Precedence: bulk Baru saja kami mendapat berita dari FOKUPER berita tentang situasi di Liquisa dan DILI. Berita lengkapnya sebagai berikut. Hi Teman-teman seperjuangan! Hari ini, tanggal 6 April 1999, sekitar pukul 12.20 siang, seorang anggota Fokupers pulang dari lapangan yakni dari Becora Mota Ulun menuju kantor FOKUPER. Di perjalanan, kawan tersebut melihat dua truk militer (Hino) serdadu ABRI dengan senjata siap tempur, berhenti di Koramil Becora. Selain itu, sebuah mobil jenis Kijang berwarna hijau penuh tentata ABRI berhenti di pingiran jalan dekat rumah seorang staf Yayasan HAK. Sesampai di kantor teman-teman memberitahu bahwa kantor yayasan HAK dan kantor CNRT direncanakan untuk diserang juga pada hari ini, akan tetapi sampai berita ini diturunkan (18.10 pm) Waktu Timor Lorsae, belum terjadi apa-apa. Dikabarkan bahwa pasukan itu mencari anggota-anggota Falintil. Sampai saat ini mereka belum berhasil ditangkap oleh pasukan tersebut. Keadaan di Dili sekarang dalam tahap was-was. Milisi Besi Merah Putih bersama kelompok milisi lainnya dengan dukukung ABRI sudah masuk wilayah kota Dili dan memancing masa. Belum ada reaksi dari masyarakat. Situasi di Liquisa Kota Liquica masih dikuasai oleh Besi Merah Putih dan sebagian besar masyarakat mengungsi ke gereja, ke hutan dan ke Dili. Satu tim yang dikirim untuk memantau keadaan gagal masuk ke Liquisa. Di wilayah Kasait, Ulmera, tim tersebut tidak diijinkan masuk ke wilayah Liquica. Milisi menjaga ketat jalan masuk ke Liquisa, siap siaga, dan sudah mengibarkan bendera merah putih di sepanjang jalan raya dan rumah-rumah masyarakat. Semua line/alat telekomunikasi di Liquica putus sehingga tidak bisa dihubungi. Gereja Liquica blokade dengan ketat oleh milisi Besi Merah Putih. Banyak rumah yang dihancurkan dan dibakar, menurut informan yang terpercaya. Berbeda dengan berita yang diturunkan Suara Timor Timur (STT) yang mengatakan hanya 8 rumah penduduk dibakar oleh Besi Merah Putih. Korban-korban yang meninggal al: Francisco warga desa Fatubou kecamatan Maubara dan Felix warga desa Dato, kecamatan Liquica Kota juga sesuai dengan perkataan Pastor Paroki Liquica (Pe. Rafael dos Santos). Kita menunggu malam ini dan esok harinya apa yang akan terjadi di bumi Loro Sae. Salam merdeka tetap merdeka! FOKUPERS. "TIDAK ADA DEMOKRASI DI INDONESIA TANPA PEMBEBASAN DI TIMOR LESTE" FORTILOS Forum Solidaritas Untuk Rakyat Timor Timur Jl. Siaga II No.31, Pejaten Barat, Jakarta 12510 Telp. (021)79192763 Fax. (021)79192519 e-mail: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
