Rekan-rekan, Beberapa jenis burung pantai migran telah hadir di Pantai Trisik. Berikut saya teruskan catatan Juki, sang ketua Bionic, dari hasil pengamatan yang kami lakukan. Bagaimana di tempat lain?
Salam Imam T --- On Tue, 8/31/10, Zed <[email protected]> wrote: From: Zed <[email protected]> Subject: [bionic-uny] Bel Migrasi Telah Berbunyi.......!!!!! To: [email protected] Date: Tuesday, August 31, 2010, 3:19 AM Senin, 23 Agustus 2010 Pagi yang cukup cerah waktu itu mendorong semangatku untuk kembali bertualang. Bersama rekanku sesama pengamat burung Kang Imam dan Kukuh, kami berangkat dari BBC sekitar pukul 07.30 WIB. Kurang lebih satu jam perjalanan kami akhirnya sampai di lokasi, meskipun ban bocor sempat sempat ikut andil dalam acara kami. Kawasan Persawahan Trisik menjadi tempat beburu kami yang pertama. Baru saja kami berhenti akibat rayuan flocking Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) tiba-tiba seekor Cerek kalung kecil (Charadrius dubius) terbang melintas dihadapan kami. Yah, pastilah kami mencoba untuk menelisik dengan seksama daerah persawahan itu. Benar saja, di tempat ini pula kami menemukan beberapa ekor Cerek kalung kecil dan Trinil semak (Trynga glareola). Beralih ke laguna, kami mencoba untuk menemukan jenis lain. Ternyata tak salah dugaan kami. Cerek jawa (Charadrius javanicus), Kedidi leher-merah (Calidris ruficollis), Trinil pantai (Trynga hypoleucos) menjadi penghuni laguna saat itu. Dan tak ketinggalan pula beberapa Dara-laut jambul (Sterna bergii) berlalu lalang melintasi daerah ini. Sebelum berpindah ke daerah delta sungai Progo, kami sempatkan mampir ke muara sungai terlebih dahulu. Namun sayang karena kondisi air yang pasang menjadikan tempat ini cukup sepi. Saat itu kami hanya melihat seekor Trinil pantai saja. Tempat tujuan akhir kami adalah kawasan delta sungai Progo. Berdamping dengan sibuknya para penambang pasir kami pun sibuk untuk berpengamatan ria. Wah, benar saja flocking Dara-laut jambul menjadi pemandangan lezat saat itu. Tak kurang dari 400 ekor Dara-laut jambul berkumpul di tempat itu. Seolah menjadi cerita yang berujung bahagia, kami pun kembali mendapat jenis-jenis lain. Sebut saja Trinil pembalik batu ( Arenaria interpres), Cangak abu (Ardea cinerea), serta dua ekor dara-laut dan cerek pasir yang belum berhasil kami identifikasi. Jarak yang cukup jauh dipadu dengan binocular seadanya menjadikan kami sulit untuk menentukan jenis burung tersebut. Sedangakan Cerek jawa, Trinil pantai, dan kedidi leher merah tetap saja tak hentinya menyemarakkan suasana. Berikut list pengamat burung di setiap lokasi dan foto yang seadanya: I. Area Persawahan Sebagian besar kondisi sawah masih dalam masa pembajakan. Cuaca cukup cerah. List Burung: 1. Cerek kalung kecil : 3 ekor 2. Trinil Semak : 8 ekor 3. Kuntul kerbau : 3 Flock (121 ekor,140 ekor,+-100 ekor) II. Laguna Air tidak meluap ke arah timur, bisa dibilang kering. List burung : 1. Cerek jawa : 21 ekor 2. Kedidi leher merah : 1 ekor 3. Trinil pantai : 2 ekor 4. Dara laut jambul : melintas, kemungkinan dari dan menuju delta. III. Muara Muara dalam kondisi pasang IV. Delta Kondisi air pasang, delta yang tidak tergenang air hanya di dekat delta utama. List burung: 1. Dara laut jambul : 421 ekor 2. Trinil pembalik batu : 7 ekor 3. Kedidi leher merah : 3 ekor 4. Cerek pasir sp : - 5. Cerek jawa : - 6. Dara laut sp : 2 ekor 7. Cangak abu : 1 ekor 8. Trinil pantai : 2 ekor
