Precedence: bulk
MAHIDI ANCAM WARTAWAN STT
DILI (MateBEAN, 26/3/99), Pada pk 17.00 WITA sekitar 20 orang
anggota Mati Hidup Dengan Integrasi (Mahidi), organisasi paramiliter yang
dibentuk untuk menegakkan Integrasi di Timtim, mendatangi dan menteror
kantor harian Suara Timor Timur (STT). Para anggota Mahidi itu mengancam
akan membakar kantor STT yang dinilai telah mengadu domba antara mereka
dengan Falintil.
Selain itu mereka juga menanyakan kode wartawan yang mewawancarai tokoh
CNRT, David Ximenes. Seorang karyawan STT yang kebetulan sedang jaga kantor,
Antonio Kiik, diancam akan dianiaya bila tidak menyebutkan siapa wartawan
yang menulis berita itu.
"Awas, kalau kamu tidak menyebutkan siapa yang mewawancarai David
Ximenes," ancam salah satu di antara mereka.
Rombongan Mahisi tersebut juga menanyakan pada penjaga kantor STT tentang
siapa pemimpin STT dan dari partai mana asalnya. Mereka menyanyakan satu per
satu identitas wartawan STT, tapi penjaga kantor mengatakan bahwa dirinya
tidak terlalu mengenal para wartawan STT. "Saya hanya katakan bahwa saya
tidak mengenal wartawan, dan juga saya tidak tahu pemimpin STT itu masuk
partai apa," kata Antonio.
Penyerangan para Mahidi terhadap STT itu berkaitan erat kaitan dengan
berita STT edisi Sabtu (27/3) yang berjudul "CNRT Tetap Perjuangkan
Kemerdekaan Timtim" dengan sub-judul David: "Ancaman Perang Saudara itu
rekayasa".
STT sendiri sebetulnya sudah memberikan porsi yang sangat seimbang, artinya
sehari sebelumnya STT juga melakukan wawancarai Ketua Aitarak (Eurico
Guterres) dan Ketua Mahidi (Cancio Carvalho) yang memwahi barisan bersenjata
pro-Indonesia.
Dua pengurus AJI yang kebetulan berada di Dili, Stanley dan Heru
Hendratmoko, berencana akan menemui Danrem Wira Dharma untuk menyampaikan
protes menyangkut insiden dan teror terhadap wartawan itu.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html