi kalao tidak didukung oleh pencahayaan yang optimal (mendung berat misalnya) sehingga level brightness-nya jadi sangat kecil, mekanisme auto fokus juga akan mengalami hal yang sama: krak..kruk.. krak..krukk mulu. lalu bagaimana jika obyeknya udah cukup kontras, terlihat sangat jelas tanpa terhalang apa2 tapi sangat mobile dan kecil, seperti walet? hehehehe selamat mencoba, karena saya juga belum ketemu rumusnya. apa lagi ya?hmmmm... ohya 5. kenali obyek anda. dan kayaknya ini yang paling membutuhkan kesabaran. pada intinya, proses observasi dan eksplorasi sangat penting sebelum anda betul2 berniat berburu foto. mengenali behaviour, habitat preference, habitat use, bahkan sampe hubungannya dengan musim sangat diperlukan. ujung2nya, melalui proses ini, cara berburu foto yang baik adalah dengan memilih tempat paling strategis lalu biarkan burung2 yang mendatangi anda, bukan kebalikannya: "mengejar" burung. sebagai contoh: Raja udang biru, hampir dipastikan dia punya tempat tengger favorit, bahkan sampai pohon apa, tonggak yang mana atau akar apa di bawah pohon apa. pasti dia punya itu. nah, informasi seperti itu yang harus dipahami betul. 6. dan yang terakhir. masih ada banyak cara untuk medapatkan foto2 terbaik. 5 point di atas yang pasti jauh dari sempurna. mungkin para fotografer senior yang ikut di milist ini bisa menambahi informasi2 yang jauh lebih terukur dan cespleng. semoga saya sedang tidak bermaksud menggurui, tapi mari kita belajar bersama2. semoga berguna. eh...kok panjang amat ya? hehehehe...copy- paste di blog ah... :D Pada 19 Januari 2010 16:02, dimas haryo pradana <dimas_haryopradana@ yahoo.com> menulis: > > > > > > > > > > > > > > > > >> > >> > >edan tenan... mata kayak kecolok...gambarnya tajem banget...pake kamera apa >nih Swiss...? > >Dimas > > > > ________________________________ From: swiss win <kebo.giraz.giraz@ gmail.com> >To: sbi-i...@yahoogroup s.com >Sent: Tue, January 19, 2010 7:54:56 PM >Subject: [SBI-InFo] ikut-ikutan share foto ahh... [6 Attachments] > > > >udah lama gak share foto ne. mohon ijin. semoga berguna. > >merianggara- garamasihFOBIaha rdiskkenaformat >-- >swiss >www.pratapapa81. wordpress. com >www.balurannational park.web. id > > -- swiss www.pratapapa81. wordpress. com www.balurannational park.web. id Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
