Precedence: bulk
WIRANTO BERHASIL SINGKIRKAN HENDROPRIYONO
JAKARTA (SiaR, 6/4/99), Panglima ABRI, Jendral TNI Wiranto berhasil
menyingkirkan ambisi Letjen (TNI) Hendro Priyono menjadi Panglima ABRI. Sejumlah
sumber SiaR di Departemen Pertahanan dan Keamanan menyebutkan, keputusan Markas
Besar ABRI yang mewajibkan anggota ABRI yang dikaryakan di posisi-posisi sipil
untuk memilih: pensiun dini atau kembali ke ABRI, adalah cara untuk mengubur
ambisi Hendro.
Sekitar 4 ribu anggota ABRI, kebanyakan perwira, kini bertugas di
luar lingkungan ABRI dari jabatan Kepala Kantor Sosial Politik di Kabupaten,
wali- kota, bupati hingga menteri. Hendro sendiri kini menjabat sebagai
Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan. Semula Hendro bersikeras
kembali ke ABRI dan meninggalkan jabatan menteri. Ia melobi Presiden Habibie
agar menempatkan dirinya di posisi strategis di Mabes ABRI, kalau bisa
menggantikan Wiranto. Sumber di Dephankam mengatakan, kalau toh tak bisa
menggeser Wiranto, Hendro setidaknya minta jabatan KSAD atau Menhankam
Pangab, jika jabatan Menhankam dan Pangab jadi dipisah.
Dulu, ketika Soeharto jatuh dan Habibie menggantikannya, Hendro yang
kala itu Sesdalopbang, dijagokan Habibie menggantikan Wiranto, namun ketika itu
menurut seorang mantan menteri, Wiranto menolak permintaan Habibie. Waktu itu
Hendro sebenarnya sudah menyiapkan pakaian seragam dengan pangkat jendral penuh,
namun Habibie kemudian membatalkan promosinya karena tak mampu menggusur
Wiranto. Hubungan Hendro dan Habibie memang dekat sejak lama.
Belakangan upaya Hendro agar Habibie, sebagai Panglima Tertinggi
ABRI menempatkannya di posisi strategis di ABRI pun gagal. Habibie meminta
Hendro tetap di jabatannya sebagai menteri dan mundur dari dinas aktif
militer. Hendro pun tak punya pilihan lain.
Bukti lain bahwa opsi yang ditawarkan oleh Wiranto kepada ribuan anggota
ABRI yang dikaryakan itu adalah adanya beberapa pengecualian. Kabarnya, Letjen
TNI Andi M. Ghalib, kini Jaksa Agung, akan dipertahankan keanggotaannya sebagai
perwira aktif dan tidak diminta melepaskan keanggotaannya sebagai perwira ABRI
seperti jendral-jendral lainnya. Menurut sumber di Dephankam, keputusan itu agar
Mabes ABRI masih bisa mengontrol Andi Ghalib karena ia masih di bawah komando
Wiranto.
"Itu agar Andi bisa dikontrol agar tak gegabah menyeret Soeharto ke
pengadilan," ujar sumber itu.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html