Precedence: bulk GUBERNUR jatim TONJOK WARTAWAN. Gubernur Jatim Imam Utomo yang selama ini dikenal sabar dan murah senyum, ternyata tidak demikian watak sebenarnya. Ia ramah dan murah senyum hanya dalam rangka meraih hati rakyat Jawa Timur ketika ia dicalonkan menjadi Gubernur. Dengan kejadian terakhir ini, watak sebenarnya kelihatan. Dengan mudahnya ia memakai "tangan kirinya untuk menonjok perut" wartawan SURYA (biro Malang) Yudith Nainggolan. Ini terjadi di Malang, di Sekretariat Stadion Gajayana ketika sang gubernur meninjau persiapan pemakaian stadion untuk PON 2000 yang akan datang. Yudith mencoba mengkonfirmasikan masalah tanah milik Gubernur tsb di kawasan Sawojajar yang kabarnya sangat luas. Gubernur marah dan dengan bibir bergetar langsung meninju perut wartawan tsb kemudian meminta Walikota Madya Malang Suyitno untuk menjelaskan asal usul tanah tsb. "Mau kamu apakan tanah saya itu, apa kamu mau garap atau kamu minta, silakan kamu garap....", geram gubernur. Tetapi pada tgl 12/4, gubernur telah sowan ke kantor harian Surya dan meminta maaf secara lisan dan tertulis di atas meterai. Persoalan ini, bukan persoalan minta maaf dan persoalan pribadi saja, tetapi menyangkut persoalan rakyat dengan penguasa dalam hal ini gubernur. Tata cara Gubernur seperti itu, menunjukkan tindakan yang di luar sikap seorang pejabat dan merupakan tindak pidana yang hanya layak dilakukan oleh para preman atau bajingan jalanan. Sekaligus juga menunjukan: begitulah watak dan tabiat orang militer dalam menghadapi sikap rakyat sipil. Kekerasan secara fisik dan memberikan perintah kepada anak buahnya untuk "membersihkan diri pimpinannya". Ini membuktikan, bahwa pejabat militer akan sangat tersinggung bila masalah "harta"-nya dipertanyakan. Mereka sangat tersinggung sebab mereka sadar bahwa harta tsb diperoleh dengan tidak wajar dan tidak benar. Karena itu untuk menutup aibnya, ditunjukkanlah kebiasaan kaum militer, menggasak siapa saja yang hendak mencoba membuka aib tsb dengan kekerasan. Wajar saja, mereka adalah fasis militer. Kasus ini sekaligus bisa dipakai sebagai pelajaran dan contoh bagi rakyat bagaimanakah sikap seorang pimpinan militer menghadapi rakyat dan sekaligus menunjukkan bagaimana mereka menyembunyikan harta karun hasil jarahannya. Gubernur Jatim yang dianggap dekat dengan kelompok Syarwan Hamid ini, sejak menjabat sebagai Kasdam Brawijaya memang sudah diisukan banyak melakukan korupsi dan kolusi, dikenal dekat dengan kelompok Syamsul Ma'arif yang nota bene dekat dengan kelompok Islam kanan seperti KISDI dan sebagainya. Social Control <email address deleted> ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
