Precedence: bulk > Date: Thu, 28 Jan 1999 09:07:00 -0800 (PST) > From: Cari Ratu Adil ABRI TELAH MELAKUKAN KUDETA DI DPR Oleh : Budi Santoso Pembahasan RUU Politik mengalami kebuntuan sampai detik-detik (jam-jam) menjelang batas akhir harus diputuskan. Kebuntuan terjadi pada dua masalah yang dipandang krusial, yaitu masalah sistem pemilu proposional plus di DATI II atau di DATI I dan masalah yang sangat urgen dan telah menjadi tuntutan dari masyarakat luas agar dwifungsi ABRI dihapus dalam bentuk yang lebih teknis, yaitu jumlah kursi ABRI di DPR. Dalam masalah yang terakhir banyak pihak bahkan dari kalangan mahasiswa menuntut agar ABRI tidak menjalankan fungsi ganda, yaitu sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan sekaligus sebagai kekuatan sosial politik. Artinya ABRI ditempatkan hanya pada satu tugas yang tak kalah mulianya, yaitu didalam kekuatan Pertahanan Keamanan saja. Tetapi TAP MPR sebagai hasil dari SI '98 kemarin telah menetapkan berkurangnya kursi ABRI secara bertahap. Dan ketidakjelasan seberapa besar kursi ABRI berkurang inilah yang telah dimanfaatkan oleh ABRI untuk melakukan apa yang disebut sebagai kudeta tak berdarah di DPR. Kita semua yang mengikuti dengan seksama pembahasan tentang kebuntuan yang terjadi di DPR, tentu mafhum tentu dapat mengira apa yang terjadi, sehingga telah dengan mudah putuslah kebuntuan itu, setelah WIRANTO yang Menhankam Pangab datang kedalam ruangan tempat rapat pansus, bahkan itupun sebenarnya bukan keputusan pansus DPR tentang RUU Politik, tetapi rapat antara para pimpinan Parpol dan Golkar serta ABRI. Jumlah ABRI di DPR sebanyak 38 orang dengan keanggotaan penuh. Jumlah ini setara dengan 38 x 600.000 = 22.800.000 orang pemilih, sedang anggota ABRI saat ini tidak lebih dari setengah juta orang, katakanlah setiap anggota ABRI mempunyai satu istri dan dua orang anak, maka jumlah keluarga ABRI : 500.000 x 3 = 1.500.000 orang pendukung ABRI, berarti ABRI telah melakukan klaim bahwa mempunyai 21.300.000 orang yang mendukungnya diluar anggota dan keluarga ABRI. Karena itulah bukan suatu perkataan yang berlebihan bila dikatakan ABRI telah melakukan kudeta tak berdarah di DPR. Dan tak berdarah disini diakibatkan tidak beraninya kekuatan parpol lain menentang keinginan ABRI, seandainya mereka berani jelas akan terjadi darah yang mengalir. Dengan telah ditetapkannya RUU Politik menjadi UU Politik akan memberi legalitas bagi ABRI untuk berbuat lebih represif karena didukung oleh landasan hukum yang legal konstitusional. Dan ini berarti pula ABRI sudah diatas angin, karena telah mengantongi (38 : 500) x 100 % = 7,6 % sedangkan suara sisanya akan diperebutkan sebanyak 108 parpol yang seandainya semua parpol ini boleh mengikuti pemilu. Yang berarti seandainya dibagi rata jelas hanya hanya mendapatkan 0,86 % dari 500 orang tak sampai 1 %, tetapi ABRI dengan tanpa susah payah sudah mendapat 7,6 % suara. Jadi, sangat tidak realitis ! Inilah yang disebut Kudeta Tak Berdarah oleh WIRANTO ! Alasan yang kemarin terungkap (dari pihak ABRI) atas hasil ini adalah : ABRI tidak mempunyai target, tetapi mengikuti suara rakyat, tetapi angka 38 orang itu usulan ABRI, bukan dari luar ABRI ! Untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan ambisi politik ABRI, dengan alasan ini dapat dilihat ABRI merasa sebagai satu-satunya kekuatan yang akan menjaga dan menyelamatkan bangsa dan negara ini. Semestinya ABRI dapat melihat apa yang telah dilakukannya sehingga masyarakat Indonesia berantakan. Lihatlah kasus Aceh yang mereka sendiri mengatakan bahwa tanggung jawabnya terletak merata pada setiap lapisan masyakarat tetapi di bidang SosPol seakan-akan sebagai kekuatan super yang memegang kendali tanggung jawab keselamatan bangsa dan negara ! Maka yang muncul jelas hanya kebohongan semata-mata ! Apalagi mengikuti perkataan Ahmad Rustandi anggota ABRI di DPR boleh jadi akan bertambah ! Yang kemudian diralat mengikuti ketentuan MPR ! Sedangkan DPR pun sudah dikuasainya, jadi jelas pula suara MPR pun akan pula berarti suara ABRI, tak lebih dari itu ! ABRI memang telah melakukan kudeta tak berdarah di DPR. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
