Precedence: bulk
PERNYATAAN INFID TENTANG SITUASI TIMTIM
Yogya (MateBEAN, 10/4/99), Forum Ornop yang beranggotakan organisasi
non-pemerintah dari berbagai wilayah di Indonesia, Infid mengeluarkan
pernyataan menyangkut perkembangan politik terakhir di Timor Timur yang
terus memburuk akibat aksi para milisi yang didukung ABRI. Pernyataan ini
dikeluarkan saat diselenggarakan "Forum Indonesia XXI" pada 8-10 April 1999
di Yogyakarta.
Berikut adalah isi pernyataan secara lengkap.
---------------------------------
INFID (International NGO Forum on Indonesian Development)
Jalan Mampang Prapatan VI/39 Jakarta 12790 Indonesia
Tel 62-21-9107050 (Hunting) Fax. 62-21-7985347
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
KEKERASAN DAN TEROR AKAN MENGGAGALKAN
PENYELESAIAN DAMAI MASALAH TIMOR TIMUR
Yogyakarta, 10 April 1999
Sejak akhir tahun 1998, gelombang kekerasan, teror dan intimidasi terhadap
penduduk imor Timur makin meningkat. Pada tanggal 7 April 1999 di kota
Liquica terjadi penembakan terhadap penduduk sipil. Pihak pemerintah
mengatakan 5 orang tewas dalam serangan oleh kelompok milisi pro-integrasi
yang menamakan dirinya Besi Merah Putih dengan dukungan ABRI dan polisi,
sementara tokoh masyarakat setempat memberikan angka sekurangnya 25 orang
tewas. Angka yang pasti tentu sulit diperoleh sebelum ada investigasi yang
independen dan menyeluruh. Terlepas dari kepastian tentang jumlahnya,
peristiwa itu kami nilai pantas disebut 'pembantaian' karena dilakukan
terhadap penduduk sipil tidak bersenjata yang sedang berlindung di sebuah
kompleks tempat ibadah.
Tindakan brutal ini adalah satu dari setidaknya 53 kasus kekerasan, teror
dan intimidasi sejak akhir tahun lalu. Berdasarkan data yang dikumpulkan
oleh lembaga kemanusiaan jumlah korban sampai tanggal 9 April 1999 tercatat
sebanyak 40 korban jiwa dan 22 luka-luka akibat penembakan dan penggunaan
senjata lainnya, 77 korban penyiksaan dan 8 korban penangkapan, 3 orang
hilang belum diketahui nasibnya sementara 2 orang menjadi korban perkosaan.
Di samping itu lebih dari 10.000 orang terpaksa mengungsi dan hidup dalam
keadaan yang amat sulit. Aparat keamanan yang seharusnya melindungi penduduk
sipil dari gangguan dalam hampir semua kasus tidak mengambil tindakan
apapun. Bahkan dalam banyak kasus terbukti bahwa aparat kepolisian maupun
ABRI ikut melakukan tindak kekerasan yang berakibat kematian.
Gelombang kekerasan ini makin meningkat terutama setelah pemerintah
Indonesia melalui Menlu Ali Alatas mengumumkan kemungkinan adanya 'opsi
kedua' bagi rakyat Timor Timur seandainya menolak tawaran otonomi luas dari
pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah berulangkali menekankan
kekhawatiran akan terjadinya 'perang saudara' seandainya tawaran tersebut
ditolak. Hal ini dipertegas oleh milisi pro-integrasi yang melalui media
massa menyatakan secara eksplisit akan membuat Timor Timur 'banjir darah'
seandainya tawaran tersebut ditolak. Tindak kekerasan terhadap penduduk pada
dasarnya mengganggu upaya mencari penyelesaian masalah Timor Timur secara
damai, dan membawa semua hasil yang dicapai dalam berbagai perundingan
kembali ke titik nol. Dalam konteks ini, pihak aparat keamanan ikut
bertanggungjawab dalam membiarkan bahkan mendukung terjadinya tindak
kekerasan, dan lebih lanjut membantu terciptanya 'perang saudara' di Timor
Timur.
Melihat berbagai masalah di atas, kami menyatakan:
1. Mengutuk tindak kekerasan, intimidasi dan teror terhadap penduduk Timor
Timur, yang selama ini diklaim sebagai usaha "penegakan kesatuan dan
persatuan bangsa", serta mengecam penggunaan simbol-simbol kebangsaan,
seperti Merah-Putih, untuk tindakan dan kegiatan yang justru bertentangan
dengan semangat kebangsaan itu sendiri.
2. Menuntut adanya penyelidikan yang menyeluruh oleh Komisi Hak Asasi
Manusia PBB terhadap semua kasus tindak kekerasan yang diklaim sebagai
"bentrokan antarwarga" atau "perang saudara".
3. Menuntut penarikan mundur pasukan ABRI dan pembubaran semua kelompok
milisi bersenjata, serta menuntut kehadiran pasukan penjaga perdamaian di
bawah payung PBB, yang dapat mengambil langkah-langkah kongkret guna
menghentikan tindak kekerasan, teror dan intimidasi terhadap penduduk sipil.
4. Menuntut dihentikannya semua tindak kekerasan terhadap penduduk sipil
baik oleh kelompok pro-integrasi maupun pro-kemerdekaan, dan mendukung semua
upaya yang menuju pada penyelesaian masalah Timor Timur secara damai, adil
dan menyeluruh.
Demikian pernyataan ini dibuat.
Yogyakarta, 10 April 1999
(tanda tangan) (tanda tangan)
Binny Buchori Zoemrotin K. Soesilo
Sekretaris Eksekutif Ketua Steering Committee
Partisipan Forum Indonesia XXI
08-10 April 1999 di Yogyakarta
1. Lembaga Studi Agama Filsafat (LSAF), Jakarta
2. Pesticide Action Network (PAN) Indonesia, Jakarta
3. Yayasan Annisa Swasti (Yasanti), Yogyakarta
4. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Jakarta
5. Akatiga, Bandung
6. Gita Pertiwi, Solo
7. Yayasan Patra Pala, Yogyakarta
8. Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan (YLK Sulsel)
9. Forum LSM Aceh, Aceh
10. Urban Alternative Development Strategy (UADS), Bekasi
11. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta
12. Yayasan Suara Nurani, Tomohon
13. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta
14. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung
15. Forum Kerja LSM Irian Jaya (Foker LSM Irja), Jayapura
16. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Jakarta
17. Yayasan Geni, Salatiga
18. Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Parapat,
Sumatera Utara
19. Solidaritas Perempuan (SP), Jakarta
20. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Jakarta
21. Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JK-LPK), Jakarta
22. Wahana Informasi Masyarakat (WIM), Medan
23. Forum LSM DIY, Yogyakarta
24. Flower Aceh, Banda Aceh
25. LPPS-KWI, Jakarta
26. Yayasan Buruh Membangun (YBM), Jakarta
27. Institut Sosial Jakarta, Jakarta
28. Bina Swagiri, Tuban
29. Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Jakarta
30. Yayasan Bimbingan Kesejahteraan Sosial (YBKS), Solo
31. Institute of Development and Economic Analysis (IDEA), Yogyakarta
32. Yayasan Lapera Indonesia, Yogyakarta
33. Yayasan Komunikasi Massa PGI (Yakoma PGI) Jakarta
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html