Precedence: bulk
SURAT KEPADA TUHAN
Tadinya, semula ada pikiranku begini. Menulis surat kepada Tuhan,lalu ke
mana dan bagaimana alamatnya, bagaimana mengeposkannya. Tetapi tak lama
pikiran begitu. Bukankah Tuhan itu ADA di mana-mana dan ADA kapan saja.
Jadi di internet inipun Tuhan akan mengetahuinya dan menguasai
persoalannya. Dan Dia mahatahu, maha menguasai. Tahu apa dan bagaimana
perasaan dan isi hatiku yang sebenarnya, sejujurnya. Karena itu aku
samasekali tak merasa kikuk tehadapNYA. Dan lalu kutulis surat ini
kepadaNYA.
Tuhanku,
seperti KAU tahu doaku setiap hari, juga di mana dan betapa dosaku
ada setiap hari, yang mungkin terus menumpuk, tapi tak lupa aku minta dan
berdoa agar KAU mengampuniku.
Tuhanku,
aku termasuk orang yang berketiadaan,termasuk orang kebanyakan.
Mungkin orang miskin, tetapi yang pasti adalah orang yang termasuk kena
tindas, kena hisap, kena siksaan walaupun tak langsung. Dan aku menyatukan
diri dengan orang-orang yang banyak itu, orang-orang miskin, orang-orang yang
menderita dan orang-orang yang teraniaya dan terhina itu. Siapakah yang
menghisap,menyiksa dan menganiaya itu?
Tuhanku,
KAU pasti tahu,orang itu yang juga menyembahMU,yang satu agama denganku
dengan kami.
Seperti KAU tahu, keluarga kami lebih 60 persen dibunuh, dipenjara belasan
tahun, mati tanpa kuburan, dan aku dengan anak-cucuku tidak boleh pulang ke
tanahairku sendiri. Aku hanya boleh datang, tetapi tidak boleh pulang
menetap.
Kami kehilangan keluarga dan teman serta sahabat begitu banyak. Kehilangan
kampung, rumah dan hak-milik. Kami sudah begitu lama dihinakan
dipermalukan, ditindas, disiksa secara psikologis. Siapakah yang menyebabkan
itu semua? Siapakah yang menghina, mempermalukan, menyiksa dan menindas kami
itu? Tuhanku,KAU pastilah tahu. Ampunilah aku Tuhanku,ampunilah aku ini.
Aku dan kami tak punya tempat buat mengadu, tak ada tempat peradilan dan
pengadilan buat mengadukan nasib kehidupan kami. Semua yang ada yang
disebut peradilan dan pengadilan itu bukanlah untuk kami, tetapi malah untuk
mengesahkan buat menindas dan menyiksa kami. Siapakah yang berkuasa atas
semua itu?
Tuhanku,
KAU pastilah tahu. Walaupun dia sudah jatuh,entah yang
namanya sudah lengser atau ditambah keprabon segala,tapi dia tetap saja
hidup senang, kaya raya, tak bekerja tapi bisa hidup mewah sampai lebih tujuh
turunan! Padahal, Tuhanku, bukankah KAU tahu, bahwa dia itu sudah turut
langsung dengan kekuasaannya membunuhi sampai jutaan jiwa manusia,termasuk
kaum kerabat-keluargaku dan teman-temanku. Dan tokh dia masih saja
berjaya, tidak bisa dihukum,kebal-hukum,dan bahkan pengaruhnyapun tetap saja
masih ada. Bahkan masih banyak yang sowan sampai tujuh kali, mungkin akan
lebih sering lagi. Padahal siapapun tahu, dialah tokoh utama pembantaian
jutaan jiwa pada 30 tahun yang lalu itu. Dan sampai kini akibat kekuasaan
tunggalnya dulu itu,betapa banyak membawa dampak negatifnya sampai saat
ini.
Betapa banyak korban berjatuhan di Ambon, di Aceh, di Irian Barat, di
tempat-tempat lainnya seperti kemaren-kemaren dulu di Kalimantan. Semua ini
ada saling kait-mengaitnya dengan pusat kekuasaan yang sangat terfokus pada
seorang dirinya dulu itu. Dan para korban itu adalah sesama sesaudara yang
sama-sama menyembahMU, bersatu-sumber satu Tuhan ALLAH jua adanya. Dan
kenapa, Tuhanku,yang paling banyak korban selalu saja rakyat miskin,rakyat
yang berketiadaan seperti diriku juga.
Tuhanku,
izinkanlah aku bertanya, dan berdialog denganMU. Kejadian bagini tidak hanya
di tanahairku saja. Tetapi mengapa selalu saja yang kena menderita adalah
rakyat miskin yang tiada punya apa-apa. Yang paling sering menderita banjir,
kelaparan, mati-lapar, kurus-kering yang pada akhirnya bermatian, selalu
saja terjadi di dunia-ketiga. Di Bangladesh, Pakistan, Afganistan, India
bagian daerah miskinnya. Dan di Afrika, Somalia, Etiopia, Uganda, Konggo dan
daerah Afrika lainnya. Dan kini di tanahairku sudah lebih dari setengahnya
dari jumlah penduduk sudah jatuh ke taraf hidup-miskin, sejumlah 133 juta
rakyat miskin.
Tuhanku,
mengapa harus terjadi demikian? Mengapa selalu saja asal terkena banjir,
gunung meletus, kekeringan, mati kelaparan, selalu saja yang terbanyak di
dunia-ketiga di mana penduduknya mayoritas adalah rakyat miskin. Aku selalu
dan lama berpikir akan keherananku sendiri, mengapa harus terjadi hal-hal
negatif selalu menimpa rakyat miskin. Dunia Amerika Serikat, sumber
imperialis-dunia dan yang berlaku sebagai polisi-dunia, selalu saja mau
menguasai negeri lain dan orang lain. Selalu saja mau turut-campur pada
negeri orang lain. Bikin kekacauan di mana-mana,suka sekali mengangkat
boneka satu negeri untuk diadau dengan bonek yang satunya. Sudah tak berguna
lalu diturunkan boneka itu, kalau perlu dihabiskan dengan melalui CIA dan
FBI-nya. Kerja AS ini hanya memasuki rumah orang lain buat campurtangan,
buat menguasai ini dan menjatuhkan itu, lalu angkat dan sokong si anu dan
tantang si anu. Kerjanya hanya campurtangan saja, mengacau negeri orang
lain. AS tetap saja berjaya dan kaya. Dua kali terjadi
perang-dunia, tak sebutirpun peluru lewat di negerinya. Tapi mereka
mengangkuti peluru dan mesiu ke negeri lain buat membunuhi orang lain dan
rakyat negeri lain. AS adalah negeri besar yang sedikitpun tak mengalami
perang-dunia selama ini di negerinya sendiri. Padahal sebagian Eropa
hancur, sebagian Asia hancur, dan AS selamat-selamat saja, tetap saja berjaya
dan berlagak pembesar-dunia.
Tuhanku,
mengapa semua ini mesti terjadi demikian? Dalam kitab Quran dan Injil ada
tertuang, terutama dalam Injil, bahwa Tuhan tidak akan mencobai umatnya
melebihi kesanggupan dirinya masing-masing. Tuhanku, bukankah cobaan itu
sudah sangat parah mungkin, ratusan ribu yang kelaparan, dan jutaan dibunuh
oleh yang juga menyembahMU, yang katanya sangat taat beragama, bahkan
menciptakan Mejid-Raya? Tuhanku, bagaimanapun, tolonglah kami, tolonglah
mereka yang menderita, kelaparan, miskin dan hidup tanpa rumah, tanpa
perlindungan apapun. Tuhanku, aku dan kami tak ada lagi tempat mengadu
selain kepadaMU. Tak ada yang namanya peradilan dan pengadilan.
Tuhanku,
ampunilah diriku yang telah begitu lancang menulis surat ini.
Tetapi tolonglah kami orang-orang miskin, menderita, tersiksa, tanpa
pelindung, tanpa sandaran selain DIRIMU, Tuhan. Kami ada di banyak bagian
negeri di dunia ini, tolonglah kami, angkatlah kami agar menjadi manusia yang
memanusia, Tuhanku, ya angkatlah kami Tuhanku,-
Sobron Aidit
Paris 20 Maret 1999
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html