Precedence: bulk


Aliansi Jurnalis Independen
(The Alliance of Independent Journalists)
Jl. PAM Baru Raya No.16, Pejompongan, Jakarta 10210
Telp/fax: (62-21) 572-7018, E-mail: [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------

Nomor: 038/AJI/L/II/99

PERNYATAAN TERBUKA

AJI PROTES TEROR ATAS WARTAWAN SUARA TIMOR TIMUR
 
Berdasarkan informasi dari anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI)   di
Dili, pada sekitar pukul 17.00 Wita, Sabtu, 26 Maret 1999, telah terjadi
sebuah aksi teror terhadap wartawan harian Suara Timor Timur (STT). Aksi
itu dilakukan di kantor harian STT oleh sekitar 20 anggota Mahidi (Mati
Hidup dengan Integrasi) - milisi bersenjata pro-integrasi yang berbasis di
Ainaro, pimpinan Canciao Lopez da Carvalho. Mereka mengancam akan membakar
kantor STT karena  koran itu dianggap mengadu domba  kelompok pro-integrasi
dengan pro-kemerdekaan.

Antonio Kiik, seorang karyawan STT  yang  sedang berada di kantor, diancam
akan dianiaya, jika tidak memberikan  identitas wartawan yang mewawancarai
tokoh CNRT, David Ximenes, yang kemudian diturunkan sebagai headline STT
edisi Sabtu, 26 Maret 1999 dengan judul "CNRT Tetap Perjuangkan Kemerdekaan
Timtim" dengan sub judul "David: Ancaman Perang Saudara Itu Rekayasa".

Kelompok milisi  yang  giat melakukan razia penduduk sipil di beberapa
kawasan  di Timtim ini tampaknya tidak senang dengan pemberitaan STT yang
memberikan ruang yang seimbang bagi kelompok pro-kemerdekaan. Padahal,
sehari sebelumnya, STT juga melakukan wawancara dengan Ketua Mahidi, Cancio
Carvalho, dan  Erurico Gutteres, Ketua Aitarak --kelompopk milisia lain.

Atas kejadian tersebut, AJI  menyatakan:

1. Mengecam keras upaya kelompok milisi bersenjata yang telah melakukan
teror dan intimidasi wartawan STT yang berusaha bekerja sesuai tuntutan dan
panduan profesijurnalistik.

2. Menuntut  ABRI segera melucuti senjata kelompok-kelompok milisi  yang
selain   mengganggu ketenteraman hidup masyarakat, juga mengancam keamanan
kerja para jurnalis di Timtim.

Untuk mengingatkan, atas nama Panglima milisi pro integrasi Timtim, Canciao
Carvalho dan Eurico Gutteres pernah  secara langsung mengancam jiwa para
jurnalis Australia, melalui surat mereka kepada Menlu Australia Alexander
Downer tertanggal 5 Pebruari 1999.
 
3. Mendukung sepenuhnya kerja profesional wartawan STT yang selalu mencoba
menerapkan prinsip liputan berimbang (balance of reporting), meliput dari
dua sisi (cover both side) dan melakukan check and recheck.

4. Mengimbau masyarakat pembaca dan kelompok mana pun yang merasa dirugikan
oleh pemberitaan media di Timtim untuk menggunakan hak jawab, sebuah hak
yang dijunjung tinggi kalangan jurnalis, atau memprosesnya secara hukum,
dan bukan menyelesaikannya dengan kekerasan.

5.  Mengajak semua pihak untuk bersama-sama bekerja menjaga kebebasan pers
demi mewujudkan  demokrasi --sesuatu yang dirindukan bangsa ini sejak puluhan
tahun lalu. 

Jakarta, 26 Maret 1999

Ketua,  
Lukas Luwarso   
                        
Kord. Divisi Advokasi,
Ging Ginanjar

Sekretaris
Dadang RHs.

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke