Precedence: bulk
KERUSUHAN BAKAL TERJADI DI MANADO
MANADO (SiaR, 26/1/99), Ketegangan belakangan ini melanda Manado,
kota dengan penduduk mayoritas Kristen, lebih-lebih setelah bentrokan
antarwarga Muslim dan Kristen meledak di Ambon, Selasa (19/1) lalu.
Para pejabat Pemerintah Daerah Sulawesi Utara, bahkan sebelum
meledak kerusuhan di Ambon memang sudah mulai was-was dengan adanya isu yang
tersebar di Manado bahwa akan terjadi kekacauan yang bertendensi agama.
Gubernur Sulawesi Utara, AA Mangindaan, jauh sebelum kerusuhan Ambon
meledak, telah sibuk mencari informasi mengenai kabar bahwa Manado akan
dijadikan target kerusuhan. Hasilnya, diperoleh info bahwa sekitar 300
preman dari luar Manado sudah berkeliaran di kota itu.
Sebelumnya, penduduk Manado merasa, bentrok antarwarga Muslim dan
Kristen di Poso, Sulawesi Tengah yang terjadi akhir Oktober dan kemudian di
akhir Desember tahun lalu, sebagai test case untuk menggarap Manado. Poso
adalah kantung Kristen di Sulawesi Tengah. Mayoritas penduduk kota itu
beraga Kristen dan warga Muslim merupakan warga minoritas. Sulawesi Tengah
sendiri merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Peristiwa yang terjadi pada saat Natal, 25 Desember tahun lalu
berawal dari perselisihan seorang warga Kristen yang tengah mabuk dengan
seorang warga Muslim. Segera kabar pun tersebar bahwa seorang Kristen
memukuli seorang Muslim di saat Bulan Ramadhan. Kemarahan warga Muslim di
sekitar Poso pun meledak dan bentrok pun terjadi lagi, menyebabkan sejumlah
orang luka berat. Sebelumnya di kota itu juga, terjadi bentrokan antarwarga.
Peristiwa terakhir di Poso dan Ambon itulah yang mencemaskan
Mangindaan, karena kalau Poso dan Ambon bisa digarap, apalagi Manado. Pemda
Sulawesi Utara kini memerintahkan para aparatnya, dari kepala desa hingga
bupati untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan dan mencatat setiap
tamu yang menginap di wilayahnya masing-masing melalui para ketua Rukun
Tetangga.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html