Precedence: bulk


ISU KERUSUHAN MEREBAK DI MANA-MANA

        JAKARTA (SiaR, 26/1/99),  Kabar bahwa Rabu (27/1) besok akan terjadi
kerusuhan besar di mana-mana, setara dengan kerusuhan Mei tahun lalu,
membuat sejumlah warga Jakarta was-was. Kabar itu tak hanya menyebar di
Jakarta, namun juga di Solo, Jawa Tengah, kota yang pada peristiwa kerusuhan
Mei lalu, juga hancur lebur. Di Solo menurut pemantauan SiaR, kabar bahwa
tanggal 27 Januari akan terjadi kerusuhan di kota itu sudah diketahui hampir
seluruh warga Solo.

        Tak diketahui siapa yang menyebarkan kabar itu hingga hampir tiap
orang di tiap kampung di Solo menerima kabar bahwa Rabu minggu ini akan
terjadi kerusuhan. Akan halnya warga Jakarta yang merasa was-was karena
kabar bahwa akan ada sejumlah pembakaran dan pengrusakan di pinggiran kota
dan kota-kota di sekitar Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, Depok dan Bogor,
Rabu ini.

        Seorang anggota Pemuda Pancasila kepada sumber SiaR mengaku bahwa ia
diperintahkan untuk membuat kekacauan di pinggiran kota Jakarta, setidaknya
Rabu pekan ini atau bertepatan dengan aksi demosntrasi besar-besaran yang
akan digelar mahasiswa Jakarta. Rencananya, menurut informasi yang
dikumpulkan SiaR, mahasiswa Jakarta dari berbagai faksi memang akan turun ke
jalan bersama-sama pada Rabu ini.

        "Tugas kami melakukan kekacauan di pinggiran kota ketika mahasiswa
melakukan aksi besar-besaran di dalam kota Jakarta," ujar anggota Pemuda
Pancasila tadi. Sejumlah warga Jakarta yang dihubungi SiaR malah sudah
bersiap-siap menghadapi kabar kerusuhan itu dengan menimbun bahan makanan.
Di Jawa Timur, provokasi justru sudah terjadi. Di Malang, pekan lalu seorang
tak dikenal berbuat tak senonoh di sebuah Gereja Katolik. Pastor gereja
setempat segera menghubungi Ketua Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH
Hasyim Muzadi 
        "Untungnya, saya segera diberitahu oleh Romo Petrus Eko Budi,
sehingga saya segera mengimbau seluruh warga NU di Malang agar tak
terpancing untuk berbuat yang tidak-tidak," ujar KH Hasyim.

        Isu kerusuhan itu memang santer diperbincangkan. Bahkan KH Hasyim
mengatakan, para provokator sudah mulai memancing masyarakat. Selain di Malang, 
Pemimpin Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam di Situbondo, dihasut oleh
sekelompok orang yang mengajak kyai itu dan santri-santrinya melakukan aksi
menanggapi kasus Ambon. 

"Saya langsung memerintahkan, ajakan seperti itu tak perlu ditanggapi.
Bahkan, saya juga mengontak seluruh pemimpin pesantren di Jatim, agar  tidak
menghiraukan jika ada yang mengajak demo merespons kejadian  Ambon," tambah
Kyai Hasyim.

        Menurut Kyai Hasyim, masalah SARA memang paling mudah dijadikan
pemicu. Para provokator itu biasanya menggunakan para preman dan kelompok
radikal, kemudian melakukan gerakan-gerakan yang cukup terkoordinasi. Karena
itu, sudah seharusnya para tokoh agama dan masyarakat sering kontak,
sehingga  apabila ada kejadian bisa segera turun tangan.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke