RE: [RantauNet] Hipotesa budaya Minang mengembang

2002-02-06 Terurut Topik henra . messa


Dunsanak sadonyo sabab internet di tampek ambo , mati babarapo waktu ko,
ambo ingin mang agiah komentar untuk babarapo ide/konsep
nan dipalegakan di lapau ko.

nan partamu ide dari dunsanak Malin Muncak ;
Kalau manuruik hipotesa nya dunsanak Alma Wardi ko bararti di Luhak Jakarta
ko nagari tanah abang, Cipulir dan Manggarai ,
memang saraso di kampuang se rasonyo.
Kalau baitu galodo lah manimpa pulo nagari awak ko, Nagari Cipulir yo
nagari Manggarai adolah tampek yg terkena banjir.
banyak panggaleh kain urang awak nan indak mandapek penghasilan karano pasa
nyo tarandam.

Mengenai ide membangkit batang terendam, menuruik ambo yg penting ialah
bagaimana kita mengambil esensi dari batang tersebut, 'esensi' nyo yg
ditagakkan, esensi makna yg sesuai yo jaman kini ko. Seperti uraian Kato
pusako dari mak Adyan mungkin perlu diaktualkan aplikasi nya dalam jaman
saat ini.
tapi tetap apa yg telah ada dijadikan modal historis.

Kalau menyimak hipotesa budaya mengembang , saya melihat harus ada, hal apa
yg mengikat orang Minang yg terus menyebar tersebut , karena tambah
menyebar tambah berkurang pula ikatannya.

Saya kira untuk orang Minang Agama Islam dan ranah Minang di Sumbar adalah
pengikat untuk orang Minang yg terus menyebar. Harus ada visi yg kuat dan
jelas apa yg dituju apa yg dicari ?

Memang kalau tidak ada ikatan yg kuat , Kulturan Minang bisa jadi redup
atau malah punah suatu saat kelak. Salah satu tanda sudah terlihat pada
anak anak urang awak yg lahir di Jakarta atau Bandung mereka tak mengenal
lagi negerinya dan tak ada lagi rasa kebanggaan sebagai urang awak.

Di milis ini pun bisa terlihat ada beberapa netter yg kelakuannya bisa
dikatakan kurang beradab, terlihat dari emailnya yg kasar dan kotor, nah
bisa jadi mereka itu adalah orang Minang yg berasal dari keluarga lemah
atau malah tidak ada pendidikan etika / berbudaya di keluarga nya, kalau
orang Minang yg masih kuat tradisinya akan sangat menjaga pendidikan akhlak
untuk anak anaknya, atau bisa jadi mereka adalah China padang atau berasal
dari kampung Nias di Padang , seperti pernah dikatakan oleh netter lainnya.
Tapi memang beginilah jadinya lapau urang awak di jaman kini ko, yg memang
jauh berbeda dari lapau di jaman saisuak.
percakapan di milis ko adolah salah satu gambaran kondisi urang Minang
aktual saat ini yg terus menyebar tapi meredup.

Tentang ide Minan-Kiau dari mak Barijambek , cukup menarik juga idenya ,
tapi kita kalau saya melihat bahwa basis orang China adalah kelompok
keluarga besar , seperti keluarga Liem, keluarga Wang dll.  Jadi ada basis
atau ikatan yg terhubung terus. Selain itu orang China pun terbagi bagi
atas kelompok seperti China Kanton , China Hokian , Haka dll.
Sebagai perbandingan orang Yahudi walau menyebar jauh , masih terikat oleh
agama Yahudi, basis keluarga dan janji penyelamat di tanah leluhur (
Israel) di akhir Jaman. orang Yahudi punya ikatan visi yg kuat sehingga
bisa membuat gerakan politis , sedangkan orang China tak punya visi yg
sama, sehingga gerakan politiknya tak sehebat orang Yahudi.

salain ka urang Chino, ambo kiro paralu juo awak baraja ka pangalaman urang
India nan banyak menyebar ke penjuru dunia.
Bisa dikecek ado 3 bangsa besar yg bisa jadi pelajaran bagi urang minang,
karena sama sama berdiaspora yaitu urang Chino, India yo Yahudi.

India terkenal karena kemandiriannya , kalau kita datang ke India
kendaraannya jelek jelek tapi buatan mereka sendiri ( bis Tata , sepeda
motor Bajaj )
Film nya buatan sendiri ( Bombay bisa mengalahkan Hollywood )

Orang orang India yg belajar ke luar negeri , misalnya ke Amerika ,
biasanya setelah lulus kerja dulu di Amerika  misalnya di Silicon Valley ,
nah setelah
banyak pengalaman mereka pulang ke India , buat perusahaan sendiri. Kasus
aktual mungkin di bidang IT , di Silicon valley orang India banyak kerja di
perusahaan IT , dan mereka memang pintar ( Lotus dan Microsoft banyak orang
Indianya ) , nah setelah punya pengalaman dan relasi kuat , mereka kembali
ke India dan buat perusahaan IT di Bangalore , perusahaan IT ini
mengerjakan Outsouching /subkont dari pengerjaan proyek IT di Amerika ,
orang Amerika mau saja memberi karena sudah tahu keahliannya , karena bekas
pekerjanya . Saat ini IT adalah salah satu potensi ekonomi India.

Para pelajar India yg belajar di luar negeri, pada waktu libur,
menyempatkan diri pulang ke India dan memberikan ilmu/penjelasan/pengajaran
mengenai perkembangan ilmu yg mereka dapat kepada para mahasiswa /pelajar
atau pekerja di India sendiri , sehingga para pelajar di India sendiri
tidak ketinggalan. Karena hal itulah ilmu pengetahuan di India cukup maju.
( cubo liek urang awak nan sakola /bakarajo di luar negeri , lai ado nan
namuah pulang ka kampung mambagikan ilmunyo ? )

Esensi yg kita dapat dari orang India ialah , kemandirian ekonomi,
kesederhanaan hidup dan mau membagi ilmu.

sakian tanggapan ambo atas babarapo ide / konsep dari dunsanak di lapau RN
ko nan memang cukup kreatif ide idenyo.

Wassalam

Hendra M
Jakarta




Re: [RantauNet] Hipotesa budaya Minang mengembang

2002-02-06 Terurut Topik Bandaro


Rasono petisi tu untuak terjadinya dekadensi moral di Sumbar.

~Bandaro~
~

Irdam Syah wrote:

 ( . dikuduang naknyo singkek .)


 Kalau indak salah sampai barencana ka maajukan petisi sagalo
 dari rantaunet ko, mungkin uda Bandaro bisa manjalehkan.
 Itu se pandapek ambo, maaf kok ado salah-salah kato...
 
 wassalam,
 tan gala



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar-- subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===



RE: [RantauNet] Hipotesa budaya Minang mengembang

2002-02-06 Terurut Topik Irdam Syah

Kalau diskusi palajaran adaik Minang di mulok sikolah di sumbar
apo ujuang diskusinyo da Bandaro.. mungkin masih ingek.. biaso
no arsip tasimpan rapi di buku gadang da Bandaro...:-)

-tan gal@

 --
 From: Bandaro[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
 
 Rasono petisi tu untuak terjadinya dekadensi moral di Sumbar.
 
 ~Bandaro~
 ~
 
 Irdam Syah wrote:
 
  ( . dikuduang naknyo singkek .)
 
 
  Kalau indak salah sampai barencana ka maajukan petisi sagalo
  dari rantaunet ko, mungkin uda Bandaro bisa manjalehkan.
  Itu se pandapek ambo, maaf kok ado salah-salah kato...
  
  wassalam,
  tan gala
 

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar-- subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===



[RantauNet] Hipotesa budaya Minang Mengembang

2002-02-04 Terurut Topik Alma Wardi

Hipotesa budaya mengembang 

Menyimak uraian sejarah Minang dari Mak Adyan, saya
terpikir pada suatu hipotesa bahwa sejarah budaya
orang dan budaya Minang cenderung mengembang .

Hal ini bisa terlihat dari tahapan perkembangan
regional orang Minang yg terus berkembang , daerah yg
asalnya rantau akhirnya menjadi ranah minang dan
begitu seterusnya, mungkin akan lebih mudah bila saya
jelaskan secara skematis sbb ;

Secara umum bagi orang minang daerah dibagi dua ,
yaitu ranah minang 
( daerah sendiri / internal region ) dan tanah rantau
( eksternal region )

Tahap 1
Internal region ( ranah minang ) ; Tanah data ( luhak
nan tuo )
Eksternal region (rantau )   ; Luhak Agam dan
50 koto

Tahap 2 ;
Internal region  ; Luhak nan tigo ( tanah data , Agam
dan 50 koto )
Rantau  ; Pesisir selatan , Pariaman, Pasaman
, Bangkinang, 
   Negeri sembilan  dll
Tahap 3 : 
Internal region : Sumatera Tengah ( Sumbar +
Bangkinang, Pk Baru, Kerinci dll ) 
Rantau : Medan, Palembang, Pulau Jawa (
Jakarta , Bandung dll ) 

Tahap 4   : Sumbar + Riau, Batam,Medan,
Palembang,Jakarta dll
Internal region :  Irian, Maluku, Singapura ,
Malaysia, Australia, Amerika , Eropa

Jadi pada tahap awal , orang tanah data ( luhak asal
Minang ) pergi ke Agam saja telah dianggap merantau.

Pada tahap kedua ( sekitar jaman Belanda ) orang luhak
Agam pergi ke Padang saja ( padang didirikan Belanda )
telah dianggap merantau.

Pada tahap 3 , pergi ke Jakarta adalah merantau , tapi
bukan merantau namanya kalau pergi ke Padang. Atau
Pekanbaru , walaupun propinsi Riau tapi bahasa populer
yg dipakai sehari hari ialah bahasa Minang , ini lah
salah satu yg menimbulkan kecemburuan sosial orang
melayu Riau.

Pada tahap ke 4, pergi ke Jakarta bukan lagi dianggap
merantau karena , telah banyak berdiri koloni koloni
urang minang ( spt tanah abang, Manggarai dll )
sehingga kalau berada di Jakarta rasanya seperti di
kampung saja, orang tidak merasa perlu selalu pulang
kampung ketika telah tua, dan menghabiskan hari tuanya
di tanah jawa ( seperti mak Bandaro di nagari Bogor )

Saat ini yg namanya merantau ialah kalau pergi ke luar
negeri seperti Australia, Amerika dll.

Sekarang mungkin kita berada pada tahap 4 , pada tahap
ini konsep membangkit batang terendam atau hal hal
lainnya terasa kurang aktual karena kondisi sosial
kultural orang minang di rantau telah berubah.
Anak anak urang awak nan lahir di rantau rendah sekali
rasa  keĀ–minang-annya
Banyak diantara mereka yg tak merasa bangga sebagai
orang minang, bahkan sebagian ada yg merasa malu sbg
orang Minang. Berbeda sekali dengan mereka yg lahir di
Sumbar sekitar th 1930-1960-an. ( sebelum peristiwa
PRRI ).

Jadi pada kondisi ini , harus dipahami bahwa minang (
orang minang dan budaya minang ) telah berubah , ide
untuk kembali ke kondisi ideal di masa lalu
(membangkit batang terendam ) cenderung jadi utopia.

Nampaknya batang telah benar benar terendam, dan kita
perlu mencari batang baru sebagai tonggak baru budaya
minangkabau.
Skema adat dan budaya nya harus berubah pula, kita tak
bisa lagi memakai pola pola lama, karena kondisi telah
berubah.

Sebagai perbandingan kita bisa melihat sejarah orang
China atau diasporanya orang Yahudi.

Orang China menyebar dan membumi dg kondisi setempat (
melebur )
Sedangkan orang Yahudi walaupun menyebar, mereka tetap
terikat dg tanah leluhurnya , selain itu Yahudi diikat
oleh agama dan keluarga ( agama Yahudi dan perkawinan
sesama orang Yahudi ) sehingga secara sosial budaya
dan politis orang Yahudi kuat, beda halnya dg orang
China yg melebur, walaupun ada konsep tanah leluhur
tapi relatif lemah.

Nah orang Minang adalah lebih melebur lagi dibanding
orang China, sehingga praktis lebih lemah secara
sosial budaya dibanding orang China apalagi Yahudi.

Orang Yahudi terpelihara secara genetik , karena
perkawinan yg tertutup 
( diantara mereka saja )

Contoh sederhana , pada awal abad 20-an , ada anggapan
bahwa orang Bukittinggi relatif lebih berbudaya
dibanding orang kota Padang, karena di Padang banyak
orang Nias, Mentawai, China dll
Bahkan orang orang tua kita dulu di daerah kab Agam,
melarang anaknya nikah dg orang Padang karena
dianggapnya orang kota Padang, adalah keturunan orang
Nias atau mentawai yg peradabannya berbeda.

Cenderung orang minang yg mantiko ( berbudaya rendah
spt omong kasar, dll )
Adalah mereka yg turunan campuran ( bukan minang asli
) biasanya ayah atau ibunya orang Nias, Mentawai
,China atau lain lain.

Kasus pada beberapa teman teman yg menikah dg orang
Jawa di keluarga tsb bisa dikata ciri kultural minang
nya telah berkurang banyak.

Bisa jadi suatu saat kelak , orang Minang bisa punah.
karena terus mengembang dan melebur.

Ini sekedar hipotesa sederhana dari saya, yg perlu
pembuktian lebih lanjut , mungkin dunsanak ada ide ide
lain yg lebih tepat.

Wassalam 

A W. Malin Muncak
Palembayan- Kab Agam


__
Do You Yahoo!?
Great stuff seeking new owners in 

Re: [RantauNet] Hipotesa budaya Minang Mengembang

2002-02-04 Terurut Topik Adyan


 A W. Malin Muncak
 Palembayan- Kab Agam

Gumarang.. garangan?

salam
adyan



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar-- subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===



Re: [RantauNet] Hipotesa budaya Minang Mengembang

2002-02-04 Terurut Topik Adyan

Assalamualaikum w.w.


Mak Malin nan ambo hormati,
Lai jauh dari banjir kini tu? Mudah-mudahan mak Malin lai sihaik-sihaik
sajo. Amin.

Ambo nak mananggapi sangenek posting mak Malin, meskipun dari ambo mungkin
indak ka badacak bana do, sado nan takana sajo.

- Original Message -
From: Alma Wardi [EMAIL PROTECTED]

 Hipotesa budaya mengembang

Ruponyo mirip teori big-bang tantang asa muasa alam semesta ko? Sarupo
balon-balon diabuih: kalau ado gambar di balun tu, makin diambuih gambarnyo
makin gadang, tapi makin kabue pulo.

 Jadi pada kondisi ini , harus dipahami bahwa minang (
 orang minang dan budaya minang ) telah berubah , ide
 untuk kembali ke kondisi ideal di masa lalu
 (membangkit batang terendam ) cenderung jadi utopia.

Kalau akan k e m b a l i  ka kondisi ideal maso lalu, tantu io itu suatu nan
sio-sio. Nan dituju iyo lah maso depan. Hanyo biasonyo urang suko juo kalau
lai punyo s e s u a t u nan asli dari dirinyo sandiri, dari budayanyo
sandiri. Saroman urang  nan ka mancarai karajo atau ka pai marantau, tantu
harus juo mamikiekan aa nan ado dinyo ka jadi modal barupo pendidikan dan
kepribadian, akhlak atau karakter. Baantun pulo urang awak kalau punyo
'batang' nan tarandam, atau tonggak budaya sandiri, mungkin labiah 'bamodal'
dalam mahadoki globalitas zaman kini.

 Nampaknya batang telah benar benar terendam, dan kita
 perlu mencari batang baru sebagai tonggak baru budaya
 minangkabau.

Tonggak baru tantu bisa dipakai, misalnyo demokrasi, civil society, human
rights. Baa gak ati Mak Malin tu?

 Skema adat dan budaya nya harus berubah pula, kita tak
 bisa lagi memakai pola pola lama, karena kondisi telah
 berubah.

Iyolah baitu, lapuak-lapuak dikajangi, usang-usang dipabarui.

 Bisa jadi suatu saat kelak , orang Minang bisa punah.
 karena terus mengembang dan melebur.

Kalau sampai di situ, mudah-mudahan masih ado warisan nan ditinggakan.

- Original Message -
From: [EMAIL PROTECTED]
 ( mengingatkan) kapado generasi baru untuak tatap mangana
 asa usua dan budayo kito.

Takana pulo, mak Bandaro.. hari rayo kapatang, ado tamu ambo dari Malaysia
nan barasa dari Minang juo dulunyo, pulang mambao anak-anak supaya jan lupo
jo asa usua budayanyo. Jadi ambo tanyokan, baa di Malaysia inyo sabagai
urang minang? Ruponyo iyo indak mamakai adat takah dikampuang do: indak ado
suku indak ado tanah pusako, indak ado bagala dst.dst. Jadi apo nan diacari
dengan mambao anak-anak pulang kampuang ko? tanyo ambo. Paliang tidak,
katonyo supayo anak-anak tatap mamcik budaya dan filsafat iduik minang.
Salah satunyo, kato baliau, urang minang barani di nan bana - bukan barani
karano bagak ..


Sakitu sajo dulu dari ambo,


Wassalam

Adyan




RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar-- subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===