Precedence: bulk


PERNYATAAN SIKAP SOLIDAMOR
        tentang:
SERUAN PERANG PRESIDEN CNRT/KOMANDAN FALINTIL
     XANANA GUSMAO

No. 102/SLD/IV/99

Situasi di Timor Timur akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Para milisi
sipil yang diduga kuat dipersenjatai oleh ABRI seperti Kelompok Besi Merah
Putih, Mahidi, Halilintar dan lain-lain, melakukan intimidasi dan terror
terhadap penduduk Timor Timur. Kejadian di Maubara dan Liquisa beberapa hari
lalu, di mana jatuh korban dari rakyat tak bersenjata, menunjukkan kekerasan
telah kembali mulai digunakan untuk menyelesaikan masalah. Ironisnya hal ini
justru terjadi ditengah upaya pemerintah RI untuk menyelesaikan masalah
Timor Timur dengan langkah bersejarahnya yaitu menawarkan kepada rakyat
Timor Timur untuk memilih apakah menerima status otonomi diperluas atau
lepas dari negara kesatuan RI.

Namun suasana kondusif yang telah diciptakan Pemerintah Habibie dan didukung
Presiden CNRT / Panglima Falintil Xanana Gusmao serta masyarakat
internasional tersebut, sengaja dirusak oleh kelompok pro integrasi yang
diduga mendapat dukungan ABRI. Mereka sangat khawatir jika pelaksanaan
pemungutan suara yang telah dijadwalkan Indonesia-Portugal dan PBB pada
bulan Juli 1999 berlangsung dengan sukses, karena mereka mengetahui bahwa
sebagian besar rakyat Timor Timur akan menolak tawaran otonomi tersebut.
Oleh sebab itu kelompok-kelompok milisi sipil pro-integrasi kemudian membuat
kekerasan demi kekerasan terjadi di Timor Timur dengan harapan agar tercipta
suasana keruh dan tegang sehingga pelaksanaan pemungutan suara dibatalkan.

Sehubungan dengan seruan perang oleh Ketua CNRT / Panglima Falintil Xanana
Gusmao, SOLIDAMOR menyatakan sikapnya sebagai berikut;

Pertama, adanya pernyataan perang Presiden CNRT/Panglima Falintil Xanana
Gusmao tersebut menunjukan bahwa proses peredaan ketegangan yang sudah
menjadi komitmen CNRT seiring dengan perkembangan positif yang ditawarkan
pemerintah Indonesia telah dinodai oleh tindakan sekelompok orang dan
organisasi yang tidak menginginkan terlaksananya jajak pendapat untuk
menentukan aspirasi politik rakyat Timor-Timur yang berimplikasi terhadap
status politik Timor-Timur di masa-depan.

Kedua, SOLIDAMOR menyesali seruan perang dari Presiden CNRT Xanana Gusmao,
kami berkeyakinan bahwa kekerasan tidak akan dapat diselesaikan dengan
kekerasan. Meskipun begitu SOLIDAMOR menyadari bahwa seruan tersebut
tercetus sebagai reaksi dari seorang pemimpin yang tidak rela rakyatnya yang
tak bersenjata diteror dan diintimidasi terus menerus oleh kelompok-kelompok
milisia bersenjata pro integrasi. Sementara ABRI yang seharusnya menjaga
kestabilan dan keamanan di Timor Timur tidak mengambil langkah-langkah
konkret ke arah penyelesaian damai, malah disinyalir kuat berdiri di
belakang aksi-aksi itu.

Ketiga, Langkah-langkah konkret menuju "pemungutan suara" yang telah
disepakati Indonesia-Portugal-PBB hendaknya terus dijaga jangan sampai
mengalami langkah mundur. Untuk itu, SOLIDAMOR menyerukan agar semua pihak
yang bertikai menahan diri dan menunjukkan sikap kematangan politik.

Keempat, demi menjaga keamanan dan ketertiban di Timor Timur, Solidamor
mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa dan masyarakat internasional untuk
segera menerjunkan Pasukan Penjaga Perdamaian ke Timor Timur. Hal ini sangat
penting dilakukan karena kecenderungannya ABRI telah gagal menjaga keamanan
di sana menjelang dilaksanakan sosialisasi otonomi luas dan pemungutan suara
di sana.

Demikian Pernyataan Sikap Solidamor.

Jakarta, 8 April 1999

SOLIDAMOR

BONAR TIGOR NAIPOSPOS
Ketua Dewan Pengurus

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke