Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 11/II/25-31 Maret 99 ------------------------------ ORBIT JENDERAL DARI KOTAK (POLITIK): Mutasi di ABRI akan menyingkirkan Subagyo dan mengorbitkan kembali Sjafrie Sjamsoedin. Menhankam dan Pangab akan dipisah? Kabar santer beredar belakangan ini: mutasi besar-besaran di ABRI akan mengejutkan. Kabar yang dihimpun Xpos menyebutkan dalam waktu yang tak terlalu lama, Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral TNI Subagyo akan dipensiunkan. Penggantinya, Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono, orang dekat Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Wiranto. Bambang kini menjabat sebagai Kepala Staf Teritorial ABRI. Nah, yang mengejutkan, kata kabar tadi, Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoedin, mantan Pangdam Jaya yang kini staf ahli Menhankam/Pangab ini akan menggantikan Bambang. Pendepakan Subagyo memang bukan hal yang mengejutkan lagi. Jendral yang dulu dekat dengan mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad, Letjen (Purn) Prabowo ini memang sudah lama dikabarkan akan diganti. Bagyo, kata sejumlah sumber, masih dipertahankan oleh Wiranto sebagai KSAD karena ia memang tak membahayakan posisi Wiranto. "Bagyo itu bukan jendral yang pintar," ujar sumber. Tak jelas, setelah ini, Bagyo akan ditempatkan di mana. Mungkin duta besar Singapura menggantikan Letjen (Purn) Mantiri yang seharusnya sudah digantikan Letjen TNI Luhut Panjaitan (bukan Ruhut Sitompul, pengacara nyentrik itu, seperti pernah dihebohkan). Sumber Xpos lainnya mengatakan, kalau Menhankam dan Pangab dipisah April nanti, kemungkinan Bagyo akan menduduki jabatan Menhankam, berbagi kekuasaan dengan Wiranto. Nasib Bagyo memang masih gelap, apalagi kabarnya Wiranto tak akan melepaskan jabatan Menhankam dari cengkeraman Markas Besar ABRI. Kabar yang amat mengejutkan adalah tampilnya kembali Mayjen TNI Sjafrie Samsoedin ke jajaran elit Mabes ABRI. Jika kabar ini benar, maka jendral yang pernah akrab dengan Prabowo ini akan menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Staf Teritorial ABRI. Jelas, Safrie naik pangkat dari mayor jendral jadi letnan jendral. Tak tertutup kemungkinan, Safrie kelak akan jadi jendral penuh dengan jabatan KSAD atau bahkan Pangab. Kalau kabar ini bukan guyonan, tentu telah terjadi sesuatu yang aneh di tubuh ABRI. Sjafrie masuk kotak setelah dipersalahkan tak mampu mengendalikan keamanan di ibukota pada kerusuhan besar pertengahan Mei tahun lalu. Ia bahkan dituduh menarik pasukan dan membiarkan kerusuhan terjadi. Sjafrie juga disebut-sebut terlibat dalam penculikan dan penghilangan sejumlah aktifis. Dosa Sjafrie lainnya: ia sangat dekat dengan Prabowo. Ketika terjadi kerusuhan Mei lalu dan ketika mahasiswa menduduki gedung MPR-DPR ia sering jalan dengan Prabowo yang ketika itu Pangkostrad dan Kivlan Zein ketika itu Kepala Staf Kostrad. Jika Sfarie benar-benar jadi Kaster, jelas mutasi ini sulit dianalis apalagi diterima akal sehat. Kecuali, mungkin jika Sjafrie telah bersumpah akan setia pada Wiranto. Namun, apakah Wiranto akan percaya pada sumpah itu? Bagaimana jika Prabowo berhasil mempengaruhi Sjafrie yang pernah bertugas bersamanya dalam Operasi Bravo di Timor Timur itu? Nah, kabar lain yang diterima Xpos adalah bakal dipisahnya Polisi Republik Indonesia (Polri) dari ABRI. Polri katanya akan berada di bawah Departemen Pertahanan dan Keamanan. Memang masih berada di departemen yang tak jauh-jauh dari ABRI, namun dengan demikian polisi bukan lagi militer melainkan aparat penegak hukum. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
