Precedence: bulk
INDEPENDENSI BI POTONG PROGRAM ADI SASONO
JAKARTA (SiaR, 15/1/99), Bank Indonesia (BI) tak akan lagi
mengucurkan program bagi program kredit yang dikelola Menteri
Koperasi/Pengusaha Kecil dan Menengah, Adi Sasono. Perubahan sikap BI ini
berkaitan dengan kebijakan Otoritas Moneter untuk mengembalikan BI sebagai
"lender of last resort" atau benteng akhir peminjaman. Sikap ini dinyatakan
Menteri Keuangan, Bambang Subianto, Rabu (13/1) lalu dalam penjelasan RUU
Bank Sentral di DPR.
Beberapa bulan lalu, Adi Sasono berhasil meminta Rp 10 trilyun untuk
program kredit bagi petani, usaha menangah dan kecil. Dana itu dikucurkan
dari kas BI. Tak jelas apa status dana ini. Namun diperkirakan, dana itu
akan dibebankan di APBN 1999/2000, melalui sejumlah pos seperti Pengembangan
Jaring Pengaman Sosial.
Kalangan pengamat menduga, sikap Otoritas Keuangan yang diwakili
Menkeu Bambang Subianto merupakan tindakan balasan atas penggerogotan uang
negara oleh Adi Sasono untuk kepentingan politik Sekretaris Umum Ikatan
Cendekiawan Muslim (ICMI) ini. Bahkan ada yang menduga, Bambang Subianto
memanfaatkan kesempatan ini membalas perlakuan Adi Sasono dan Eggy Sudjana
(pengurus CIDES dan Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) yang
menuduhnya menggunakan uang negara untuk membiayai aksi mahasiswa.
Belakangan Adi Sasono juga disorot Bank Dunia yang tak setuju dengan
program redistribusi aset produktif, salah satu program dalam ekonomi
kerakyatan. Redistribusi aset produktif dinilai Bank Dunia hanya akan
menghancurkan sistem ekonomi yang sudah terbangun di Indonesia. Karena itu
pula, Bank Dunia mengirim tim ke Indonesia untuk menyelidiki program ini.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html