Precedence: bulk


PESILAT BANTEN BENTENGI ACARA SOEHARTO DI SOLO

        JAKARTA (SiaR, 26/1/99), Acara peringatan 1.000 hari meninggalnya
Siti Hartinah "Tien Percent" Soeharto di Astana Giribangun, Desa
Karangbangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jumat (22/1) lalu
berlangsung secara tertutup. Wartawan dilarang meliput, kecuali TPI. Juga
lokasi dijaga ketat para pesilat asal Banten.

        Pada kesempatan itu Soeharto  hadir bersama anak dan cucunya serta
kerabatnya. Sedangkan sejumlah pejabat negara pada masa kepemimpinannya
yang hadir adalah mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar,
Jenderal TNI
(Purn) Hartono, mantan Mensesneg Saadilah Mursyid, mantan Mendikbud Wiranto
Arismunandar, mantan Menteri Agama Quraish Shihab, serta mantan
Menhankam/Pangab Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani. Tampak pula mantan Menkop
Bustanil Arifin, mantan Menkop PPK Subijakto Cakrawerdaya dan mantan
Mengpangan/Kabulog Ibrahim Hasan.

        Yang menonjol dari acara itu adalah kehadiran ratusan ulama dari Jawa
Barat. Dan kelompok pendekar berseragam hitam-hitam dengan tulisan Perguruan
Debus "Seger Jaya". Mereka mengikuti rangkaian acara di dalem Kalitan, Kamis
(21/1). Bahkan para pendekar ini mengambil peran aktif mengamankan jalannya
acara. Sebaliknya tidak ada ulama atau rombongan setempat yang hadir pada
acara tersebut, kecuali belasan warga sekitar makam yang diangkut dengan 2
bus kecil.

        Yayan Karyana, salah seorang pimpinan pendekar  mengaku mereka
diperintahkan menjaga keselamatan para ulama dan santri yang datang dari
sejumlah pesantren di Pandeglang, Serang, Lebak, Bogor, dan tempat-tempat
lain di Jawa Barat. Sedangkan salah satu ulama mengatakan bahwa mereka
memang diundang dan juga diberi bantuan transpor serta akomodasi. Namun
belum selesai memberi keterangan Yayan segera ditarik oleh rekan-rekannya.

        Menanggapi pertanyaan tentang kehadiran ratusan ulama dari Jawa Barat itu,
Sudwikatmono, salah seorang kerabat dekat Soeharto  menjawab mereka tidak
diundang khusus, tetapi datang secara spontan untuk memanjatkan doa bagi
almarhumah Ny Tien Soeharto.

        Ketatnya pengamanan acara Soeharto di Solo ini juga terlihat ketika Selasa
sebelumnya diadakan acara ziarah ke makam Bu Tien. Acara keluarga yang
mendahului peringatan 1.000 hari meninggalnya Ny Tien itu juga tak bisa
diliput pers. Wartawan yang datang ke makam di atas bukit itu, diusir oleh
aparat militer berpakaian preman.

        "Maaf, saya baru saja menerima pesan dari Sespri, karena ini acara
keluarga, Anda diminta kembali. Nanti lain kali, mungkin saat peringatan
1.000 hari wafatnya Ibu, akan kami beri kesempatan," kata petugas yang oleh
bawahannya dipanggil Pak Ero itu, menolak penawaran wartawan seraya
menggiring mereka sampai ke mobil.

        Soeharto datang ke Solo, Senin (18/1) menggunakan pesawat Fokker F-110 yang
lepas landas dari pangkalan udara militer Halim Perdanakusumah, Jakarta dan
mendarat di Lanud Adi Soemarmo Solo. Penjagaan kehadiran Soeharto ini
layaknya presiden yang masih aktif. Pasukan penjinak bom berpakaian preman
dan barikade tetap terpasang di kampung-kampung sekitar Kalitan.

        Konon 3 truk pasukan dari Grup 2 Kopassus TNI-AD yang bermarkas di
Kartasura diluncurkan ke Kalitan untuk menjaga kedatangan Soeharto.

        Sementara itu, sejumlah sumber menyebutkan, suasana kota Solo mirip dengan
saat Soeharto pulang ke Solo ketika masih berkuasa. Ndalem Kalitan yang
bangunannya mirip beteng, dikelilingi militer sampai ke kampung-kampung di
sekitarnya. Tak luput pula pada malam harinya,  gang-gang sempit di kampung
Kalitan dan Mangkubumen Wetan terasa seram, karena aparat memasang barikade
di mulut gang-gang dan berjaga-jaga dengan senapan yang larasnya dipasangi
sangkur. 

        "Warga Kalitan bagaikan dipenjara di rumahnya sendiri. Pasalnya, setiap
kali Soeharto datang dan warga ingin melihat dimintai tanda pengenal. Tak
hanya itu, mobil warga sekitar yang hendak pulang tak bisa masuk karena
semua jalan masuk ke Kalitan ditutup," kata sumber SiaR dengan nada kesal.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke