Marhaban ya burung migran!!! Catet terus Mas.
Kalau Kuntul kerbau-nya lagi bulu berbiak nggak yach? Saya tertarik
untuk membandingkan waktu berbiak burung (apa aja) antara satu daerah
dengan daerah lain. Kami pernah mengamati waktu berbiak jenis-jenis
burung air di Pulau Dua selama 4 tahun, dan ternyata waktunya beda-beda.
Apakah beda daerah juga beda waktunya? yuk ngumpulin data lagi
(provokator.com)
Yus
On 31/08/2010 16:36, imam rahman wrote:
Rekan-rekan,
Beberapa jenis burung pantai migran telah hadir di Pantai Trisik.
Berikut saya teruskan catatan Juki, sang ketua Bionic, dari hasil
pengamatan yang kami lakukan. Bagaimana di tempat lain?
Salam
Imam T
--- On *Tue, 8/31/10, Zed /<[email protected]>/* wrote:
From: Zed <[email protected]>
Subject: [bionic-uny] Bel Migrasi Telah Berbunyi.......!!!!!
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 31, 2010, 3:19 AM
Senin, 23 Agustus 2010
Pagi yang cukup cerah waktu itu mendorong semangatku untuk kembali
bertualang. Bersama rekanku sesama pengamat burung Kang Imam dan
Kukuh, kami berangkat dari BBC sekitar pukul 07.30 WIB. Kurang
lebih satu jam perjalanan kami akhirnya sampai di lokasi, meskipun
ban bocor sempat sempat ikut andil dalam acara kami. Kawasan
Persawahan Trisik menjadi tempat beburu kami yang pertama. Baru
saja kami berhenti akibat rayuan flocking Kuntul kerbau (Bubulcus
ibis) tiba-tiba seekor Cerek kalung kecil (Charadrius dubius)
terbang melintas dihadapan kami. Yah, pastilah kami mencoba untuk
menelisik dengan seksama daerah persawahan itu. Benar saja, di
tempat ini pula kami menemukan beberapa ekor Cerek kalung kecil
dan Trinil semak (Trynga glareola).
Beralih ke laguna, kami mencoba untuk menemukan jenis lain.
Ternyata tak salah dugaan kami. Cerek jawa (Charadrius javanicus),
Kedidi leher-merah (Calidris ruficollis), Trinil pantai (Trynga
hypoleucos) menjadi penghuni laguna saat itu. Dan tak ketinggalan
pula beberapa Dara-laut jambul (Sterna bergii) berlalu lalang
melintasi daerah ini.
Sebelum berpindah ke daerah delta sungai Progo, kami sempatkan
mampir ke muara sungai terlebih dahulu. Namun sayang karena
kondisi air yang pasang menjadikan tempat ini cukup sepi. Saat itu
kami hanya melihat seekor Trinil pantai saja. Tempat tujuan akhir
kami adalah kawasan delta sungai Progo. Berdamping dengan sibuknya
para penambang pasir kami pun sibuk untuk berpengamatan ria. Wah,
benar saja flocking Dara-laut jambul menjadi pemandangan lezat
saat itu. Tak kurang dari 400 ekor Dara-laut jambul berkumpul di
tempat itu. Seolah menjadi cerita yang berujung bahagia, kami pun
kembali mendapat jenis-jenis lain. Sebut saja Trinil pembalik batu
( Arenaria interpres), Cangak abu (Ardea cinerea), serta dua ekor
dara-laut dan cerek pasir yang belum berhasil kami identifikasi.
Jarak yang cukup jauh dipadu dengan binocular seadanya menjadikan
kami sulit untuk menentukan jenis burung tersebut. Sedangakan
Cerek jawa, Trinil pantai, dan kedidi leher merah tetap saja tak
hentinya menyemarakkan suasana.
Berikut list pengamat burung di setiap lokasi dan foto yang seadanya:
I. Area Persawahan
Sebagian besar kondisi sawah masih dalam masa pembajakan. Cuaca
cukup cerah.
List Burung:
1. Cerek kalung kecil : 3 ekor
2. Trinil Semak : 8 ekor
3. Kuntul kerbau : 3 Flock (121 ekor,140 ekor,+-100 ekor)
II. Laguna
Air tidak meluap ke arah timur, bisa dibilang kering.
List burung :
1. Cerek jawa : 21 ekor
2. Kedidi leher merah : 1 ekor
3. Trinil pantai : 2 ekor
4. Dara laut jambul : melintas, kemungkinan dari dan menuju delta.
III. Muara
Muara dalam kondisi pasang
IV. Delta
Kondisi air pasang, delta yang tidak tergenang air hanya di dekat
delta utama.
List burung:
1. Dara laut jambul : 421 ekor
2. Trinil pembalik batu : 7 ekor
3. Kedidi leher merah : 3 ekor
4. Cerek pasir sp : -
5. Cerek jawa : -
6. Dara laut sp : 2 ekor
7. Cangak abu : 1 ekor
8. Trinil pantai : 2 ekor