Precedence: bulk
HUBUNGAN HABIBIE-AKBAR RETAK
JAKARTA (SiaR, 31/3/1999) Karena soal polemik larangan Menteri ikut
kampanye dan soal internal Golkar, hubungan antara Ketua DPP Golkar Akbar
Tanjung dan Presiden B.J Habibie retak. Keretakan hubungan antara Akbar
Tanjung selaku ketua DPP Golkar dengan Presiden B.J Habibie tampak makin
transparan sejak Rakernas Golkar di Hotel Indonesia beberapa waktu lalu.
Saat itu beberapa operator politik Habibie seperti Hariman Siregar sempat
bersitegang dengan Akbar Tanjung agar calon presiden dari Golkar hanya satu
yakni, B.J Habibie. Namun dengan usulan lima orang calon yang diumumkan
Akbar beberapa kalangan dekat Habibie menilai Akbar Tanjung mulai mencoba
memainkan sebelah kakinya ke kubu Wiranto.
Soal boleh tidaknya menteri berkampanye pun Habibie diserang oleh para
fungsionaris Golkar pro Akbar. Ketika Habibie menyatakan melarang menterinya
berkampanye, Golkar lewat Marzuki Darusman, Ketua DPP Golkar, menyatakan
akan menarik dukungan pencalonan Habibie. Buntutnya, Habibie menarik
pernyataannya dan membolehkan menterinya berkampanye. Ketika Komite
Pemilihan Umum (KPU) melarang menteri berkampanye, Habibie pun meminta fatwa
dari Mahkamah Agung.
Langkah Habibie ini oleh Golkar dinilai menampar muka Akbar lewat lembaga
lain. Wakil Ketua Departemen Hukum dan Perundang-undangan DPP Golkar Muchyar
Yara mengatakan mencium gelagat Habibie ingin mempermalukan Akbar. Muchyar
juga mencurigai Habibie ada main dengan Ketua KPU Rudini yang menurut
Muchyar masih ada hubungan keluarga.
Muchyar juga menuduh Habibie ingin cuci tangan. "Saya melihat , Habibie
sering ragu-ragu dengan keputusannya sendiri. Ia memang pemimpin yang
gampang goyah ," ujarnya kesal.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html