Precedence: bulk


PT INTI INDORAYON UTAMA DIMINTA TUTUP DIRI

        Sikap garang diperlihatkan DPRD Sumut ketika melakukan rapat dengar
pendapat dengan PT Inti Indorayon Utama (PT IIU), Kanwil Kehutanan, PU Bina
Marga dan PT Sucofindo Cabang Medan, Senin (25/1) lalu. Maratua Simanjuntak,
anggota Komisi D langsung menyalahkan PT IIU yang dipandang telah menyalahi
kesepakatan bersama antara PT IIU, Gubsu, Irjen Deperindag dan DPRD pada
26 Juni 1998 di Kantor Gubsu. 
        Menurut Maratua, rapat bersama itu menghasilkan 4 buah kesepakatan. 
Yaitu akan diadakan Audit Total untuk menilai keberadaan PT IIU; untuk 
keperluan audit total, 2 minggu atau 1 bulan sebelumnya PT IIU dipersilakan 
untuk beroperasi; tim audit  merupakan tim independen yang akan dibiayai 
pemerintah serta imbauan pada masyarakat untuk memberi dukungan dan masukan 
dalam penyusunan materi audit total.
        "Namun IIU tampaknya langsung menjalankan kesepkatan kedua tanpa menempuh
ketiga langkah lainnya terlebih dahulu. Akibatnya wajar jika masyarakat di
Porsea dan Balige sekarang ini marah dan merasa dibohongi," ujar Maratua. 
        Apa yang diungkapkan Maratua memang benar. Seperti diberitakan SiaR 
sebelumnya, Senin lalu ratusan warga Porsea yang terdiri atas kaum ulama,
pendeta, suster dan warga biasa, melakukan aksi unjuk rasa dengan cara melakukan
konvoi menempuh rute Porsea-Balige pp. Masyarakat juga mengibarkan bendera
setengah tiang sebagai ungkapan duka atas meninggalnya Ir Panuju Manurung,
sarjana pertanian dari Universitas Satya Wacana Salatiga, yang tewas
dianiaya aparat keamanan dalam kerusuhan bulan Nopember lalu.
        Namun jauh sebelum aksi konvoi tersebut, sejak awal Januari 1999,
masyarakat di Balige telah melakukan aksi pelemparan terhadap mobil-mobil
yang lewat dan pembakaran ban-ban di jalan lintas Sumatera. 
        Aksi tersebut dilakukan masyarakat karena kesal melihat PT IIU terus 
beroperasi. Padahal warga pernah melakukan demonstrasi besar-besarandan 
meminta penutupan PT IIU. Demonstrasi yang dilakukan masyarakat pada 
awal-awal reformasi tersebut dikabulkan Gubsu melalui kesepakatan bersama 
itu tadi. Namun bulan Nopember,
        PT IIU ternyata ingkar janji. Asap pabrik kini PT IIU di Sosor Ladang,
Porsea, sudah 4 bulan belakangan ini mengepul, dan bau busuk limbah bubur
kertas itu sudah mulai  tercium kembali. Tak heran, jika hal tersebut telah
menyulut kembali kemarahan rakyat.
        Dan inilah yang dipirhatinkan oleh anggota dewan. Baginda Sagala, anggota
dewan yang lain bahkan mengingatkan PT IIU tentang bahaya yang ditimbulkan
jika PT IIU terus beroperasi sementara tim audit belum terbentuk. 
        "Kita harus hati-hati. Saya tidak mau kejadian di Kupang dan Ambon 
terjadi di Porsea," tandas Baginda. Dikatakan bahwa keuntungan ratusan
milyar dari industri bubur kertas, tak sepadan nilainya dengan kerugian yang
harus
diderita rakyat Tapanuli Utara. 
        "Oleh karena itu saya minta agar PT IIU ditutup sebelum tim audit 
terbentuk," tegas Sagala.
        Sementara itu PT Sucofindo melalui Nade Yulius membantah berita-berita di
media massa yang mengatakan bahwa PT Sucofindo telah ikut ditunjuk sebagai
anggota tim audit. "PT Sucofindo belum pernah ditunjuk sebagai tim audit PT
IIU, itu hanya informasi yang keliru,"jelas Nade Yulius. 
        Sementara Ir. Herbun Darlin, Dirut PT IIU menjelaskan bahwa kerugian
yang diderita PT IIU selama 4 bulan tidak beroperasi kurang lebih $US 32 juta.
"Itu artinya selama 4 bulan kita telah kehilangan devisa pada masa dimana
pemerintah sedang sangat membutuhkan," ujar Herbun Darlin. 
        Faktor lain adalah adanya ketidakjelasan tentang kapan PT IIU boleh 
beroperasi kembali. Akibatnya sejumlah targer yang telah direncanakan PT IIU 
menjadi terkendala. 
        Apapun dalih dan argumen yang dikemukakan PT IIU, yang  jelas
kekhawatiran yang dikemukakan Maratua Simanjuntak tampaknya perlu diperhatikan
serius. Di tengah-tengah masyarakat yang sedang tercabik oleh hal-hal yang
sepele. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke