Precedence: bulk


WARGA SULAWESI EKSODUS DARI TIMTIM< PEMDA SEWA 3 KAPAL KARGO

DILI (MateBEAN, 2/4/99), Tiga kapal kargo (barang) antara lain Ilongsangi, 
Fitria Persada dan Iriomar yang disewa PT Pelni untuk mengangkut beras ke 
Timtim, dicarter warga masyarakat Sulawesi yang berada di Timtim untuk 
kembali ke kampung halamannya.

Ke-3 kapal kargo itu masing-masing kapal Ilingsangi dicarter  masyarakat 
asal Buton,  Propinsi Sulawesi Tenggara yang telah diberangkatkan pada 
Senin, 8 Maret lalu dengan penumpang 372 orang beserta barang-barangnya. 
Sekitar 50% biaya kapal itu ditanggung para penumpang.

Untuk kapal Fitria Persada dicarter masyarakat asal Propinsi Sulawesi 
Selatan (Sulsel). Kapal itu diberangkatkan pada hari Rabu (31/3) dengan 
mengangkut 400-an penumpang beserta barang-barang. Biaya kapal ditanggung 
pemerintah daerah Sulawesi Selatan.

Dijadwalkan, pada Selasa, 6 April mendatang, masyarakat asal Propinsi 
Sulawesi Utara (Sulut) akan menggunakan kapal kargo Iliomar. Namun belum 
diketahui secara pasti jumlah penumpang. Sedangkan biaya kapal ditanggung 
penumpang.

Kapal kargo yang mengangkut beras ke Timtim akan kembali ke Sulawesi dalam 
keadaan kosong. Sehingga digunakan untuk membantu para warga yang akan pulang.

"Apalagi untuk daerah Sulawesi selama ini kapal-kapal penumpang menuju ke 
sana tidak ada. Sehingga banyak penumpang yang ingin pulang mampu mencarter 
kapal kargo," kata Kakanwil Departemen Perhubungan Robertus Widagdo.
 
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan perhubungan itu tidak asal-asalan, 
tapi berdasarkan permintaan dari kepala suku masing-masing propinsi di Pulau 
Sulawesi.

"Kepala suku mengajukan surat izin kepada camat. Setelah ada persetujuan 
dari Camat baru diteruskan ke Kanwil Perhubungan. Dari bukti persetujuan itu 
Kanwil Perhubungan akan mengecek pemberangkatannya," ujarnya.

Menurut Widagdo dari permintaan tersebut, pihaknya harus mencek kondisi kapal
untuk perjalanan demi keselamatan penumpang, menyusul sejumlah peraturan
perkapalan.

Menurur Widagdo, warga masyarakat asal Sulawesi yang meminta pulang beralasan 
selain situasi politik Timtim yang belum pasti, juga sering didatangin 
anak-anak muda yang meminta uang setiap malam.  "Dan terkadang tanya kapan 
pulang. Akibatnya masyarakat itu jadi ketakutan sehingga minta pulang," 
katanya. 

Dikatakan, rumah dari warga Sulawesi yang ditinggalkan tersebar di 13 
kabupaten di Timtim hanya dijaga oleh kepala keluarga. Sedangkan 
barang-barang dan anak istri dipulangkan. "Setelah situasi aman baru akan 
kembali," kata Widagdo.

Sementara dari pemantuan di Dermaga Dili menunjukkan bahwa adanya 
peningkatan dari aktivitas muat barang-barang, sedangkan kapal yang bongkar 
terlihat sangat minim. Hal itu juga terpengaruh dengan kurangnya sembako di 
beberapa pasar serta melambungnya harga kebutuhan pokok sehari-hari. Beras 
yang selama ini hanya dijual dengan Rp 2.500/kg, meningkat tajam menjadi Rp 
3.800/kg.

Selain itu kapal-kapal yang mau berangkat terlihat memuat barang-barang yang 
melebihi kapasitas angkut kapal. Kebanyakan barang-barang itu berupa 
peralatan rumah tangga, sepeda motor dan mobil juga memuat sekitar 400 
penumpang.

Data resmi yang diperoleh dari Kanwil Perhubungan Timtim menyatakan, warga 
masyarakat yang keluar dari Timtim pada bulan Januari 1999 lewat udara ialah 
naik 1.902 orang  dan turun 658 orang. Jumlah penumpang yang lewat laut 
3.845 orang sedangkan lewat darat tidak terhitung.

Selama Februari, penumpang naik lewat udara 1.267 dan penumpang 
turun 1.178 orang serta lewat laut, turun 4.359 orang dan naik  4.684 orang.
Pada bulan terakhir, Maret 1999, penumpang yang menggunakan pesawat udara 
(naik) 1.432 orang, sedangkan turun 888 orang. Penumpang naik dengan 
menggunakan kapal laut 16.981 orang, sedangkan turun 10.886 orang. Jumlah 
penumpang naik tidak termasuk masyarakat Sulawesi yang mencarter kapal 
bkargo.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke